Menu ✖

Mode Gelap
KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun Imperial Suites DAMRI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Premium Jakarta–Surabaya–Malang dengan Bus Double Decker Pelindo Mengajar, Inspirasi Generasi Emas di Makassar Era AI Ubah Wajah Industri Musik, Dr. Mohammad Amin Ingatkan Pentingnya Kreativitas dan Hak Pencipta The Morbius Rilis Single Ketiga 2026, “Semu” Angkat Kisah Pengkhianatan Komitmen

PERON

KAI Group Perkuat Kolaborasi dengan INKA, Nilai Pengadaan Sarana Capai Rp14,88 Triliun

badge-check


 KAI Group Perkuat Kolaborasi dengan INKA, Nilai Pengadaan Sarana Capai Rp14,88 Triliun Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Group terus memperkuat kolaborasi dengan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dalam pengadaan dan pembaruan sarana perkeretaapian nasional. Berdasarkan nilai kontrak yang dihimpun, investasi tersebut mencapai sekitar Rp14,68 triliun hingga Rp14,88 triliun.

Kerja sama tersebut mencakup pengadaan kereta Stainless Steel New Generation untuk layanan antarkota, sarana Commuter Line baru dan retrofit, rangkaian LRT Jabodebek, kereta luxury, serta gerbong datar untuk mendukung angkutan barang di Sumatra Selatan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kesinambungan pengadaan sarana memberikan ruang bagi industri perkeretaapian nasional untuk meningkatkan kapasitas produksi, kompetensi sumber daya manusia, kualitas produk, serta dukungan purnajual.

“Pengadaan sarana membutuhkan perencanaan jangka panjang, kualitas yang konsisten, dan ketepatan penyelesaian. KAI Group mendorong kolaborasi profesional dengan INKA agar kebutuhan operasional dapat dipenuhi sekaligus memperkuat kemampuan industri perkeretaapian nasional,” ujar Anne.

Dalam program penggantian sarana atau replacement periode 2023–2027, KAI memesan 612 unit kereta Stainless Steel New Generation produksi INKA. Sebanyak 612 kereta tersebut dirangkai menjadi total 56 rangkaian dengan nilai kontrak pengadaan mencapai Rp5,5 triliun.

Dari total 56 rangkaian yang dipesan, sebanyak 40 rangkaian telah diserahterimakan kepada KAI. Hingga saat ini, 39 rangkaian telah beroperasi melayani pelanggan, sedangkan satu rangkaian lainnya berada dalam tahapan persiapan operasional.

Pengadaan Stainless Steel New Generation dilakukan untuk menggantikan sarana yang telah memasuki masa pembaruan. Kehadiran rangkaian baru tersebut mendukung peningkatan keandalan perjalanan, standardisasi fasilitas, serta kenyamanan pelanggan pada layanan kereta api antarkota.

“Sebanyak 39 rangkaian Stainless Steel New Generation produksi INKA telah digunakan dalam pelayanan. Pembaruan ini dilakukan secara bertahap agar kualitas perjalanan dan kesiapan sarana dapat terus terjaga,” kata Anne.

Pada layanan angkutan perkotaan, KAI Group juga menjalin kerja sama dengan INKA untuk pengadaan sarana Commuter Line baru dan program retrofit dengan total investasi mencapai Rp4,07 triliun.

Investasi pengadaan sarana Commuter Line baru mencakup 16 rangkaian atau 192 kereta dengan nilai hampir Rp3,83 triliun. Sementara itu, program retrofit mencakup dua rangkaian dengan nilai lebih dari Rp238,63 miliar.

Dari 16 rangkaian Commuter Line baru produksi INKA, tujuh rangkaian atau 84 kereta telah beroperasi melayani pelanggan. Sembilan rangkaian lainnya melanjutkan tahapan produksi, pengujian, sertifikasi, dan persiapan operasional sesuai perkembangan masing-masing.

Setiap rangkaian menjalani rangkaian pemeriksaan dan pengujian sebelum digunakan dalam pelayanan. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan sarana memenuhi standar keselamatan, keandalan, dan kebutuhan operasional Commuter Line Jabodetabek.

