Menu ✖

Mode Gelap
Polres Fakfak Gelar Operasi Patuh Mansinam 2026, Fokus Tingkatkan Keselamatan Berlalu Lintas Membumikan Kepemimpinan melalui Transportasi Publik Layanan BMKG Jangkau 620 Bandara dan 677 Pelabuhan Penumpang Angkutan Umum Jakarta Tumbuh 10,8% Pak Kodir Buka Suara soal Video Viral akun IG Sisters in Danger, Ini Realitanya! Pramono Anung Dorong Penataan Taman Puring, MADAS Nusantara Diajak Perkuat Kolaborasi

RAGAM

Stephanie Meyerson, MUA Asal Pontianak, Juarai MasterChef Indonesia Season 13

badge-check


 Stephanie Meyerson, MUA Asal Pontianak, Juarai MasterChef Indonesia Season 13 Perbesar

Wartatrans.com PONTIANAK – Kiprah membanggakan datang dari Pontianak, Kalimantan Barat. Seorang make-up artist (MUA) bernama Stephanie Meyerson sukses menorehkan prestasi gemilang dengan keluar sebagai juara MasterChef Indonesia Season 13. Dalam babak Grand Final yang berlangsung sengit, Stephanie berhasil mengungguli pesaingnya, Bunga, dengan selisih tipis.

Kemenangan ini terasa istimewa mengingat latar belakang Stephanie yang bukan berasal dari dunia kuliner. Perempuan berusia 30 tahun tersebut sehari-hari dikenal sebagai permanent make-up artist profesional. Ia juga merupakan pendiri studio kecantikan Beauty Maison yang telah berdiri sejak 2017 dan terus berkembang hingga kini.

Di balik kesibukannya di industri kecantikan, Stephanie menyimpan kecintaan mendalam terhadap dunia memasak. Minat itu ia tekuni secara serius dengan menempuh pendidikan kuliner di Le Cordon Bleu Australia pada 2014 hingga 2015, dengan fokus pada patisserie atau seni pastry dan baking. Ia juga memperluas pengetahuannya melalui studi hospitality, pemasaran, dan manajemen bisnis di TAFE NSW, Australia.

Perjalanan Stephanie menuju panggung utama MasterChef tidaklah mudah. Ia harus melalui berbagai tahapan seleksi ketat, mulai dari audisi hingga Bootcamp. Dari ribuan peserta, ia berhasil lolos dan menjadi satu-satunya wakil dari Pontianak yang melaju ke Gallery MasterChef bersama 26 kontestan lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.

Sepanjang kompetisi, Stephanie dikenal sebagai peserta yang tekun dan memiliki ciri khas dalam penyajian hidangan. Gaya plating yang artistik, rapi, dan penuh konsep menjadi keunggulannya—sebuah kemampuan yang ia adaptasi dari dunia make-up. Ketelitian dalam merias wajah ia terjemahkan ke dalam estetika sajian makanan.

Namun, jalan menuju gelar juara tidak selalu mulus. Stephanie tercatat sebagai salah satu peserta yang paling sering menghadapi Pressure Test, yakni sebanyak enam kali. Meski kerap berada dalam posisi tertekan dengan apron hitam, ia mampu membuktikan ketangguhan mental dan konsistensinya dalam menghadapi tantangan.

Salah satu momen penting terjadi pada babak empat besar dalam tantangan Golden Lid Pressure Test. Saat itu, Stephanie ditantang mengolah kepiting alaska menjadi hidangan berkelas. Meski sempat menerima kritik dari juri, ia berhasil menyajikan hidangan yang cukup kuat untuk membawanya melaju ke babak Grand Final.

Pada partai puncak, Stephanie berhadapan dengan Bunga dalam empat ronde penentuan. Keduanya menampilkan performa terbaik dengan teknik dan konsep yang matang. Persaingan berlangsung ketat hingga penilaian akhir, di mana Stephanie keluar sebagai pemenang dengan total skor 2416, unggul tipis empat poin.

Kemenangan ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga membuktikan bahwa latar belakang profesi bukanlah penghalang untuk meraih kesuksesan di bidang lain. Stephanie mampu menggabungkan kreativitas dari dunia kecantikan dengan keterampilan kuliner, menciptakan identitas unik yang menjadi kekuatannya.

Lebih dari sekadar kemenangan, perjalanan Stephanie menjadi inspirasi tentang pentingnya ketekunan, keberanian mencoba hal baru, dan semangat untuk terus belajar. Kini, namanya tak hanya dikenal sebagai MUA profesional, tetapi juga sebagai juara MasterChef Indonesia Season 13.

Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda, khususnya di daerah, untuk berani mengejar mimpi tanpa dibatasi latar belakang pendidikan maupun pekerjaan utama. Dari Pontianak ke panggung nasional, Stephanie Meyerson telah membuktikan bahwa dedikasi dan kreativitas mampu membuka jalan menuju prestasi tertinggi.*** (LonyenkRap)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pak Kodir Buka Suara soal Video Viral akun IG Sisters in Danger, Ini Realitanya!

25 Oktober 2026 - 21:58 WIB

Pramono Anung Dorong Penataan Taman Puring, MADAS Nusantara Diajak Perkuat Kolaborasi

25 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Bidik Pengurangan Emisi Maritim, IMO dan Delegasi Jepang Tinjau Fasilitas Kendali Terpusat IPC TPK

25 Oktober 2026 - 17:47 WIB

RAW Merealisasi Bakti ke Masyarakat Semarang

25 Oktober 2026 - 13:09 WIB

Lurah Mampang Depok Darmawansyah Mengajak Warga Dukung Program Pemkot Depok

25 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Pasar Kelapa Dua Ditertibkan, Pedagang Kecil Fakfak Menanti Kepastian Nasib

25 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia, Dorong Produk Lokal Mendunia

25 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Catatan Iwan Piliang: Keanoniman dan Sumber Anonim dalam Bermedsos, Disanalah Kredibilitas Dipertaruhkan

25 Oktober 2026 - 07:53 WIB

Walikota Semarang Sikapi Protes Padat dan Ribetnya Kegiatan PKK 

24 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Menteri Agama hingga Pimpinan Pesantren Bakal Tampil di Festival Sarung dan Peci Santri 2026

24 Oktober 2026 - 13:56 WIB

Trending di RAGAM