Menu

Mode Gelap
Seskab Teddy Tinjau Arus Mudik di Stasiun Pasar Senen, Cek Layanan Kereta Ekonomi Kerakyatan KAI Berangkatkan 16 Ribu Peserta Mudik Gratis Naik Kereta Api: Dukung Perjalanan Lebih Aman dan Bebas Macet ASDP Turut Kolaborasi BUMN, Hadirkan Mudik Gratis Nyaman Bersama Pergerakan Penumpang Kereta di Daop 1 Jakarta Tembus 56 Ribu Orang pada 17 Maret 2026 Angkutan Lebaran 2026: Hari ke-5, Penumpang di Daop 7 Madiun Tembus 83 Ribu Orang Safari Politik, Agus Lamakarate Temui Ketua Muhammadiyah dan Pimpinan Majelis Dzikir Asmaul Husna

PERISTIWA

Wacana Subsidi Mahar di Aceh Munculkan Perdebatan Publik

badge-check


 Wacana Subsidi Mahar di Aceh Munculkan Perdebatan Publik Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Usulan subsidi mahar bagi calon pengantin pria kembali mencuat dan memicu pro-kontra di tengah masyarakat. Wacana ini dinilai menyentuh aspek agama, adat, dan ekonomi karena mahar merupakan kewajiban pribadi laki-laki dalam pernikahan.

Kelompok yang menolak menilai subsidi berpotensi mengurangi makna mahar sebagai simbol keseriusan dan tanggung jawab laki-laki. Mereka menilai dana publik lebih layak dialokasikan untuk sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Kekhawatiran lain adalah potensi salah sasaran jika mekanisme pendataan tidak dilakukan secara ketat.

Sebaliknya, pendukung melihat subsidi mahar sebagai solusi bagi pemuda kurang mampu, terutama di wilayah dengan standar mahar tinggi seperti Aceh. Lonjakan harga emas disebut menjadi hambatan utama bagi pasangan yang ingin menikah, dengan nilai mahar di beberapa daerah mencapai lebih dari Rp7 juta.

Wacana ini semakin menguat setelah Anggota DPRA Martini mengusulkan Pemerintah Aceh mempertimbangkan program subsidi dalam rapat paripurna, Selasa (18/11/2025). Ia mengatakan banyak anak muda kesulitan menikah karena mahalnya mahar dan meminta pemerintah meninjau kebijakan bantuan.

“Banyak anak muda kita terkendala karena mahalnya mahar. Mohon ada kebijakannya,” ujar Martini, seraya menegaskan bahwa usulan tersebut merupakan aspirasi masyarakat.

Sekda Aceh M. Nasir menanggapi bahwa tingginya harga emas di Aceh dipengaruhi kondisi global. Ia mengimbau masyarakat tidak menetapkan mahar dengan standar yang terlalu tinggi agar tidak memberatkan calon pengantin.

Perdebatan mengenai subsidi mahar diperkirakan terus berlanjut seiring pemerintah dan masyarakat menimbang antara kebutuhan ekonomi, nilai budaya, dan kewajiban pribadi dalam pernikahan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Safari Politik, Agus Lamakarate Temui Ketua Muhammadiyah dan Pimpinan Majelis Dzikir Asmaul Husna

17 Maret 2026 - 16:50 WIB

IDSurvey Group Berangkatkan 1.400 Pemudik ke 10 Kota Tujuan dalam Program Mudik Bersama BUMN 2026

17 Maret 2026 - 14:23 WIB

Tim Media AHY Jateng, SICE Foundation, dan Wartatrans.com Berbagi Kebahagiaan Ramadhan 2026

17 Maret 2026 - 14:16 WIB

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Menunjuk Plt Bupati Cilacap, Kasus THRnya Semakin Menarik untuk Disimak

17 Maret 2026 - 14:00 WIB

Stephanie Meyerson, MUA Asal Pontianak, Juarai MasterChef Indonesia Season 13

17 Maret 2026 - 13:53 WIB

Parade Puisi hingga Wayang Hastabrata Semarakkan Ngaji Budaya di Purbalingga

17 Maret 2026 - 12:53 WIB

Humble Baker Perkenalkan Produk Artisan dan Rencana Ekspansi Lewat Media Gathering

17 Maret 2026 - 12:43 WIB

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Pastikan Layanan Tetap Optimal Selama Periode Libur Lebaran 2026

17 Maret 2026 - 12:01 WIB

Di Usia 63 Tahun Ozy Syahputra Tetap Belajar dan Bersyukur Menjalani Hidup

17 Maret 2026 - 04:27 WIB

Terminal Teluk Lamong Tebar Kepedulian Ramadhan, Bagikan Sembako Gratis, Takjil dan Santuni Anak Yatim

16 Maret 2026 - 22:29 WIB

Trending di ANJUNGAN