Wartatrans.com, BALI – PT Hotel Indonesia Natour (InJourney Hospitality), member dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, menjalin kolaborasi strategis bersama Universitas Udayana yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU).
MoU ini tentang Kolaborasi Alih Pengetahuan Ilmu Kesehatan di Kawasan Ekonomi Khusus Sanur.

Penandatanganannya turut melibatkan beberapa International Medical Facility di Kawasan Ekonomi Khusus Sanur atau “The Sanur”, yaitu PT Pertamedika Bali Hospital (Bali Internasional Hospital), PT Bluecross Medika Internasional (The Solitaire Clinic), serta PT Asoka Bunga Khatulistiwa (Alster Lake Clinic).
Penandatanganan Nota Kesepahaman ini dilakukan Rektor Universitas Udayana Prof I Ketut Sudarsana, Direktur Utama PT Hotel Indonesia Natour Christine Hutabarat, Direktur Utama PT Pertamedika Bali Hospital Yeo Sheng Ming Noel, Medical Operations Director PT Bluecross Medika Internasional Dr. Mery, dan Direktur PT Asoka Bunga Khatulistiwa Tiffany Cleara Marsing di Bali, Senin (27/4/2026).
Momentum ini menjadi tonggak penting guna mendukung pengembangan ilmu kesehatan di KEK Sanur sekaligus memperkuat ekosistem kesehatan nasional.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan Komitmen Bersama antara Universitas Udayana dengan PT Hotel Indonesia Natour selaku Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK Sanur, yang turut melibatkan perwakilan dokter asing dari Alster Lake Clinic dan The Solitaire Clinic, serta Bali International Hospital.
Komitmen bersama ini menegaskan sinergi langsung antara institusi akademik dan praktisi medis global dalam mendukung program alih pengetahuan, penguatan kompetensi klinis, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia kesehatan Indonesia.
Melalui Nota Kesepahaman ini, para pihak berkomitmen untuk mengembangkan sumber daya, kreativitas, inovasi, dan potensi yang dimiliki setiap pihak terkait sebagai daya ungkit percepatan pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia di Provinsi Bali, khususnya dalam bidang kesehatan melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur.
Kolaborasi ini dilaksanakan melalui program transfer knowledge tenaga profesional kesehatan di KEK Sanur kepada dosen, peneliti, mahasiswa, serta tenaga kesehatan Universitas Udayana, melalui berbagai kegiatan, antara lain pelatihan klinis, mentoring, joint case discussion, focus group discussion, joint research and development, penyelenggaraan seminar, workshop, program magang dan praktik kerja lapangan sebagai wadah pembelajaran dan peningkatan kompetensi mahasiswa Universitas Udayana di lingkungan layanan kesehatan berstandar internasional.
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup penyediaan data dan dukungan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia kesehatan lokal, guna mendukung perencanaan, rekrutmen, dan pemenuhan kebutuhan SDM di KEK Sanur.
Kolaborasi ini merupakan langkah konkret membangun sinergi antara dunia akademik, sektor pelayanan kesehatan, dan industri pendukung dalam rangka mendukung visi KEK Sanur sebagai pusat layanan kesehatan dan wellness kelas dunia, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di sektor pariwisata kesehatan global.
Kegiatan ditutup dengan kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus Sanur beberapa fasilitas KEK Sanur, antara lain Alster Lake Clinic, The Solitaire Clinic, Bali International Hospital, Ethnobotanical Garden, serta peninjauan infrastruktur dasar dan waste management.
Site visit ini bertujuan untuk memberikan gambaran langsung mengenai kesiapan dan potensi KEK Sanur sebagai pusat pengembangan layanan kesehatan terpadu dan berstandar internasional.
Prof Sudarsana menyampaikan, Universitas Udayana menyambut baik kolaborasi strategis ini sebagai bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian serta pengembanan sumber daya manusia di bidang kesehatan.
“Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi akademik dan profesional yang lebih luas, baik dalam bentuk penelitian bersama, pengembangan kapasitas, maupun kegiatan pembelajaran berbasis praktik,” ungkapnya.
