Wartatrans.com, BANDUNG – Minat masyarakat menggunakan kereta api lokal di Jawa Barat terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah pelanggan layanan KA Lokal yang meliputi KA Walahar, Jatiluhur, Garut/Cibatuan, dan Bandung Raya mencapai 18.727.225 pelanggan sepanjang 2025 atau tumbuh 67,95 persen dibandingkan 2022 yang tercatat sebanyak 11.150.189 pelanggan.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran kereta api lokal dalam mendukung mobilitas harian masyarakat, mulai dari perjalanan menuju tempat kerja, sekolah, kampus, pusat perdagangan, hingga layanan publik.
Berdasarkan data KAI, jumlah pelanggan KA Lokal di Jawa Barat meningkat dari 11.150.189 pelanggan pada 2022 menjadi 14.721.896 pelanggan pada 2023. Angka itu kembali naik menjadi 16.159.460 pelanggan pada 2024 dan mencapai 18.727.225 pelanggan pada 2025.
Tren positif tersebut berlanjut pada tahun ini. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, layanan KA Lokal di Jawa Barat telah melayani 8.425.230 pelanggan, meningkat 103,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022 yang sebanyak 4.136.904 pelanggan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan KA Lokal memiliki peran strategis dalam menunjang aktivitas masyarakat karena melayani perjalanan rutin dengan frekuensi tinggi dan tarif yang terjangkau.
“Bagi banyak pelanggan, KA Lokal menjadi bagian dari rutinitas produktif mereka. Kereta api membantu masyarakat menjangkau tempat kerja, sekolah, pusat perdagangan, maupun layanan publik dengan waktu perjalanan yang lebih terukur dan biaya transportasi yang efisien,” ujar Anne dalam keterangan tertulis, Kamis (12/6/2026).
Dari empat layanan KA Lokal yang beroperasi di Jawa Barat, KA Bandung Raya mencatat jumlah pelanggan terbesar. Hingga Mei 2026, layanan tersebut melayani 4.724.036 pelanggan dan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di wilayah Bandung dan sekitarnya.
Sementara itu, KA Walahar melayani 1.807.649 pelanggan selama Januari–Mei 2026. Jumlah tersebut meningkat 161,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022 yang mencapai 691.782 pelanggan.
KAI juga mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan KA Garut/Cibatuan. Hingga Mei 2026, layanan tersebut telah melayani 1.317.737 pelanggan, naik 114,23 persen dibandingkan Januari–Mei 2022 yang tercatat sebanyak 615.111 pelanggan.
Adapun pertumbuhan tertinggi terjadi pada KA Jatiluhur. Jumlah pelanggan layanan ini meningkat dari 67.843 pelanggan pada Januari–Mei 2022 menjadi 575.808 pelanggan pada periode yang sama tahun 2026 atau melonjak 748,74 persen.
Menurut Anne, peningkatan jumlah pelanggan menunjukkan bahwa masyarakat semakin merasakan manfaat transportasi kereta api sebagai moda yang efisien, terjangkau, dan andal untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari.
Selain membantu mobilitas, keberadaan KA Lokal juga dinilai berkontribusi dalam menghemat biaya perjalanan masyarakat, memperluas akses terhadap peluang kerja dan pendidikan, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah yang dilalui jalur kereta api.
“Pertumbuhan pelanggan menunjukkan bahwa masyarakat semakin merasakan manfaat kereta api dalam kehidupan sehari-hari. KAI akan terus menjaga keandalan layanan KA Lokal agar manfaat tersebut dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat,” tutup Anne.(fahmi)
































