Menu

Mode Gelap
Sekjen IABI: Kompensasi Delay Bentuk Tanggung Jawab Maskapai Bahlil Prioritaskan Warga Tanimbar dan Maluku Barat Daya Bekerja di Proyek LNG Blok Masela KAI Angkut 10.050 Ton Pupuk pada Semester I 2026, Perkuat Distribusi Antardaerah Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PTPN I Kembangkan Bioetanol Syarat Kapal Nelayan 30-200 GT Dapat Solar Rp15.000 per Liter, Ini Kata Kementerian-KP Wow Banyak! KAI Kelola 12.856 Sarana Perkeretaapian untuk Dukung Mobilitas dan Logistik Nasional, Ini Dia Rinciannya

PERISTIWA

Wacana Subsidi Mahar di Aceh Munculkan Perdebatan Publik

badge-check


 Wacana Subsidi Mahar di Aceh Munculkan Perdebatan Publik Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Usulan subsidi mahar bagi calon pengantin pria kembali mencuat dan memicu pro-kontra di tengah masyarakat. Wacana ini dinilai menyentuh aspek agama, adat, dan ekonomi karena mahar merupakan kewajiban pribadi laki-laki dalam pernikahan.

Kelompok yang menolak menilai subsidi berpotensi mengurangi makna mahar sebagai simbol keseriusan dan tanggung jawab laki-laki. Mereka menilai dana publik lebih layak dialokasikan untuk sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Kekhawatiran lain adalah potensi salah sasaran jika mekanisme pendataan tidak dilakukan secara ketat.

Sebaliknya, pendukung melihat subsidi mahar sebagai solusi bagi pemuda kurang mampu, terutama di wilayah dengan standar mahar tinggi seperti Aceh. Lonjakan harga emas disebut menjadi hambatan utama bagi pasangan yang ingin menikah, dengan nilai mahar di beberapa daerah mencapai lebih dari Rp7 juta.

Wacana ini semakin menguat setelah Anggota DPRA Martini mengusulkan Pemerintah Aceh mempertimbangkan program subsidi dalam rapat paripurna, Selasa (18/11/2025). Ia mengatakan banyak anak muda kesulitan menikah karena mahalnya mahar dan meminta pemerintah meninjau kebijakan bantuan.

“Banyak anak muda kita terkendala karena mahalnya mahar. Mohon ada kebijakannya,” ujar Martini, seraya menegaskan bahwa usulan tersebut merupakan aspirasi masyarakat.

Sekda Aceh M. Nasir menanggapi bahwa tingginya harga emas di Aceh dipengaruhi kondisi global. Ia mengimbau masyarakat tidak menetapkan mahar dengan standar yang terlalu tinggi agar tidak memberatkan calon pengantin.

Perdebatan mengenai subsidi mahar diperkirakan terus berlanjut seiring pemerintah dan masyarakat menimbang antara kebutuhan ekonomi, nilai budaya, dan kewajiban pribadi dalam pernikahan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Dampingi UMK Binaan dari Penguatan Kapasitas hingga Akses Pasar di INACRAFT Festival Yogyakarta 2026

16 Juli 2026 - 21:07 WIB

Pelindo Regional 2 Catat Pertumbuhan Positif di Seluruh Lini Layanan Kepelabuhanan

16 Juli 2026 - 20:38 WIB

Komitmen ASRI Berbuah Prestasi, IPCC Sabet Penghargaan Green and Smart Port 2026

16 Juli 2026 - 20:18 WIB

⁠Dukung Kelancaran Arus Logistik Pelabuhan, KSOP Utama Tanjung Priok berikan kebijakan penyesuaian YOR

16 Juli 2026 - 13:03 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Keselamatan bagi Peserta Magang

16 Juli 2026 - 09:53 WIB

QRIS Tembus 45 Juta Merchant, Tunai Tetap Masih Mendominasi Daerah

16 Juli 2026 - 05:25 WIB

Diduga Kuat Truk Colt diesel Tanpa Nopol Mengangkut Minyak Mentah Ilegal Melintas dijalan Lintas Medan-Sumut

15 Juli 2026 - 21:35 WIB

Pejuang Agraria Desak Penyelesaian Konflik Hak Adat atas Tanah di Aceh Timur

15 Juli 2026 - 21:18 WIB

IPC TPK Peringati HUT ke-13 dengan Donor Darah, 128 Kantong Darah Terkumpul

15 Juli 2026 - 21:09 WIB

Siswa SLB Gianyar Tolak Narkoba

15 Juli 2026 - 13:48 WIB

Trending di RAGAM