Menu

Mode Gelap
YPAI dan SKN Gelar Deklarasi Perdamaian Pemuda Lintas Agama di Lenteng Agung Semarak Show Art Melukis di Atas Kaos Meriahkan Peunayong, Sempat Padatkan Jalan Khairil Anwar KAI Daop 1 Jakarta Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang, Ingatkan Pengendara Jangan Terobos Rel Puluhan Rumah di Kampung Adat Cipta Mulya Sukabumi Ludes Terbakar, 70 KK Terdampak Bukan Soal Bendera atau Agama, NU Peduli Tegaskan Kemanusiaan Tanpa Sekat Hadapi Bencana “Bang Ali, Mungkin Kini Saatnya Aku Memenuhi Permintaanmu”

EKOBIS

PTPN I jadi Pusat Riset Bibit Unggul Perkebunan Nasional

badge-check


 PTPN I jadi Pusat Riset Bibit Unggul Perkebunan Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) resmi ditetapkan sebagai pusat riset dan pengembangan bibit unggul perkebunan nasional melalui kolaborasi strategis antara Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Universitas Indonesia Mandiri, serta sejumlah mitra strategis.

Penetapan tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Riset dan Teknologi Pengembangan Tanaman Perkebunan Unggulan di Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (23/7/2026).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah berkomitmen memperkuat sektor perkebunan melalui pengembangan bibit unggul dan hilirisasi komoditas strategis.

Program ini diawali dengan pengembangan kelapa hibrida, kakao unggul, dan kopi prioritas yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas serta kesejahteraan petani.

“PTPN I dipersiapkan menjadi pusat riset dan pengembangan bibit unggul perkebunan nasional. Kementerian Pertanian menyiapkan bibit, BRIN dan perguruan tinggi melaksanakan riset, sedangkan PTPN I menyediakan lahan sebagai lokasi pengembangan. Hasilnya diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Zulkifli.

Dia menambahkan, kawasan tersebut juga akan dikembangkan secara bertahap sebagai agrowisata terpadu berbasis perkebunan dan pesisir melalui sinergi dengan InJourney serta mitra perbankan guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebagai implementasi kerja sama, PTPN I menyediakan lahan untuk kegiatan riset, pemuliaan tanaman, uji budidaya, dan pengembangan kebun induk bibit.

BRIN dan perguruan tinggi berperan dalam penelitian dan inovasi teknologi, Kementerian Pertanian mendukung penyediaan serta sertifikasi bibit unggul, sementara InJourney bersama mitra perbankan mendukung pengembangan kawasan dan pembiayaannya.

Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras menegaskan, kolaborasi lintas kementerian, lembaga riset, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan dunia usaha menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem inovasi perkebunan nasional.

“PTPN I berkomitmen memastikan hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi diimplementasikan menjadi bibit unggul yang mampu meningkatkan produktivitas perkebunan, memperkuat daya saing komoditas nasional, dan memberikan manfaat nyata bagi petani serta masyarakat,” kata Rivai.

Dia menambahkan, transformasi sektor perkebunan harus ditopang inovasi, teknologi, dan riset untuk menghasilkan varietas unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim sekaligus mendukung produktivitas dan keberlanjutan industri perkebunan Indonesia.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kasan, menegaskan penandatanganan PKS menjadi langkah awal pembangunan pusat riset perkebunan nasional yang terintegrasi.

Keberhasilan program, menurutnya, akan diukur dari implementasi di lapangan serta kemampuan menghasilkan bibit unggul yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat.

Bagi PTPN I, kolaborasi ini merupakan bagian dari strategi transformasi perusahaan yang menempatkan inovasi, digitalisasi, dan kemitraan sebagai penggerak utama penciptaan nilai tambah.

Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, PTPN I optimistis pusat riset bibit unggul di Lampung Selatan akan menjadi rujukan nasional dalam pengembangan material tanam berkualitas, memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, dan memperkuat daya saing perkebunan Indonesia di pasar global. (omy)

Baca Lainnya

Mantap, PTPN I Percepat Transisi Energi Berbasis Bioenergi

25 Juli 2026 - 19:23 WIB

Teluk Ratai Siapkan Dermaga Kapal Induk, Infrastruktur Maritim RI Naik Kelas

25 Juli 2026 - 18:56 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kinerja, Operasional Tumbuh Positif pada Semester I 2026

25 Juli 2026 - 08:47 WIB

Perkuat Budaya K3, TPK Teluk Lamong Gelar Safety Forum untuk Operasional Andal

24 Juli 2026 - 08:14 WIB

Jakarta Jadi Rumah Mobil Listrik Nasional, Ruang Fiskal DKI Malah Susut Rp2 Triliun

23 Juli 2026 - 21:54 WIB

Jalankan Program TJSL, ASDP Tanam 2.500 Mangrove di Pagimana Sulteng

23 Juli 2026 - 16:42 WIB

ASDP Turut Jaga Konektivitas di Wilayah 3T, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Banggai

23 Juli 2026 - 08:32 WIB

Sambut HUT Ke-81 RI, Ar Rahman Carpet & Interior Cibubur Beri Promo Kemerdekaan, Diskon Karpet Hingga 30 Persen

22 Juli 2026 - 22:34 WIB

Audi Perkuat Lini SUV Premium di GIIAS 2026, Persaingan Kendaraan Mewah Kian Sengit

22 Juli 2026 - 21:44 WIB

Konektivitas Makin Bernilai, TOD Sudah Jadi Magnet Baru Properti Jakarta

22 Juli 2026 - 21:39 WIB

Trending di EKOBIS