Menu ✖

Mode Gelap
Kemenhub Perkuat Ekosistem Keselamatan Transportasi Darat 150 Truk Listrik Distribusi Momogi Grup bakal Mengaspal Bulan ini 11 Tahun Pelayaran Perintis: Angkut 9.2 Juta Penumpang dan 1.5 Juta Ton Barang Kendaraan di Bali Tembus 5,2 Juta, Bagaimana dengan Jangkauan Angkutan Umum? Situ Gede Tasikmalaya Mengering, 230 Hektare Sawah Terdampak dan Hampir 100 Ribu Jiwa Dilanda Krisis Air Bupati Bogor Rudy Susmanto Disorot, Teken 9 Siteplan Summarecon di Atas Tanah Warisan yang Masih Bersengketa

PERISTIWA

Wacana Subsidi Mahar di Aceh Munculkan Perdebatan Publik

badge-check


 Wacana Subsidi Mahar di Aceh Munculkan Perdebatan Publik Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Usulan subsidi mahar bagi calon pengantin pria kembali mencuat dan memicu pro-kontra di tengah masyarakat. Wacana ini dinilai menyentuh aspek agama, adat, dan ekonomi karena mahar merupakan kewajiban pribadi laki-laki dalam pernikahan.

Kelompok yang menolak menilai subsidi berpotensi mengurangi makna mahar sebagai simbol keseriusan dan tanggung jawab laki-laki. Mereka menilai dana publik lebih layak dialokasikan untuk sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Kekhawatiran lain adalah potensi salah sasaran jika mekanisme pendataan tidak dilakukan secara ketat.

Sebaliknya, pendukung melihat subsidi mahar sebagai solusi bagi pemuda kurang mampu, terutama di wilayah dengan standar mahar tinggi seperti Aceh. Lonjakan harga emas disebut menjadi hambatan utama bagi pasangan yang ingin menikah, dengan nilai mahar di beberapa daerah mencapai lebih dari Rp7 juta.

Wacana ini semakin menguat setelah Anggota DPRA Martini mengusulkan Pemerintah Aceh mempertimbangkan program subsidi dalam rapat paripurna, Selasa (18/11/2025). Ia mengatakan banyak anak muda kesulitan menikah karena mahalnya mahar dan meminta pemerintah meninjau kebijakan bantuan.

“Banyak anak muda kita terkendala karena mahalnya mahar. Mohon ada kebijakannya,” ujar Martini, seraya menegaskan bahwa usulan tersebut merupakan aspirasi masyarakat.

Sekda Aceh M. Nasir menanggapi bahwa tingginya harga emas di Aceh dipengaruhi kondisi global. Ia mengimbau masyarakat tidak menetapkan mahar dengan standar yang terlalu tinggi agar tidak memberatkan calon pengantin.

Perdebatan mengenai subsidi mahar diperkirakan terus berlanjut seiring pemerintah dan masyarakat menimbang antara kebutuhan ekonomi, nilai budaya, dan kewajiban pribadi dalam pernikahan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Situ Gede Tasikmalaya Mengering, 230 Hektare Sawah Terdampak dan Hampir 100 Ribu Jiwa Dilanda Krisis Air

13 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Disorot, Teken 9 Siteplan Summarecon di Atas Tanah Warisan yang Masih Bersengketa

13 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Waduk Jatiluhur Menyusut, Dasar Waduk Jadi Kebun Warga, Ancaman Krisis Air Mengintai Jakarta

13 Oktober 2026 - 18:21 WIB

Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik

13 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo

13 Oktober 2026 - 15:21 WIB

H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan

13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

13 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan

13 Oktober 2026 - 12:30 WIB

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Trending di RAGAM