Universitas Udayana berkomitmen terus mendorong penguatan sumber daya manusia yang adaptif, profesional dan mampu menjawab tantangan perkembangan sektor kesehatan masa depan.
Christine menambahkan, penandatanganan Nota Kesepahaman ini merupakan milestone penting dalam perjalanan KEK Sanur.
“Kami memandang KEK Sanur bukan hanya sebagai pengembangan kawasan fisik, tetapi sebagai platform strategis untuk membangun ekosistem kesehatan berstandar internasional yang bertumpu pada penguatan sumber daya manusia nasional,” katanya.
Melalui kolaborasi dengan Universitas Udayana dan para pelaku usaha di International Medical Facility di antaranya Bali International Hospital, The Solitaire Clinic, serta Alster Lake Clinic, kami memastikan bahwa transfer knowledge, peningkatan kompetensi, dan kolaborasi riset menjadi fondasi utama dari ekosistem besar yang akan melahirkan talenta-talenta unggul, mempercepat alih pengetahuan lintas negara, dan mendorong lompatan kualitas layanan kesehatan nasional ke standar global,” bebernya.
Pihaknya optimistis, dengan sinergi antara industri, akademisi, dan para praktisi kelas dunia, Kawasan Ekonomi Khusus Sanur akan menjadi episentrum baru bagi inovasi kesehatan, pusat gravitasi knowledge exchange, dan simbol kebangkitan Indonesia dalam peta kesehatan global.
KEK Sanur dirancang sebagai legacy jangka panjang, sebuah kawasan yang tidak hanya menciptakan multiplier effect ekonomi, tetapi juga membangun kapasitas, kompetensi, dan masa depan kesehatan Indonesia secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi International Health & Wellness Destination di tingkat dunia.
Yeo menyatakan, kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem layanan kesehatan berstandar internasional yang berakar pada penguatan kapasitas sumber daya manusia nasional.
Bali International Hospital hadir tidak hanya sebagai fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran dan transfer knowledge yang menjembatani praktik klinis global dengan pengembangan ilmu kesehatan di Indonesia.
“Melalui sinergi dengan Universitas Udayana dan para mitra internasional di KEK Sanur, kami berkomitmen untuk berkontribusi aktif dalam mencetak talenta kesehatan unggul, meningkatkan kualitas layanan medis, serta mendukung visi KEK Sanur sebagai destinasi kesehatan dan wellness kelas dunia,” ujarnya
Rudy juga mengungkapkan bahwa ini menegaskan komitmen bahwa The Solitaire hadir bukan hanya sebagai pusat layanan estetika medis berstandar global, tetapi sebagai penggerak ekosistem pembelajaran dan alih pengetahuan di KEK Sanur.
“Melalui sinergi dengan Universitas Udayana dan mitra klinik internasional, kami membangun jembatan antara praktik klinis kelas dunia dan penguatan kompetensi tenaga kesehatan Indonesia,” ujarnya.
Inisiatif ini adalah investasi jangka panjang untuk melahirkan talenta kesehatan berdaya saing global, meningkatkan standar keselamatan dan kualitas layanan, serta memperkuat KEK Sanur sebagai destinasi layanan kesehatan dan wellness kelas dunia yang berkelanjutan.
Tiffany turut mengatakan, Alster Lake Clinic menyambut baik kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem layanan kesehatan di KEK Sanur.
Kolaborasi ini menjadi langkah positif dalam mendorong pertukaran wawasan, pengembangan kapasitas, serta peningkatan standar profesional di bidang kesehatan.
“Sebagai klinik yang berfokus pada layanan terapi sel, reverse-aging, dan pencegahan penyakit berbasis sains, Alster Lake Clinic terus mengedepankan praktik yang bertanggung jawab, tata kelola yang baik, serta pengembangan kompetensi medis yang berkelanjutan dalam mendukung kemajuan layanan kesehatan di Indonesia,” urainya.
“Mari komitmen hari ini kita hadirkan sebagai legacy, hadir dalam setiap program, setiap kolaborasi, dan setiap kontribusi nyata yang kita hasilkan bersama. Dari Sanur untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk dunia,” tutup Christine. (omy)





























