Menu

Mode Gelap
5,5 Juta Penumpang Kereta Api Pakai Face Recognition pada Semester I 2026, Hemat Kertas Setara 75 Pohon Garuda Indonesia Berhasil Capai Ketepatan Waktu Terbang 94,3% Selama Operasional Haji 2026 10 Hari, Bandara Soekarno-Hatta Sukses Layani 20.335 Jemaah Umrah dari Terminal 2F 6 Maskapai Ajukan Buka Rute ini dari dan ke Bandara Husein Sastranegara Pelindo dan Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Pembentukan BUP Tanjung Carat Reuni 40 Tahun Jadi Titik Awal, Alumni SMA Muhammadiyah 6 Slipi Bentuk Pengurus Baru periode 2026-2029 IKA Musix 86

EKOBIS

Perkuat Rantai Pasok Kopi Global, PTPN I Gaspol Perluas Penetrasi Pasar Ekspor

badge-check


 Kebun Kopi PTPN I Perbesar

Kebun Kopi PTPN I

Wartatrans.com, JAKARTA – Perkuat rantai pasok kopi global, PTPN I (Persero) gaspol terus mematangkan langkah transformasi sektor komoditas kopi melalui implementasi inovasi agronomi yang agresif dan penguatan hilirisasi modern.

Menghadapi dinamika iklim global, langkah strategis BUMN perkebunan ini difokuskan pada peningkatan produktivitas tanaman, standardisasi pascapanen, hingga perluasan penetrasi pasar ekspor di tiga benua utama.

Direktur Utama PTPN I (Persero), Teddy Yunirman Danas, mengungkapkan, langkah transformasi ini merupakan komitmen jangka panjang perusahaan untuk memosisikan kopi Indonesia di kancah internasional melalui efisiensi hulu dan hilirisasi bernilai tambah tinggi.

Katanya, integrasi dari kebun hingga ke hilir menjadi kunci utama perusahaan dalam menghadapi tantangan volatilitas pasar global sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem lingkungan sekitar kebun, dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Untuk mendongkrak volume produksi secara berkelanjutan sekaligus mengamankan potensi panen pada musim-musim berikutnya, PTPN I (Persero) menerapkan empat formula pemeliharaan tanaman secara presisi di wilayah hulu.

“Langkah pertama diawali dengan program sulam dan penyisipan pohon, yaitu peremajaan tanaman secara selektif di area kebun guna mengoptimalkan populasi tanaman per hektare serta menjaga stabilitas densitas produksi,” ucap Teddy.

Paralel dengan peremajaan, perusahaan melakukan peningkatan rasio pemupukan dengan menambah volume dan menyesuaikan jadwal pemupukan yang diselaraskan dengan kebutuhan vegetatif serta generatif tanaman.

Manajemen lanjut dia, juga menerapkan standardisasi pemangkasan cabang secara periodik pascapanen.

Langkah krusial ini diambil untuk merangsang pertumbuhan tunas produktif baru, mengoptimalkan sirkulasi udara, sekaligus memastikan lonjakan produksi buah kopi pada musim panen tahun berikutnya.

Sebagai pilar kebun yang berkelanjutan, PTPN I (Persero) melakukan rehabilitasi kesuburan tanah melalui pemberian bahan organik secara masif. Perusahaan membangun ekosistem sirkular dengan memanfaatkan pupuk organik hasil sinergi dan kolaborasi bersama para peternak lokal di sekitar lingkungan perkebunan.

Teddy menegaskan, seluruh inovasi di tingkat hulu ini tidak sekadar mengejar kuantitas, tetapi juga bentuk adaptasi perseroan terhadap perubahan iklim agar hasil panen tetap konsisten dan memiliki daya saing tinggi.

Keberhasilan inovasi hulu tersebut ditopang  pemilihan bibit kopi berkualitas tinggi yang adaptif terhadap perubahan cuaca ekstrem serta memiliki daya tahan tangguh terhadap serangan hama dan penyakit tumbuhan.

