Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

PERON

Meningkat 50 Persen, Penumpang KA Pangrango Long Weekend Tembus 17.689 Pelanggan

badge-check


 Meningkat 50 Persen, Penumpang KA Pangrango Long Weekend Tembus 17.689 Pelanggan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Long weekend kerap mengubah pola perjalanan masyarakat Jabodetabek. Jika pada hari kerja arus mobilitas didominasi perjalanan menuju pusat ekonomi, maka pada masa libur panjang pergerakan bergeser menuju kawasan wisata dan kota penyangga yang lebih tenang. Di jalur Bogor–Sukabumi, perubahan itu terlihat dari meningkatnya minat masyarakat menggunakan KA Lokal Pangrango.

Hingga 15 Mei 2026 Pukul 10.00 WIB, sebanyak 17.689 pelanggan telah membeli tiket KA Pangrango untuk periode long weekend. Angka tersebut menunjukkan kereta lokal kini semakin dipilih masyarakat karena menawarkan kepastian waktu tempuh di tengah kepadatan jalur darat Bogor–Sukabumi yang kerap meningkat saat akhir pekan dan musim liburan.

KA Pangrango melayani relasi Bogor Paledang–Sukabumi menggunakan rangkaian kelas Eksekutif dan Ekonomi dengan tarif mulai Rp40.000. Dalam waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit, kereta api ini melintasi kawasan Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Cibadak, hingga Cisaat sebelum tiba di Sukabumi.

Di lintas ini, kereta api berkembang menjadi bagian dari denyut ekonomi kawasan. Perjalanan yang terjadwal pasti membuat mobilitas wisatawan, pekerja harian, pelaku UMKM, hingga masyarakat antarwilayah menjadi lebih efisien. Kawasan yang sebelumnya identik dengan kepadatan lalu lintas saat akhir pekan kini memiliki alternatif perjalanan yang lebih stabil dan terukur.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, KA Pangrango saat ini berkembang sebagai penghubung penting mobilitas masyarakat di lintas Bogor–Sukabumi.

“KA Pangrango memberikan pilihan perjalanan yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat. Saat volume kendaraan meningkat pada long weekend, kereta api menghadirkan kepastian waktu tempuh sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman,” ujar Anne.

Dari sisi pariwisata, keberadaan KA Pangrango turut memperluas akses menuju berbagai destinasi di sepanjang lintas Bogor–Sukabumi. Wisatawan dapat menjangkau kawasan Lido melalui Stasiun Cigombong, mengakses wisata alam Situgunung melalui Stasiun Cisaat, hingga menikmati kawasan heritage Batutulis di Kota Bogor. Pola perjalanan seperti ini mendorong pergerakan ekonomi lokal karena wisatawan tidak lagi terpusat di satu titik tujuan.

Kemudahan konektivitas juga memperkuat peran layanan ini. Kehadiran skybridge yang menghubungkan Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang memudahkan pelanggan Commuter Line dari Jakarta untuk melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi. Integrasi dengan Trans Pakuan dan JR Connexion turut memperluas jangkauan perjalanan masyarakat tanpa harus bergantung penuh pada kendaraan pribadi.

Dampak pertumbuhan mobilitas tersebut tercermin pada peningkatan volume pelanggan Stasiun Bogor Paledang. Pada Triwulan I 2026, volume pelanggan naik mencapai 127.510 orang atau meningkat 410 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 24.979 pelanggan. Sementara volume pelanggan turun tercatat 130.515 pelanggan, meningkat 561 persen dibandingkan Triwulan I 2025 sebanyak 19.729 pelanggan.

Lonjakan tersebut menunjukkan Stasiun Bogor Paledang berkembang menjadi simpul mobilitas baru di selatan Jabodetabek. Peran stasiun selain sebagai titik keberangkatan, juga menjadi bagian dari pola perjalanan harian dan wisata masyarakat yang terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan transportasi publik yang praktis, terjangkau, dan terintegrasi.

“KAI melihat pertumbuhan pelanggan di lintas Bogor–Sukabumi sebagai indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel. KA Pangrango terus kami jaga keandalannya agar dapat mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan kawasan secara berkelanjutan,” tutup Anne.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek

17 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

16 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Kereta Merdeka KAI Semarakkan HUT ke-81 RI, Ada Lomba hingga Upgrade Kelas Gratis

16 Agustus 2026 - 14:52 WIB

Libur Panjang HUT RI, Penumpang Whoosh Tembus 45.889 Orang dalam Dua Hari

16 Agustus 2026 - 13:08 WIB

KAI Group Layani 307,86 Juta Pelanggan, Kereta Api Dorong Mobilitas Rendah Emisi

16 Agustus 2026 - 12:58 WIB

KAI Siapkan 3.740 Hunian di TOD Manggarai, 1.232 Unit untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah-Menengah

16 Agustus 2026 - 01:55 WIB

KAI Catat 9.614 Tiket Promo Diskon 17% untuk Keberangkatan 17 Agustus Terjual

16 Agustus 2026 - 01:31 WIB

Sambut Libur Panjang HUT ke-81 RI, Promo Naik Whoosh Cuma Rp8.800 dan Potongan hingga Rp200.000

15 Agustus 2026 - 16:04 WIB

Perjalanan KA di Sumatra Tumbuh, KAI Layani 35,26 Juta Pelanggan

15 Agustus 2026 - 10:21 WIB

Peringati Hari Kemerdekaan, Menhub Dudy Ajak Masyarakat Manfaatkan Tarif Spesial Angkutan Umum, cuma Rp8!

15 Agustus 2026 - 07:44 WIB

Trending di JALUR