Menu

Mode Gelap
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditersangkakan, Dugaan Korupsi Asabri hingga PLN KKP Tambah 10 Kapal Pengawas dan Perluas Dermaga Batam untuk Berantas Illegal Fishing di Natuna Lewat Program TJSL, KAI Salurkan Beasiswa Rp300 Juta untuk Lima Anak Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur Lima KA Berrelasi Terpanjang di Sumatra Catat Kenaikan Penumpang pada Semester I 2026 Gedung GOS Resmi Berubah Fungsi Menjadi Taman Budaya Negeri Gayo Bima Alfath Perkenalkan Single “Cinta Tak Bernyawa”, Siap Tampil Perdana di Panggung NEW CELEBRITY

PERISTIWA

Wacana Subsidi Mahar di Aceh Munculkan Perdebatan Publik

badge-check


 Wacana Subsidi Mahar di Aceh Munculkan Perdebatan Publik Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Usulan subsidi mahar bagi calon pengantin pria kembali mencuat dan memicu pro-kontra di tengah masyarakat. Wacana ini dinilai menyentuh aspek agama, adat, dan ekonomi karena mahar merupakan kewajiban pribadi laki-laki dalam pernikahan.

Kelompok yang menolak menilai subsidi berpotensi mengurangi makna mahar sebagai simbol keseriusan dan tanggung jawab laki-laki. Mereka menilai dana publik lebih layak dialokasikan untuk sektor prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Kekhawatiran lain adalah potensi salah sasaran jika mekanisme pendataan tidak dilakukan secara ketat.

Sebaliknya, pendukung melihat subsidi mahar sebagai solusi bagi pemuda kurang mampu, terutama di wilayah dengan standar mahar tinggi seperti Aceh. Lonjakan harga emas disebut menjadi hambatan utama bagi pasangan yang ingin menikah, dengan nilai mahar di beberapa daerah mencapai lebih dari Rp7 juta.

Wacana ini semakin menguat setelah Anggota DPRA Martini mengusulkan Pemerintah Aceh mempertimbangkan program subsidi dalam rapat paripurna, Selasa (18/11/2025). Ia mengatakan banyak anak muda kesulitan menikah karena mahalnya mahar dan meminta pemerintah meninjau kebijakan bantuan.

“Banyak anak muda kita terkendala karena mahalnya mahar. Mohon ada kebijakannya,” ujar Martini, seraya menegaskan bahwa usulan tersebut merupakan aspirasi masyarakat.

Sekda Aceh M. Nasir menanggapi bahwa tingginya harga emas di Aceh dipengaruhi kondisi global. Ia mengimbau masyarakat tidak menetapkan mahar dengan standar yang terlalu tinggi agar tidak memberatkan calon pengantin.

Perdebatan mengenai subsidi mahar diperkirakan terus berlanjut seiring pemerintah dan masyarakat menimbang antara kebutuhan ekonomi, nilai budaya, dan kewajiban pribadi dalam pernikahan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

11 Juli 2026 - 07:53 WIB

Jum’at Berkah Aceh Bangun Ukhuwah Lewat Segelas Kopi dan Sepotong Kue di Masjid tansaran 

10 Juli 2026 - 20:37 WIB

Nobar Perempatfinal Hingga Final Piala Dunia 2026 Dihadirkan InJourney Airports di 7 Bandara

10 Juli 2026 - 18:55 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

Omah Jangan Diam Terus, Resto di Depok yang Menyajikan Kelezatan, Perjalanan, dan Nilai Kemanusiaan

10 Juli 2026 - 17:05 WIB

Pelita Air Hadirkan Senandung Musikal Maliq & D’Essentials di Penerbangan

10 Juli 2026 - 15:42 WIB

Anggota DPR RI Fraksi NasDem Rachmat Gobel Meninggal Dunia di Usia 63 Tahun

10 Juli 2026 - 09:27 WIB

Sengkarut 4 Blok Lahan Kosong Negara di Kemayoran: Ketegasan Negara Menghilang?

10 Juli 2026 - 09:11 WIB

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

Trending di RAGAM