Menu

Mode Gelap
Catatan Iwan Piliang: Di Balik Pidato Prabowo – Di Antara Omon-Omon dan Upaya Mewujudkan Kesejahteraan Rakyat Duet Air Kemasan Kuasai 71,6 Persen Pasar AMDK, Pengamat Soroti Potensi Oligopoli BEM-TR Soroti Temuan BPK, Nilai Target Zero Defisit Harus Diiringi Perbaikan Tata Kelola Keuangan Kemendagri dan Pemerintah Aceh Fasilitasi Penyelesaian Batas Wilayah Subulussalam–Aceh Selatan Audi Luncurkan The New Q5 Sportback di Indonesia, Bidik Segmen SUV Premium Rp1,9 Miliar Kejar Cuan Rp100 Triliun, Kemenpora Pangkas 1.440 Pasal untuk Genjot Industri Olahraga

PERON

Meningkat 50 Persen, Penumpang KA Pangrango Long Weekend Tembus 17.689 Pelanggan

badge-check


 Meningkat 50 Persen, Penumpang KA Pangrango Long Weekend Tembus 17.689 Pelanggan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Long weekend kerap mengubah pola perjalanan masyarakat Jabodetabek. Jika pada hari kerja arus mobilitas didominasi perjalanan menuju pusat ekonomi, maka pada masa libur panjang pergerakan bergeser menuju kawasan wisata dan kota penyangga yang lebih tenang. Di jalur Bogor–Sukabumi, perubahan itu terlihat dari meningkatnya minat masyarakat menggunakan KA Lokal Pangrango.

Hingga 15 Mei 2026 Pukul 10.00 WIB, sebanyak 17.689 pelanggan telah membeli tiket KA Pangrango untuk periode long weekend. Angka tersebut menunjukkan kereta lokal kini semakin dipilih masyarakat karena menawarkan kepastian waktu tempuh di tengah kepadatan jalur darat Bogor–Sukabumi yang kerap meningkat saat akhir pekan dan musim liburan.

KA Pangrango melayani relasi Bogor Paledang–Sukabumi menggunakan rangkaian kelas Eksekutif dan Ekonomi dengan tarif mulai Rp40.000. Dalam waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit, kereta api ini melintasi kawasan Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Cibadak, hingga Cisaat sebelum tiba di Sukabumi.

Di lintas ini, kereta api berkembang menjadi bagian dari denyut ekonomi kawasan. Perjalanan yang terjadwal pasti membuat mobilitas wisatawan, pekerja harian, pelaku UMKM, hingga masyarakat antarwilayah menjadi lebih efisien. Kawasan yang sebelumnya identik dengan kepadatan lalu lintas saat akhir pekan kini memiliki alternatif perjalanan yang lebih stabil dan terukur.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, KA Pangrango saat ini berkembang sebagai penghubung penting mobilitas masyarakat di lintas Bogor–Sukabumi.

“KA Pangrango memberikan pilihan perjalanan yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat. Saat volume kendaraan meningkat pada long weekend, kereta api menghadirkan kepastian waktu tempuh sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman,” ujar Anne.

Dari sisi pariwisata, keberadaan KA Pangrango turut memperluas akses menuju berbagai destinasi di sepanjang lintas Bogor–Sukabumi. Wisatawan dapat menjangkau kawasan Lido melalui Stasiun Cigombong, mengakses wisata alam Situgunung melalui Stasiun Cisaat, hingga menikmati kawasan heritage Batutulis di Kota Bogor. Pola perjalanan seperti ini mendorong pergerakan ekonomi lokal karena wisatawan tidak lagi terpusat di satu titik tujuan.

Kemudahan konektivitas juga memperkuat peran layanan ini. Kehadiran skybridge yang menghubungkan Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang memudahkan pelanggan Commuter Line dari Jakarta untuk melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi. Integrasi dengan Trans Pakuan dan JR Connexion turut memperluas jangkauan perjalanan masyarakat tanpa harus bergantung penuh pada kendaraan pribadi.

Dampak pertumbuhan mobilitas tersebut tercermin pada peningkatan volume pelanggan Stasiun Bogor Paledang. Pada Triwulan I 2026, volume pelanggan naik mencapai 127.510 orang atau meningkat 410 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 24.979 pelanggan. Sementara volume pelanggan turun tercatat 130.515 pelanggan, meningkat 561 persen dibandingkan Triwulan I 2025 sebanyak 19.729 pelanggan.

Lonjakan tersebut menunjukkan Stasiun Bogor Paledang berkembang menjadi simpul mobilitas baru di selatan Jabodetabek. Peran stasiun selain sebagai titik keberangkatan, juga menjadi bagian dari pola perjalanan harian dan wisata masyarakat yang terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan transportasi publik yang praktis, terjangkau, dan terintegrasi.

“KAI melihat pertumbuhan pelanggan di lintas Bogor–Sukabumi sebagai indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel. KA Pangrango terus kami jaga keandalannya agar dapat mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan kawasan secara berkelanjutan,” tutup Anne.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Gandeng Jaring Esports Nusantara, Delapan Stasiun Disiapkan Jadi Digital Hub dan Arena Esports

2 Juli 2026 - 16:29 WIB

Tiket Diskon Kereta Libur Sekolah Laris, KAI Catat 1,24 Juta Pemesanan dengan Okupansi Tembus 105,75 Persen

2 Juli 2026 - 15:46 WIB

KAI Services Bekali Prama Prami dengan Teknik Sales untuk Dongkrak Penjualan Merchandise di Kereta

2 Juli 2026 - 15:40 WIB

Kereta Petani Pedagang KAI Layani 26.074 Pelanggan di Lintas Rangkasbitung-Merak pada Semester I 2026

2 Juli 2026 - 11:16 WIB

Dukung Transisi Energi, KAI Terapkan Biodiesel B50 pada Seluruh Sarana Diesel

2 Juli 2026 - 09:12 WIB

Semester I 2026, Penumpang KAI Divre III Palembang Tembus 603.967 Orang, Naik 11 Persen

1 Juli 2026 - 15:39 WIB

Kepala Dinas Keuangan Subulussalam Belum Dilantik Meski Lelang Jabatan Selesai, Publik Pertanyakan Alasannya

1 Juli 2026 - 15:34 WIB

HUT ke-23 KAI Services, Program Reska Berbagi Salurkan Bingkisan untuk Pekerja di Jawa dan Sumatera

1 Juli 2026 - 15:27 WIB

KAI Ajak Masyarakat Ciptakan Identitas Baru Lewat IP Contest 2026, Pemenang Bisa Dapat Hadiah Rp50 Juta

30 Juni 2026 - 20:30 WIB

Stasiun JIS Disambut Antusias, Penumpang KRL Tembus 4.200 Orang dalam Sepekan

30 Juni 2026 - 19:37 WIB

Trending di PERON