Menu

Mode Gelap
Menhub Dudy: Hari Kedua Pencarian, Penumpang Selamat KMP Virgo Tambah 1 Orang Aceh Culinary Festival, Perkuat Narasi Kuliner Khas Aceh Longsor Kembali Terjang Aceh Tengah, 1 Anak Meninggal dan 13 Warga Luka Latihan Alam Kuflet: Pembentukan Generasi Seniman yang Berkarakter Pembinaan Keterampilan Gambar Bercerita bagi Siswa Sekolah Dasar Jelang 500 Tahun Jakarta, 848 Rumah Ungkap Potret Tantangan Hunian Layak

ANJUNGAN

PTP Nonpetikemas Cabang Panjang Bongkar Muat 7.000 Ton Pupuk Curah

badge-check


 Pelabuhan Panjang Perbesar

Pelabuhan Panjang

Wartatrans.com, LAMPUNG – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Panjang terus turut memperkuat perannya dalam mendukung upaya ketahanan pangan nasional melalui kelancaran distribusi pupuk untuk sektor pertanian.

Hal ini dilakukan melalui optimalisasi layanan bongkar muat yang andal dan terintegrasi di wilayah Lampung dan Sumatera Bagian Selatan.

Telah dilaksanakan kegiatan bongkar muat pupuk curah jenis Phonska sebanyak 7.000 ton di Terminal Curah Kering PTP Nonpetikemas Cabang Panjang.

Komoditas ini diangkut menggunakan kapal KM Bunga Teratai yang berasal dari Pelabuhan Gresik, Jawa Timur.

“Kapal mulai sandar pada 23 April 2026 dan direncanakan proses bongkar berlangsung hingga 25 April 2026,” tutur Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Panjang, Doddy Setiawan, Senin (27/4/2026).

Proses bongkar dilakukan langsung oleh PTP Nonpetikemas Cabang Panjang dengan memanfaatkan fasilitas pelabuhan yang tersedia, antara lain Gantry Luffing Crane, Hopper, dan Grab guna menunjang kelancaran operasional.

Adapun pupuk Phonska yang dibongkar merupakan pupuk milik PT Pupuk Indonesia dalam hal ini diwakili oleh PT Petrokopindo Cipta Selaras, yang akan digunakan dalam kegiatan pertanian, khususnya tanaman padi dan buah-buahan yang juga menjadi komoditas unggulan ekspor Provinsi Lampung.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pupuk nasional serta mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia.

Pihaknya terus berkomitmen dalam mendukung kelancaran distribusi logistik nasional, khususnya komoditas strategis seperti pupuk.

“Kami berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk sebagai komoditas strategis nasional. Melalui dukungan fasilitas dan pelayanan operasional yang optimal, kami berharap proses distribusi ini dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu, sehingga mampu menunjang kebutuhan industri pupuk serta sektor pertanian di wilayah ini,” ujar Doddy.

Produktivitas bongkar muat PTP Nonpetikemas Cabang Panjang pada triwulan pertama ini juga menunjukkan capaian positif.

Throughput curah kering tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5% dibandingkan target yang telah ditetapkan perusahaan.

PTP Nonpetikemas juga bertransformasi digital untuk memperkuat peran pengendalian operasi melalui Integrated Planning Control dengan mengoperasikan sistem PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose).

Sistem ini merupakan platform operasi terminal terintegrasi milik Pelindo yang digunakan untuk mengelola berbagai jenis kargo nonpetikemas secara digital, mencakup proses perencanaan, operasi, monitoring, pengendalian hingga pelaporan guna meningkatkan efisiensi dan standardisasi layanan pelabuhan di Indonesia.

“Didukung jaringan operasional di 11 wilayah pelabuhan di Indonesia bagian barat, PTP Nonpetikemas sebagai bagian dari Pelindo Group terus memperkuat layanan terminal nonpetikemas yang andal dan terintegrasi.

“Pengalaman dalam menangani berbagai jenis kargo, mulai dari curah cair, curah kering, hingga general cargo, menjadi fondasi dalam memastikan kelancaran arus logistik,” ujar Liestya Ary Anggraini, ASM Komunikasi Perusahaan & CSR PTP Nonpetikemas.

Pada triwulan I 2026 secara konsolidasi, kinerja throughput PTP Nonpetikemas mencapai 12,4 juta ton, meningkat 3,84% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 11,9 juta ton.

Komposisi throughput tersebut didominasi oleh curah kering sebesar 5,7 juta ton atau 46%, diikuti general cargo 2,9 juta ton atau 24%, curah cair 3 juta ton atau 25%, serta bag cargo sebesar 656 ribu ton atau 5%.

Melalui kegiatan ini, diharapkan distribusi bahan baku pupuk dapat berjalan lancar sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian nasional secara berkelanjutan. (omy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Menhub Dudy: Hari Kedua Pencarian, Penumpang Selamat KMP Virgo Tambah 1 Orang

14 September 2026 - 13:01 WIB

Dari Modal ke Kemandirian, Lima Tahun Holding Ultra Mikro Dorong Jutaan Nasabah Naik Kelas

13 September 2026 - 23:35 WIB

Menhub Dudy Instruksikan Evakuasi Penumpang KMP Virgo Transport 8 jadi Prioritas

13 September 2026 - 20:23 WIB

Cegah Gratifikasi, Terminal Teluk Lamong Perkuat Budaya Integritas di Lingkungan Perusahaan

13 September 2026 - 20:02 WIB

Brantas Abipraya Sabet 4 Penghargaan di Ajang TOP GRC Awards 2026

13 September 2026 - 18:39 WIB

Insiden KMP Virgo Transport 8, Sebanyak 6 Penumpang Meninggal

13 September 2026 - 17:25 WIB

Kemenhub Koordinasikan Operasi SAR dan Evakuasi Korban KMP Virgo Transport 8

13 September 2026 - 16:20 WIB

Strategi BCA Tangkap Pasar KPR 2026, Tawarkan Rumah Mulai Rp220 Juta

13 September 2026 - 16:09 WIB

KN Kunyit Disnav Banjarmasin Bergerak Evakuasi Penumpang Feri Virgo Transport 8

13 September 2026 - 13:48 WIB

MT Mauhau Bantu Penyelamatan Penumpang Kapal Feri Virgo Transport 8 yang Tenggelam

13 September 2026 - 13:34 WIB

Trending di ANJUNGAN