Menu

Mode Gelap
Momen Long Weekend, Lebih dari 70 ribu tiket Whoosh Terjual. Penumpang Naik 31% Dibanding Hari Biasa Meningkat 50 Persen, Penumpang KA Pangrango Long Weekend Tembus 17.689 Pelanggan Babak Penyisihan SBY Cup 2026 Berakhir Seru, Siapa Semi Finalis? Kuliner Kereta Hadirkan Menu Baru untuk Temani Libur Panjang Penumpang KA KAI Layani 3,2 Juta Penumpang Kereta Bandara hingga April 2026, Mobilitas Masyarakat Kian Bergantung pada Transportasi Terintegrasi Long Weekend Naik Whoosh? Ada Diskon Hotel, Wisata Gratis, hingga Shuttle ke Destinasi Favorit

PERON

Meningkat 50 Persen, Penumpang KA Pangrango Long Weekend Tembus 17.689 Pelanggan

badge-check


 Meningkat 50 Persen, Penumpang KA Pangrango Long Weekend Tembus 17.689 Pelanggan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Long weekend kerap mengubah pola perjalanan masyarakat Jabodetabek. Jika pada hari kerja arus mobilitas didominasi perjalanan menuju pusat ekonomi, maka pada masa libur panjang pergerakan bergeser menuju kawasan wisata dan kota penyangga yang lebih tenang. Di jalur Bogor–Sukabumi, perubahan itu terlihat dari meningkatnya minat masyarakat menggunakan KA Lokal Pangrango.

Hingga 15 Mei 2026 Pukul 10.00 WIB, sebanyak 17.689 pelanggan telah membeli tiket KA Pangrango untuk periode long weekend. Angka tersebut menunjukkan kereta lokal kini semakin dipilih masyarakat karena menawarkan kepastian waktu tempuh di tengah kepadatan jalur darat Bogor–Sukabumi yang kerap meningkat saat akhir pekan dan musim liburan.

KA Pangrango melayani relasi Bogor Paledang–Sukabumi menggunakan rangkaian kelas Eksekutif dan Ekonomi dengan tarif mulai Rp40.000. Dalam waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit, kereta api ini melintasi kawasan Batutulis, Maseng, Cigombong, Cicurug, Cibadak, hingga Cisaat sebelum tiba di Sukabumi.

Di lintas ini, kereta api berkembang menjadi bagian dari denyut ekonomi kawasan. Perjalanan yang terjadwal pasti membuat mobilitas wisatawan, pekerja harian, pelaku UMKM, hingga masyarakat antarwilayah menjadi lebih efisien. Kawasan yang sebelumnya identik dengan kepadatan lalu lintas saat akhir pekan kini memiliki alternatif perjalanan yang lebih stabil dan terukur.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, KA Pangrango saat ini berkembang sebagai penghubung penting mobilitas masyarakat di lintas Bogor–Sukabumi.

“KA Pangrango memberikan pilihan perjalanan yang lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat. Saat volume kendaraan meningkat pada long weekend, kereta api menghadirkan kepastian waktu tempuh sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman,” ujar Anne.

Dari sisi pariwisata, keberadaan KA Pangrango turut memperluas akses menuju berbagai destinasi di sepanjang lintas Bogor–Sukabumi. Wisatawan dapat menjangkau kawasan Lido melalui Stasiun Cigombong, mengakses wisata alam Situgunung melalui Stasiun Cisaat, hingga menikmati kawasan heritage Batutulis di Kota Bogor. Pola perjalanan seperti ini mendorong pergerakan ekonomi lokal karena wisatawan tidak lagi terpusat di satu titik tujuan.

Kemudahan konektivitas juga memperkuat peran layanan ini. Kehadiran skybridge yang menghubungkan Stasiun Bogor dan Stasiun Bogor Paledang memudahkan pelanggan Commuter Line dari Jakarta untuk melanjutkan perjalanan menuju Sukabumi. Integrasi dengan Trans Pakuan dan JR Connexion turut memperluas jangkauan perjalanan masyarakat tanpa harus bergantung penuh pada kendaraan pribadi.

Dampak pertumbuhan mobilitas tersebut tercermin pada peningkatan volume pelanggan Stasiun Bogor Paledang. Pada Triwulan I 2026, volume pelanggan naik mencapai 127.510 orang atau meningkat 410 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebanyak 24.979 pelanggan. Sementara volume pelanggan turun tercatat 130.515 pelanggan, meningkat 561 persen dibandingkan Triwulan I 2025 sebanyak 19.729 pelanggan.

Lonjakan tersebut menunjukkan Stasiun Bogor Paledang berkembang menjadi simpul mobilitas baru di selatan Jabodetabek. Peran stasiun selain sebagai titik keberangkatan, juga menjadi bagian dari pola perjalanan harian dan wisata masyarakat yang terus tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan transportasi publik yang praktis, terjangkau, dan terintegrasi.

“KAI melihat pertumbuhan pelanggan di lintas Bogor–Sukabumi sebagai indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik berbasis rel. KA Pangrango terus kami jaga keandalannya agar dapat mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan kawasan secara berkelanjutan,” tutup Anne.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Momen Long Weekend, Lebih dari 70 ribu tiket Whoosh Terjual. Penumpang Naik 31% Dibanding Hari Biasa

16 Mei 2026 - 10:37 WIB

Kuliner Kereta Hadirkan Menu Baru untuk Temani Libur Panjang Penumpang KA

15 Mei 2026 - 19:23 WIB

KAI Layani 3,2 Juta Penumpang Kereta Bandara hingga April 2026, Mobilitas Masyarakat Kian Bergantung pada Transportasi Terintegrasi

15 Mei 2026 - 19:17 WIB

Long Weekend Naik Whoosh? Ada Diskon Hotel, Wisata Gratis, hingga Shuttle ke Destinasi Favorit

15 Mei 2026 - 18:20 WIB

KAI Layani 393 Ribu Pelanggan di Awal Long Weekend, Rute Yogyakarta dan Bandung Jadi Favorit

15 Mei 2026 - 17:53 WIB

Penjualan Tiket Whoosh Meningkat saat Long Weekend, KCIC Catat 49 Ribu Tiket Terjual

15 Mei 2026 - 17:22 WIB

KAI Commuter Rilis KMT Edisi Khusus Comifuro 22 di ICE BSD

15 Mei 2026 - 12:45 WIB

142 Ribu Tiket KA Jarak Jauh dari Daop 1 Jakarta Terjual Selama Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus

15 Mei 2026 - 12:38 WIB

KAI: Ketertiban di Stasiun dan Perlintasan jadi Kesan Positif bagi Wisatawan Asing

14 Mei 2026 - 20:12 WIB

KAI Commuter Tambah 4 Perjalanan Yogyakarta–Palur Selama Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

14 Mei 2026 - 11:33 WIB

Trending di PERON