Wartatrans.com, BEKASI – PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyatakan empat orang meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api yang melibatkan kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin malam.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan seluruh penumpang KA Argo Bromo Anggrek selamat dalam insiden tersebut.

“Kami juga mendapat informasi, penumpang KRL kami ada empat orang yang meninggal yang saat ini sedang ditangani di rumah sakit,” ujar Anne di lakasi.
Selain korban meninggal, sebanyak 34 penumpang KRL telah dievakuasi ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
“Penumpang KRL masih kami evakuasi, 34 orang sudah kami bawa ke rumah sakit terdekat,” katanya.
Anne menambahkan, KAI saat ini memprioritaskan proses evakuasi korban dan penanganan di lokasi kejadian.
“Kami fokuskan kepada evakuasi,” ucapnya.
Sementara itu, sebanyak 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dipastikan selamat. KAI menyiapkan armada bus untuk mengantar penumpang kembali ke Stasiun Gambir.
“240 penumpang Argo Bromo Anggrek semuanya selamat, kami akan menyiapkan bus kembali ke Gambir. Karena semua perjalanan KA dari Pasar Senen ke Gambir kami setop,” kata Anne.
Berdasarkan informasi awal, KRL semula berhenti di peron jalur arah Jakarta menuju Cikarang. Dalam kondisi tersebut, rangkaian kemudian diduga tertabrak kereta jarak jauh yang datang dari arah Jakarta.
Akibat kejadian itu, salah satu gerbong KRL mengalami kerusakan cukup parah. Hingga berita ini diturunkan, petugas gabungan masih melakukan evakuasi serta penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.(fahmi)





