Kontribusi INKA dalam transportasi perkotaan juga hadir melalui pengadaan 31 rangkaian LRT Jabodebek. Setiap rangkaian terdiri atas enam kereta sehingga keseluruhan pengadaan mencapai 186 kereta, dengan nilai kontrak sekitar Rp3,9 triliun hingga Rp4,1 triliun.

Rangkaian LRT Jabodebek produksi INKA beroperasi menggunakan teknologi otomatis Grade of Automation 3 atau GoA3. Pada Semester I 2026, LRT Jabodebek melayani 16.018.911 pelanggan, meningkat 22,84 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan masyarakat terhadap angkutan perkotaan berbasis rel. Pengoperasian LRT Jabodebek juga menjadi rekam jejak penting bagi industri nasional dalam memproduksi sarana transportasi massal dengan teknologi otomatis.

KAI turut mengembangkan layanan premium melalui pengadaan 10 unit kereta luxury berkapasitas masing-masing 26 kursi. Satu unit kereta luxury tambahan dialokasikan sebagai cadangan perawatan untuk menjaga kesinambungan pelayanan ketika sarana menjalani pemeriksaan berkala.

Total nilai kontrak pengadaan kereta luxury tersebut mencapai Rp161,16 miliar. Pengadaan ini menjadi bagian dari pengembangan layanan perjalanan yang memberikan pilihan pengalaman dan tingkat kenyamanan sesuai kebutuhan pelanggan.

Kolaborasi KAI dan INKA juga menjangkau sektor angkutan barang melalui pengadaan 1.125 unit gerbong datar BM 54 ton senilai Rp1,05 triliun. Gerbong tersebut dipersiapkan untuk mendukung peningkatan kapasitas dan efisiensi angkutan barang di Sumatra Selatan, terutama batu bara sebagai salah satu sumber pasokan energi listrik nasional.

Berdasarkan nilai kontrak tersebut, pengadaan 612 kereta Stainless Steel New Generation, sarana Commuter Line baru dan retrofit, 31 rangkaian LRT Jabodebek, kereta luxury, serta 1.125 gerbong datar mencapai sekitar Rp14,68 triliun hingga Rp14,88 triliun.

Anne menambahkan, skala pengadaan tersebut memperlihatkan besarnya pasar sarana perkeretaapian di Indonesia. Kepastian permintaan perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas produksi, penguatan rantai pasok, konsistensi mutu, ketepatan waktu, dan layanan purnajual.

“Kepercayaan kepada industri nasional dibangun melalui kualitas produk dan konsistensi dalam memenuhi komitmen. KAI Group berharap kolaborasi bersama INKA terus menghasilkan sarana yang aman, andal, serta mampu mendukung peningkatan pelayanan transportasi publik dan logistik nasional,” tutup Anne.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun

5 November 2026 - 21:01 WIB

KAI Services Terapkan Smart Cleaning, Kebersihan Stasiun Didukung Mesin Modern

5 November 2026 - 10:10 WIB

KAI Gelar Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu, Bahas Pelestarian Sejarah Kereta Api

5 November 2026 - 10:05 WIB

KCIC Hadirkan Promo 11.11, Naik Whoosh Lebih Hemat hingga Rp110 Ribu

5 November 2026 - 09:59 WIB

Dua Pencuri Kabel Rel di Tanah Abang Divonis 2 Tahun Penjara, KAI Soroti Ancaman Keselamatan

4 November 2026 - 21:13 WIB

Rekrutmen KAI Masuk Tahap Wawancara, KAI Divre III Ingatkan Pelamar Waspadai Penipuan

4 November 2026 - 15:17 WIB

GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Tambah 8.466 Kursi dan 39 Perjalanan Kereta

4 November 2026 - 14:24 WIB

KAI Commuter Catat 303,9 Juta Pengguna hingga Oktober 2026

4 November 2026 - 13:05 WIB

KAI Services Hadirkan Milo, Mesin Pembersih Lantai Modern untuk Tingkatkan Kebersihan Stasiun

4 November 2026 - 12:24 WIB

GAPEKA 2026 Pangkas Waktu KA, Ini 10 Daftar Kereta Menjadi Lebih Cepat 1,5 Jam hingga 31 Menit

4 November 2026 - 11:58 WIB

Trending di PERON