“PTPN I memfokuskan pengembangan pada dua rumpun utama berdaya saing tinggi, yakni Kopi Arabika dan Kopi Robusta. Untuk varietas Arabika, perusahaan mengandalkan jenis Andung Sari 2 K, Gayo, dan Kamasti yang memiliki potensi produktivitas hingga 850 Kg per hektare,” imbuhnya.

Sementara untuk Robusta, digunakan klone tangguh dengan sistem perakaran kuat dan percabangan lebat, yaitu BP 42, BP 409, BP 939, dan Tugusari 6 dengan potensi mencapai 1.000 Kg per hektare.

Kedua rumpun ini dipilih secara ketat untuk menghasilkan profil komoditas yang memenuhi standar kualifikasi pasar dunia, yakni Citra Rasa Ekselen yang diadakan oleh para kurator kopi internasional.

Kekuatan utama komoditas kopi PTPN I (Persero) terletak pada integrasi rantai pasok yang solid antara perkebunan dan unit pengolahan modern di Banyuwangi, Jember, dan Banaran, yang meliputi pabrik Kaligua, Banaran, serta Java Kopi Gampit.

“Seluruh fasilitas pengolahan utama ini dikelola secara profesional melalui koordinasi wilayah regional,” ujar dia.

Di wilayah Jawa Timur, PTPN I Regional 5 mengelola unit pengolahan kopi robusta skala besar yang tersebar di lokasi strategis seperti Kebun Bangelan di Malang, Kebun Ngrangkah Pawon, Kebun Renteng, dan Kebun Silosanen.

Selain itu, Regional 5 juga mengendalikan kawasan perkebunan eksklusif dan infrastruktur pengolahan kopi premium terintegrasi melalui Java Coffee Estate (JCE) di lereng Gunung Ijen. Bergerak ke Jawa Tengah, PTPN I Regional 3 mengoperasikan hilirisasi Kebun Banaran, serta mengelola fasilitas pengolahan komoditas kopi di Sukamangli, Ngobo, Getas, dan Jolong.

Dengan standar olah pabrik yang ketat, produk kopi yang dihasilkan dari integrasi hulu-hilir ini tidak hanya mampu merajai pasar domestik melalui merek premium.

“Seperti Banaran Coffee, tetapi juga berhasil mendominasi pasar ekspor utama ke negara-negara konsumen premium dunia seperti Jepang, Amerika Serikat, hingga Uni Eropa,” pungkas Teddy. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Garuda Indonesia Berhasil Capai Ketepatan Waktu Terbang 94,3% Selama Operasional Haji 2026

13 Juli 2026 - 15:15 WIB

Pelindo dan Pemprov Sumsel Dorong Percepatan Pembentukan BUP Tanjung Carat

13 Juli 2026 - 12:36 WIB

Transaksi PRJ 2026 Tembus Rp8,2 Triliun, Rekor Baru atau Sekadar Lonjakan Belanja Musiman?

13 Juli 2026 - 11:16 WIB

InJourney Airports Kebut Transformasi Bandara Soekarno-Hatta Menuju 10 Besar Dunia 2029

12 Juli 2026 - 15:56 WIB

IPC TPK Rayakan 13 Tahun dengan Semangat ESG, Hadirkan Pertumbuhan yang Berdampak Positif

12 Juli 2026 - 07:11 WIB

IIPO 3 BUMD Jakarta: Bekal Amunisi Fiskal Atau Jadi Tumbal Pasar Modal ?

11 Juli 2026 - 01:26 WIB

PNM Kenalkan Model Pembiayaan Syariah Berbasis Kepercayaan di Hadapan Negara-Negara D-8

10 Juli 2026 - 20:58 WIB

Dirut PTPN I: Transformasi Harus Lebih Progresif!

10 Juli 2026 - 19:06 WIB

Kemenhub Sabet Penghargaan Indonesia Public Sector Initiative of the Year Transportation

10 Juli 2026 - 18:36 WIB

ASDP Dukung Pengembangan UMKM Wisata Kuliner RTH Ketapang

10 Juli 2026 - 17:22 WIB

Trending di EKOBIS