Wartatrans.com, JAKARTA – PT Hotel Indonesia Natour atau InJourney Hospitality kembali menorehkan prestasi di bidang tata kelola perusahaan dan kepatuhan regulasi dengan meraih penghargaan Diamond kategori Prosper D dalam ajang Indonesia Regulatory Compliance Awards 2026 (IRCA 2026).
Penghargaan yang digelar Hukumonline di Hotel Le Meridien Jakarta itu menjadi pengakuan atas komitmen perusahaan dalam memperkuat implementasi Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, serta budaya kepatuhan sebagai fondasi transformasi bisnis berkelanjutan.

Penghargaan diterima langsung Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko InJourney Hospitality, Abraham Ismail.
“Ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk terus memperkuat budaya kepatuhan dan tata kelola perusahaan di tengah dinamika industri yang semakin kompleks dan penuh disrupsi,” ucapnya dalam keterangan resmi, Senin (25/5/2026).
“Di tengah lanskap bisnis yang semakin dinamis, kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko, menjaga integritas, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi menjadi faktor fundamental dalam menciptakan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.”
Menurutnya, kepatuhan bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, melainkan bagian dari upaya membangun sistem bisnis yang kredibel, adaptif, dan mampu memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Kami percaya tata kelola perusahaan yang kuat menjadi fondasi utama dalam memperkuat daya saing InJourney Hospitality sebagai perusahaan hospitality nasional yang mampu tumbuh berkelanjutan dan relevan di tingkat global,” ujarnya.
IRCA merupakan penghargaan tahunan yang diberikan kepada perusahaan maupun pimpinan perusahaan yang dinilai berhasil menjadi benchmark dalam implementasi kepatuhan regulasi, tata kelola perusahaan, serta praktik bisnis berkelanjutan di Indonesia.
Chief Executive Officer Hukumonline Arkka Dhiratara mengatakan, dunia usaha saat ini menghadapi tantangan besar akibat ketidakpastian global, mulai dari ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi, hingga percepatan transformasi digital dan artificial intelligence (AI).
Menurutnya, fungsi legal dan compliance kini tidak lagi sekadar berada di belakang layar, tetapi telah berkembang menjadi strategic enabler yang membantu perusahaan bergerak lebih cepat dan adaptif.
“Peran legal dan compliance saat ini bukan hanya memastikan kepatuhan terhadap kebijakan, tetapi juga mendukung perusahaan mengambil keputusan bisnis secara lebih tepat di tengah perubahan yang sangat cepat,” ujar Arkka.
IRCA 2026 diikuti 131 perusahaan dari 23 sektor industri. Seluruh peserta telah melalui proses pengumpulan dan penilaian data sejak Januari hingga Februari 2026.
Penjurian dilakukan dewan juri independen yang terdiri dari advokat senior, pakar tata kelola perusahaan, hingga mantan pimpinan KPK guna memastikan objektivitas dan kredibilitas penilaian.
Penilaiannya melalui metode self-assessment dengan pendekatan terstruktur yang mencakup evaluasi kepatuhan, efektivitas sosialisasi regulasi internal, pemanfaatan inovasi dan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, hingga implementasi manajemen risiko dan tata kelola perusahaan secara menyeluruh.
Raihan penghargaan tersebut sekaligus merefleksikan komitmen InJourney Hospitality dalam membangun praktik bisnis yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan guna mendukung terciptanya ekosistem usaha nasional yang sehat dan kompetitif di tingkat global. (omy)




























