Menu

Mode Gelap
INACA: Indonesia Aero Summit 2026 Bahas Sustainable Aviation Ecosystem PTP Nonpetikemas Cabang Panjang Bongkar Muat 7.000 Ton Pupuk Curah Indonesia Optimalkan Selat Malaka untuk Perdagangan Maritim Peningkatan Service Excellence, SPJM Gelar Sharing Session Bersama Mitra Strategis. LavAni Juara 1 Proliga 2026 Sektor Putra, SBY Memberi Apresiasi Bersama 14 BUMN, ASDP Bangun Kabupaten Raja Ampat Lebih Berkelanjutan

ANJUNGAN

PTP Nonpetikemas Cabang Panjang Bongkar Muat 7.000 Ton Pupuk Curah

badge-check


 Pelabuhan Panjang Perbesar

Pelabuhan Panjang

Wartatrans.com, LAMPUNG – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Panjang terus turut memperkuat perannya dalam mendukung upaya ketahanan pangan nasional melalui kelancaran distribusi pupuk untuk sektor pertanian.

Hal ini dilakukan melalui optimalisasi layanan bongkar muat yang andal dan terintegrasi di wilayah Lampung dan Sumatera Bagian Selatan.

Telah dilaksanakan kegiatan bongkar muat pupuk curah jenis Phonska sebanyak 7.000 ton di Terminal Curah Kering PTP Nonpetikemas Cabang Panjang.

Komoditas ini diangkut menggunakan kapal KM Bunga Teratai yang berasal dari Pelabuhan Gresik, Jawa Timur.

“Kapal mulai sandar pada 23 April 2026 dan direncanakan proses bongkar berlangsung hingga 25 April 2026,” tutur Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Panjang, Doddy Setiawan, Senin (27/4/2026).

Proses bongkar dilakukan langsung oleh PTP Nonpetikemas Cabang Panjang dengan memanfaatkan fasilitas pelabuhan yang tersedia, antara lain Gantry Luffing Crane, Hopper, dan Grab guna menunjang kelancaran operasional.

Adapun pupuk Phonska yang dibongkar merupakan pupuk milik PT Pupuk Indonesia dalam hal ini diwakili oleh PT Petrokopindo Cipta Selaras, yang akan digunakan dalam kegiatan pertanian, khususnya tanaman padi dan buah-buahan yang juga menjadi komoditas unggulan ekspor Provinsi Lampung.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pupuk nasional serta mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia.

Pihaknya terus berkomitmen dalam mendukung kelancaran distribusi logistik nasional, khususnya komoditas strategis seperti pupuk.

“Kami berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk sebagai komoditas strategis nasional. Melalui dukungan fasilitas dan pelayanan operasional yang optimal, kami berharap proses distribusi ini dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu, sehingga mampu menunjang kebutuhan industri pupuk serta sektor pertanian di wilayah ini,” ujar Doddy.

Produktivitas bongkar muat PTP Nonpetikemas Cabang Panjang pada triwulan pertama ini juga menunjukkan capaian positif.

Throughput curah kering tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5% dibandingkan target yang telah ditetapkan perusahaan.

PTP Nonpetikemas juga bertransformasi digital untuk memperkuat peran pengendalian operasi melalui Integrated Planning Control dengan mengoperasikan sistem PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose).

Sistem ini merupakan platform operasi terminal terintegrasi milik Pelindo yang digunakan untuk mengelola berbagai jenis kargo nonpetikemas secara digital, mencakup proses perencanaan, operasi, monitoring, pengendalian hingga pelaporan guna meningkatkan efisiensi dan standardisasi layanan pelabuhan di Indonesia.

“Didukung jaringan operasional di 11 wilayah pelabuhan di Indonesia bagian barat, PTP Nonpetikemas sebagai bagian dari Pelindo Group terus memperkuat layanan terminal nonpetikemas yang andal dan terintegrasi.

“Pengalaman dalam menangani berbagai jenis kargo, mulai dari curah cair, curah kering, hingga general cargo, menjadi fondasi dalam memastikan kelancaran arus logistik,” ujar Liestya Ary Anggraini, ASM Komunikasi Perusahaan & CSR PTP Nonpetikemas.

Pada triwulan I 2026 secara konsolidasi, kinerja throughput PTP Nonpetikemas mencapai 12,4 juta ton, meningkat 3,84% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 11,9 juta ton.

Komposisi throughput tersebut didominasi oleh curah kering sebesar 5,7 juta ton atau 46%, diikuti general cargo 2,9 juta ton atau 24%, curah cair 3 juta ton atau 25%, serta bag cargo sebesar 656 ribu ton atau 5%.

Melalui kegiatan ini, diharapkan distribusi bahan baku pupuk dapat berjalan lancar sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian nasional secara berkelanjutan. (omy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

INACA: Indonesia Aero Summit 2026 Bahas Sustainable Aviation Ecosystem

27 April 2026 - 14:43 WIB

Indonesia Optimalkan Selat Malaka untuk Perdagangan Maritim

27 April 2026 - 14:01 WIB

Setijadi

Peningkatan Service Excellence, SPJM Gelar Sharing Session Bersama Mitra Strategis.

27 April 2026 - 10:10 WIB

Bersama 14 BUMN, ASDP Bangun Kabupaten Raja Ampat Lebih Berkelanjutan

26 April 2026 - 19:55 WIB

Hajatan FIFGROUP Hadir Meriah di Bekasi, Dirangkai Peresmian Gedung Baru dan Solar Panel

26 April 2026 - 10:49 WIB

ABUPI Gelar Seminar Nasional dan Rakernas 2026, Dorong Sinergi dan Transformasi Pelabuhan Nasional

25 April 2026 - 19:36 WIB

KSOP Utama Tanjung Perak dan PT Terminal Teluk Lamong Uji Coba EAZI Zona Labuh 2, Percepat Layanan Kapal di Tanjung Perak

25 April 2026 - 17:49 WIB

Pangkalan Penjagaan Laut Tanjung Priok Tangkap MT. HASIL, Berkas P.21 Pertegas Penegakan Hukum di Laut

25 April 2026 - 17:00 WIB

Dirut PTP Nonpetikemas Sabet Penghargaan Most Innovation di Indonesia Best 50 CEO Awards 2026

24 April 2026 - 15:07 WIB

Sinergi Operasional IPC TPK dan PTP Nonpetikemas di Teluk Bayur Perkuat Kinerja Bongkar Muat

23 April 2026 - 18:32 WIB

Trending di ANJUNGAN