Menu

Mode Gelap
Mantan Gubernur Aceh Dr Zaini Abdullah Wafat di Usia 86 Tahun Bahas Peluang Kemitraan UMKM, KAI Services Hadir di Talkshow Program Campuspreneur Pengembangan Wirausaha Muda di IPB Terima Penghargaan JMSI, Mahlizar Safdi ketua Posko Rakyat Dedikasikan Piala untuk Istri, Ratusan Relawan Posko Rakyat, dan Sinergi Lintas Sektor PACE: Stigma Politik Hambat Partisipasi Masyarakat Papua dalam Pembangunan Pelanggan KA Lokal Jawa Barat Tumbuh 67,95 Persen dalam Tiga Tahun KAI Services Resmikan Mess Responsibility di Surabaya, Tingkatkan Kenyamanan Frontliner

ANJUNGAN

Pelindo Dukung Pelestarian Ekosistem Laut, Rehabilitasi Terumbu Karang di Pulau Hanita

badge-check


 Terumbu karang di Pulau Hanita, NTT Perbesar

Terumbu karang di Pulau Hanita, NTT

Wartatrans.com, JAKARTA –  PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo memperkuat komitmen pelestarian ekosistem laut melalui program rehabilitasi terumbu karang.

Kali ini di perairan sekitar Pulau Hanita, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT)

Program yang dilaksanakan bersama CECT Sustainability Trisakti dan Yayasan Peduli Indonesia pada periode 2024–2026 ini menjadi bagian dari upaya Perusahaan mendukung keberlanjutan lingkungan pesisir sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga ekosistem laut.

Direktur Hubungan Kelembagaan, Hendri Ginting mengatakan, pelestarian ekosistem laut merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.

“Khususnya di wilayah pesisir yang memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat,” ucap Ginting, Jumat (12/6/2026).

“Pelindo memandang laut bukan hanya sebagai ruang konektivitas, tetapi juga sebagai ekosistem yang perlu dijaga keberlanjutannya. Melalui program rehabilitasi terumbu karang di Pulau Hanita, kami ingin berkontribusi dalam menjaga keseimbangan lingkungan laut sekaligus memperkuat peran masyarakat pesisir dalam upaya pelestarian yang berkelanjutan.”

Program rehabilitasi dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama dilaksanakan pada periode 2024–2025 menggunakan 25 unit substrat melalui transplantasi sebanyak 3.250 fragmen karang pada area rehabilitasi seluas 4.500 meter persegi.

Selanjutnya, kata dia, tahap kedua dilaksanakan pada periode 2025–2026 dengan 25 unit substrat tambahan, jumlah fragmen, dan luasan rehabilitasi yang sama.

Dengan demikian, total program rehabilitasi mencakup 50 unit substrat, 6.500 fragmen karang, dan area rehabilitasi seluas 9.000 meter persegi.

“Pelaksanaan program ini diharapkan dapat mendukung pemulihan habitat bawah laut serta memberikan manfaat ekologis jangka panjang bagi kawasan pesisir dan laut di sekitar Pulau Hanita,” ujarnya.

Selain berfokus pada pemulihan ekosistem bawah laut, program ini juga melibatkan masyarakat pesisir dalam kegiatan transplantasi dan pemeliharaan terumbu karang secara berkala.

Sebanyak 10 warga dari Desa Seraya Marannu, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, turut terlibat dalam program tersebut, terdiri atas lima nelayan lokal dan lima perempuan setempat.

Hendri menambahkan, pelibatan masyarakat menjadi aspek penting agar program rehabilitasi tidak berhenti pada kegiatan penanaman karang, tetapi juga membangun kepedulian bersama terhadap keberlanjutan lingkungan laut.

“Keberhasilan program lingkungan sangat bergantung pada kolaborasi dan keterlibatan masyarakat. Karena itu, Pelindo mendorong pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada pemulihan ekosistem, tetapi juga pada peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat pesisir dalam menjaga laut sebagai sumber kehidupan,” urainya.

Seiring berjalannya program, kondisi ekosistem bawah laut di area rehabilitasi mulai menunjukkan perkembangan positif. Terumbu karang yang ditransplantasikan tumbuh dengan baik, sementara berbagai jenis ikan dan biota laut mulai kembali terlihat di sekitar area rehabilitasi.

Berdasarkan hasil monitoring, tingkat keberhasilan hidup atau survival rate terumbu karang dalam program ini mencapai 98,69 persen.

Rehabilitasi ini juga diestimasi berkontribusi terhadap peningkatan serapan karbon hingga ±2.250 kg CO₂ per tahun.

Kepala Desa Seraya Marannu, Kabupaten Manggarai Barat, Sutirman, menyampaikan dukungannya terhadap program rehabilitasi terumbu karang di wilayah perairan desanya.

Menurutnya, program tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya warga yang bekerja di sektor perikanan.

“Program pelestarian terumbu karang ini selain menjaga kelestarian laut dalam jangka panjang, juga sangat berdampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya warga kami yang bekerja di sektor perikanan,” kata Sutirman. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dukung ESG dan SDGs, IPC TPK Manfaatkan Kembali 209 Kilogram Seragam Bekas

13 Juni 2026 - 09:51 WIB

ASDP Pastikan Penanganan Optimal bagi Korban Insiden KMP Aceh Hebat 2

12 Juni 2026 - 23:10 WIB

Insiden Kebakaran KMP Aceh Hebat 2, ASDP Prihatin Mendalam dan Fokus Pendampingan Korban Luka

12 Juni 2026 - 19:19 WIB

Perkuat Rantai Pasok Kopi Global, PTPN I Gaspol Perluas Penetrasi Pasar Ekspor

12 Juni 2026 - 11:47 WIB

Kembangkan Pelabuhan Kolbano, Kemenhub Terima Hibah Aset Tanah Pemkab Timor Tengah Selatan

12 Juni 2026 - 11:05 WIB

Pelindo Regional 4 & Kejati Sulsel Perkuat Tata Kelola Perusahaan

12 Juni 2026 - 06:45 WIB

Percepat Pemeriksaan Petikemas, Bea Cukai, KSOP dan Pelindo Dukung Kelancaran Logistik Nasional

12 Juni 2026 - 06:37 WIB

ASDP Salurkan Rp1 Miliar, Dukung Penguatan Infrastruktur Desa Adat Bali

11 Juni 2026 - 21:22 WIB

Catatan Iwan Piliang: Jejak Inspiratif Irwan Mussry

11 Juni 2026 - 20:34 WIB

Jasa Raharja Bali dan Polda Bali Tingkatkan Sinergi, Perkuat Kepatuhan dan Layanan

11 Juni 2026 - 20:02 WIB

Trending di EKOBIS