
Wartattans.com, BANDAR LAMPUNG – IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) memperkuat komitmen keberlanjutan dengan menggelar aksi Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) penanaman terumbu karang di perairan Pulau Pahawang, Lampung, Sabtu (25/04). Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (25/04) ini menjadi istimewa karena melibatkan sinergi lintas sektor bersama enam mitra strategis dari perusahaan pelayaran (shipping line), yaitu Caraka Tirta Perkasa (CTP), Meratus Line, Indo Container Line, Temas Line, Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) dan Tresna Muda Sejati.

Kegiatan ini merupakan aksi penanaman terumbu karang kedua yang dilakukan IPC TPK bersama para pelanggan (customer), sekaligus mencerminkan pendekatan berkelanjutan perusahaan yang tidak hanya berfokus pada operasional internal, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif seluruh ekosistem pelabuhan. Melalui kolaborasi ini, IPC TPK mengajak para pemangku kepentingan, khususnya pengguna jasa pelayaran, untuk bersama-sama mengambil peran dalam menjaga kelestarian lingkungan laut sebagai fondasi keberlanjutan industri maritim.
“Program konservasi ini merupakan langkah konkret IPC TPK dalam menjalankan bisnis yang selaras dengan prinsip berkelanjutan. Kelestarian laut adalah tanggung jawab bersama, terlebih bagi kita yang bergerak di sektor maritim. Dengan melibatkan enam shipping line besar, kami ingin membangun kesadaran kolektif bahwa kemajuan operasional logistik harus berjalan beriringan dengan pemulihan lingkungan hidup,” ujar Yanuar Evyanto, PLT Direktur Komersial & Pengembangan Bisnis IPC TPK.

Aksi ini juga menegaskan konsistensi IPC TPK dalam mendukung pelestarian ekosistem laut. Sejak tahun 2017, IPC TPK secara berkelanjutan telah melaksanakan berbagai kegiatan penanaman dan rehabilitasi terumbu karang di sejumlah wilayah pesisir sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan terhadap lingkungan.
Dalam pelaksanaannya, sebanyak 35 rak media tanam dengan 280 bibit terumbu karang diturunkan dan dipasang di dasar laut perairan Pulau Pahawang. Lokasi ini dipilih karena memiliki potensi biodiversitas yang tinggi, namun memerlukan intervensi untuk rehabilitasi akibat dampak perubahan iklim dan aktivitas manusia. Penanaman bibit ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan terumbu karang yang nantinya akan berfungsi sebagai tempat tinggal ikan, pelindung pantai, serta daya tarik ekowisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir di wilayah Lampung.
Keberadaan terumbu karang yang sehat juga memberikan dampak tidak langsung terhadap keberlanjutan ekosistem pelabuhan. Terumbu karang berperan dalam menjaga keseimbangan biota laut dan kualitas perairan, yang pada akhirnya mendukung stabilitas lingkungan sekitar pelabuhan. Kondisi perairan yang terjaga dengan baik akan membantu meminimalkan sedimentasi berlebih serta menjaga kedalaman alur pelayaran, sehingga kegiatan bongkar muat dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan efisien.
Melansir data International Coral Reef Initiative (ICRI), sejak Januari 2023 hingga Maret 2025, bleaching level memengaruhi 84% kerusakan terumbu karang dunia akibat tekanan panas. Peristiwa ini merupakan periode tingkat tertinggi pada kerusakan terumbu karang global, dengan lebih dari 80% indikasi kematian karang.
Keterlibatan aktif dari Caraka Tirta Perkasa (CTP), Meratus Line, Indo Container Line, Temas Line, Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) dan Tresna Muda Sejati dalam agenda ini menunjukkan soliditas pemangku kepentingan di pelabuhan dalam mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada ekosistem lautan. Pada proses penanaman, IPC TPK juga menggandeng Lampung Underwater Community sebagai pemerhati lingkungan laut di Provinsi Lampung untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga struktur karang dari kerusakan fisik.
“Terima kasih kepada IPC TPK atas upaya untuk menjaga ekosistem alam untuk masa depan anak cucu kita di masa yang akan datang. Luar biasa, kegiatan hari ini dapat mempersolid hubungan kami sebagai Shipping Line dengan IPC TPK,” ujar Ketut Bambang dari Meratus Line.
Sinergi ini membuktikan bahwa hubungan antara operator terminal dan lini pelayaran tidak hanya terbatas pada efisiensi layanan bongkar muat, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan yang berdampak jangka panjang bagi industri dan masyarakat.
“Melalui aksi ini, IPC TPK ingin memastikan bahwa setiap langkah operasional kami meninggalkan jejak positif bagi alam. Kami berkomitmen untuk terus memonitor pertumbuhan bibit-bibit karang ini secara berkala agar program ini memberikan manfaat yang berkelanjutan. Harapannya, inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak di industri logistik untuk berkontribusi aktif dalam menjaga kekayaan Bahari Nusantara demi generasi mendatang,” tutup Yanuar.(ahmad)



























