Wartatrans.com, JAKARTA – Memasuki masa libur cuti bersama jelang pergantian tahun, aktivitas pengguna Commuter Line terpantau lebih landai dibanding hari kerja normal. Kondisi ini turut dipengaruhi mulai diterapkannya pola kerja fleksibel atau work from anywhere (WFA) oleh sebagian pekerja hingga awal 2026.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, menjelaskan bahwa meskipun pergerakan pengguna masih terjadi di jam sibuk pagi dan sore, volume perjalanan cenderung menurun. Pengguna Commuter Line didominasi oleh masyarakat yang bepergian ke tempat wisata dan pusat perbelanjaan.

“Peningkatan volume pengguna hanya terbatas di stasiun sekitar kawasan wisata seperti Jakarta Kota, Juanda, Bogor, dan Tanah Abang. Namun secara umum belum ada lonjakan signifikan,” jelas Karina, Ahad (28/12).
Sejak awal masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 pada 18 Desember lalu, tercatat volume pengguna Commuter Line Jabodetabek sebanyak 9.532.772 orang, Commuter Line Basoetta 77.273 orang, dan Commuter Line Merak 161.047 orang.
Puncak tertinggi volume pengguna Commuter Line Jabodetabek tercatat 1.114.855 orang, Commuter Line Basoetta 10.517 orang, dan Commuter Line Merak 16.091 orang. Sementara itu, pada Hari Natal (25/12), volume pengguna Jabodetabek turun signifikan hingga 33,63 persen menjadi 739.995 pengguna. Namun untuk Basoetta dan Merak, tidak terjadi penurunan.
“Pola ini mencerminkan transisi dari hari kerja menuju periode libur akhir tahun,” kata Karina.
Untuk meningkatkan layanan, KAI Commuter mulai Sabtu (27/12) mengoperasikan kembali dua trainset baru buatan PT INKA di lintas Jabodetabek. Penambahan ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan kenyamanan layanan menjelang potensi lonjakan penumpang saat libur Tahun Baru.
KAI Commuter mengimbau pengguna tetap mengutamakan keselamatan, mengikuti arahan petugas, serta memanfaatkan aplikasi C-Access dan kanal informasi resmi untuk merencanakan perjalanan secara optimal.(****)










