Menu

Mode Gelap
ASDP Salurkan Rp1 Miliar, Dukung Penguatan Infrastruktur Desa Adat Bali Kapolres Lhokseumawe Uji Layanan Darurat 110 Saat Beri Kuliah Umum di UIN Sultanah Nahrasiyah Rem blong, Diduga Hilang Kendali, Truk Fuso Bermuatan Semen Tewaskan Lansia di Timang Gajah Dukung Target Nasional 2060, KAI Luncurkan Strategi Net Zero Emission Catatan Iwan Piliang: Jejak Inspiratif Irwan Mussry Tingkatkan Kedisiplinan, KAI Services Gelar Pembinaan Security LRT Jabodebek

ANJUNGAN

PTP Nonpetikemas Cabang Panjang Bongkar Muat 7.000 Ton Pupuk Curah

badge-check


 Pelabuhan Panjang Perbesar

Pelabuhan Panjang

Wartatrans.com, LAMPUNG – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Panjang terus turut memperkuat perannya dalam mendukung upaya ketahanan pangan nasional melalui kelancaran distribusi pupuk untuk sektor pertanian.

Hal ini dilakukan melalui optimalisasi layanan bongkar muat yang andal dan terintegrasi di wilayah Lampung dan Sumatera Bagian Selatan.

Telah dilaksanakan kegiatan bongkar muat pupuk curah jenis Phonska sebanyak 7.000 ton di Terminal Curah Kering PTP Nonpetikemas Cabang Panjang.

Komoditas ini diangkut menggunakan kapal KM Bunga Teratai yang berasal dari Pelabuhan Gresik, Jawa Timur.

“Kapal mulai sandar pada 23 April 2026 dan direncanakan proses bongkar berlangsung hingga 25 April 2026,” tutur Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Panjang, Doddy Setiawan, Senin (27/4/2026).

Proses bongkar dilakukan langsung oleh PTP Nonpetikemas Cabang Panjang dengan memanfaatkan fasilitas pelabuhan yang tersedia, antara lain Gantry Luffing Crane, Hopper, dan Grab guna menunjang kelancaran operasional.

Adapun pupuk Phonska yang dibongkar merupakan pupuk milik PT Pupuk Indonesia dalam hal ini diwakili oleh PT Petrokopindo Cipta Selaras, yang akan digunakan dalam kegiatan pertanian, khususnya tanaman padi dan buah-buahan yang juga menjadi komoditas unggulan ekspor Provinsi Lampung.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pupuk nasional serta mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia.

Pihaknya terus berkomitmen dalam mendukung kelancaran distribusi logistik nasional, khususnya komoditas strategis seperti pupuk.

“Kami berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk sebagai komoditas strategis nasional. Melalui dukungan fasilitas dan pelayanan operasional yang optimal, kami berharap proses distribusi ini dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu, sehingga mampu menunjang kebutuhan industri pupuk serta sektor pertanian di wilayah ini,” ujar Doddy.

Produktivitas bongkar muat PTP Nonpetikemas Cabang Panjang pada triwulan pertama ini juga menunjukkan capaian positif.

Throughput curah kering tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5% dibandingkan target yang telah ditetapkan perusahaan.

PTP Nonpetikemas juga bertransformasi digital untuk memperkuat peran pengendalian operasi melalui Integrated Planning Control dengan mengoperasikan sistem PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose).

Sistem ini merupakan platform operasi terminal terintegrasi milik Pelindo yang digunakan untuk mengelola berbagai jenis kargo nonpetikemas secara digital, mencakup proses perencanaan, operasi, monitoring, pengendalian hingga pelaporan guna meningkatkan efisiensi dan standardisasi layanan pelabuhan di Indonesia.

“Didukung jaringan operasional di 11 wilayah pelabuhan di Indonesia bagian barat, PTP Nonpetikemas sebagai bagian dari Pelindo Group terus memperkuat layanan terminal nonpetikemas yang andal dan terintegrasi.

“Pengalaman dalam menangani berbagai jenis kargo, mulai dari curah cair, curah kering, hingga general cargo, menjadi fondasi dalam memastikan kelancaran arus logistik,” ujar Liestya Ary Anggraini, ASM Komunikasi Perusahaan & CSR PTP Nonpetikemas.

Pada triwulan I 2026 secara konsolidasi, kinerja throughput PTP Nonpetikemas mencapai 12,4 juta ton, meningkat 3,84% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 11,9 juta ton.

Komposisi throughput tersebut didominasi oleh curah kering sebesar 5,7 juta ton atau 46%, diikuti general cargo 2,9 juta ton atau 24%, curah cair 3 juta ton atau 25%, serta bag cargo sebesar 656 ribu ton atau 5%.

Melalui kegiatan ini, diharapkan distribusi bahan baku pupuk dapat berjalan lancar sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian nasional secara berkelanjutan. (omy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

ASDP Salurkan Rp1 Miliar, Dukung Penguatan Infrastruktur Desa Adat Bali

11 Juni 2026 - 21:22 WIB

Catatan Iwan Piliang: Jejak Inspiratif Irwan Mussry

11 Juni 2026 - 20:34 WIB

Jasa Raharja Bali dan Polda Bali Tingkatkan Sinergi, Perkuat Kepatuhan dan Layanan

11 Juni 2026 - 20:02 WIB

Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 Digelar 11 Juni – 12 Juli 2026 di JIExpo Kemayoran

11 Juni 2026 - 19:35 WIB

Gandeng Pengemudi Ojol, Jasa Raharja Bali Sosialisasi Fitur Lapor Laka

11 Juni 2026 - 18:59 WIB

PELNI Komitmem Wujudkan Ruang Kerja Aman dan Inklusif

11 Juni 2026 - 16:09 WIB

Angkutan Penyeberangan Tertekan Rupiah Melemah, Minta Penyesuaian Tarif

11 Juni 2026 - 15:58 WIB

KSOP Cirebon Kerja Sama dengan 3 Lembaga Pendidikan, Tingkatkan Kualitas SDM Maritim

11 Juni 2026 - 14:36 WIB

Rute Baru Gold Star Line Tambah Direct Connectivity IPC TPK ke Tiongkok Selatan

11 Juni 2026 - 12:32 WIB

Kemenhub Gandeng Finnet, MaritimHub Kini Hadirkan Sistem Pembayaran Digital Terintegrasi

11 Juni 2026 - 12:25 WIB

Trending di ANJUNGAN