Menu ✖

Mode Gelap
Hajatan FIFGROUP Pondok Gede Hadirkan Beragam Promo, Hiburan, dan Kegiatan Sosial untuk Masyarakat Apresiasi Pencapaian Prestasi Bank Jakarta oleh Kamaksi Jejak Kereta Api di Ujung Jawa dan Sumatra: Merak, Ketapang, Krueng Mane dan Tanjungkarang OPINI: Peralihan Pucuk Pimpinan Polri – Murni Bebenah atau Sekadar Alat Kekuasaan Baru? Tanjung Lesung Kini Terhubung Dengan Bandara Soekarno-Hatta Melalui Layanan DAMRI Viral Dugaan Penganiayaan Awak Kapal, KKP Amankan KM Maulana 23 di Laut Aru

PERON

KAI Layani 3,2 Juta Penumpang Kereta Bandara hingga April 2026, Mobilitas Masyarakat Kian Bergantung pada Transportasi Terintegrasi

badge-check


 KAI Layani 3,2 Juta Penumpang Kereta Bandara hingga April 2026, Mobilitas Masyarakat Kian Bergantung pada Transportasi Terintegrasi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Mobilitas masyarakat menuju bandara kini semakin bergantung pada transportasi yang cepat, terhubung, dan memiliki kepastian waktu tempuh. Di tengah aktivitas perkotaan yang semakin dinamis, layanan kereta api bandara mulai menjadi pilihan utama masyarakat untuk kebutuhan bisnis, wisata, pendidikan, hingga perjalanan antarkota.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat layanan kereta api bandara KAI Group melayani 3.246.711 pelanggan selama periode Januari–April 2026. Jumlah tersebut berasal dari layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, KA Bandara YIA, KA Srilelawangsa di Medan, KA Minangkabau Ekspres di Padang, hingga layanan transportasi rel terintegrasi seperti LRT Sumatera Selatan dan KA BIAS di Solo.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan pelanggan menunjukkan masyarakat semakin membutuhkan sistem transportasi yang terintegrasi dan efisien.

“Konektivitas transportasi kini menjadi bagian penting dalam pola perjalanan masyarakat. Kehadiran layanan berbasis rel membantu perjalanan menjadi lebih pasti, efisien, dan terhubung langsung dengan pusat aktivitas masyarakat,” ujar Anne.

KAI mencatat pertumbuhan pelanggan terjadi di hampir seluruh layanan kereta bandara dan transportasi rel terintegrasi.

Untuk layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, jumlah pelanggan pada Januari–April 2026 mencapai 837.778 pelanggan atau meningkat 18,69 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 705.859 pelanggan.

Peningkatan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat Jabodetabek terhadap moda transportasi menuju Bandara Soekarno-Hatta yang memiliki kepastian waktu perjalanan di tengah kepadatan lalu lintas.

Di Yogyakarta, layanan KA Bandara YIA Reguler melayani 619.498 pelanggan, sementara KA YIA Xpress melayani 301.400 pelanggan. Secara total, layanan KA Bandara YIA mencatat 920.898 pelanggan sepanjang Januari–April 2026, meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 888.653 pelanggan.

KAI menilai konektivitas transportasi menuju Bandara YIA semakin penting karena mendukung aktivitas wisata, pendidikan, dan mobilitas masyarakat di Yogyakarta dan sekitarnya.

Sementara itu di Sumatra Utara, layanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Kualanamu dan Medan–Binjai melayani 1.414.031 pelanggan selama empat bulan pertama 2026. Jumlah tersebut meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 1.379.178 pelanggan.
Jalur ini menjadi penghubung utama kawasan perkotaan Medan dengan Bandara Kualanamu serta wilayah penyangga di Sumatra bagian utara.

Di Sumatra Barat, layanan KA Minangkabau Ekspres melayani 74.004 pelanggan pada periode Januari–April 2026. Kereta ini melayani relasi Pulau Aie–Padang–Tabing–Duku–Bandara Internasional Minangkabau dengan waktu tempuh sekitar 45 hingga 50 menit.

KAI menyebut layanan tersebut membantu masyarakat dan wisatawan mendapatkan akses yang lebih efisien menuju bandara sekaligus mendukung sektor pariwisata di Sumatra Barat.

Penguatan konektivitas berbasis rel juga terus berkembang di Solo melalui layanan KA Bandara Adi Soemarmo atau KA BIAS yang kini telah diperpanjang hingga Madiun. Kehadiran layanan ini memperluas akses masyarakat Solo Raya, Sragen, Ngawi, Magetan, hingga Madiun menuju bandara tanpa harus sepenuhnya bergantung pada transportasi jalan raya.

Sementara di Palembang, LRT Sumatera Selatan melayani 1.441.069 pelanggan selama Januari–April 2026 melalui 13 stasiun yang menghubungkan bandara, pusat kota, hingga kawasan Jakabaring.

Menurut Anne, penguatan konektivitas transportasi publik berbasis rel tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata daerah.

“Ketika bandara, stasiun, pusat kota, dan kawasan wisata dapat terhubung dengan baik, ruang gerak masyarakat menjadi lebih luas dan aktivitas ekonomi daerah ikut tumbuh,” tutup Anne.(fahmi)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Jejak Kereta Api di Ujung Jawa dan Sumatra: Merak, Ketapang, Krueng Mane dan Tanjungkarang

4 Oktober 2026 - 19:58 WIB

KA Mutiara Timur Catat 304.522 Pelanggan, Banyuwangi Makin Terhubung dengan Surabaya

4 Oktober 2026 - 17:26 WIB

KAI Catat 11,34 Juta Pergerakan Pelanggan di Sumatra, Naik 12,02 Persen

4 Oktober 2026 - 15:39 WIB

Commuter Run 2026 Diikuti 2.500 Peserta, KAI Commuter Dorong Gaya Hidup Sehat dan Transportasi Publik

4 Oktober 2026 - 09:07 WIB

KA Harina Tembus 567 Ribu Pelanggan, Hubungkan Bandung-Surabaya via Jalur Utara

3 Oktober 2026 - 16:20 WIB

Dilema Aturan Impor KRL Bekas dan Kebutuhan Layanan Publik

3 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Menhub Dudy Tegaskan  Keselamatan Transportasi Harus jadi Perhatian Utama

3 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Angkutan Non-Batu Bara KAI Capai 9,15 Juta Ton, Hasil Pertanian Banyuwangi–Jakarta Mulai Dibidik

2 Oktober 2026 - 18:10 WIB

Keributan Terjadi di Eskalator Stasiun Bekasi, Diduga Dipicu Perselisihan Pasangan

2 Oktober 2026 - 08:47 WIB

Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan

1 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Trending di PERON