Menu ✖

Mode Gelap
BRI Life Dukung Literasi & Gerakan Road Safety di Kalangan Mahasiswa Kemenhub Optimalisasi Pemanfatan Barang Milik Negara Pelajar se-Sumatera Barat Pentas Bersama dalam Penutupan Workshop Apresiasi Sastra dan Pertunjukan Puisi Catatan Iwan Piliang: Dari Ranah Minang Ke Singapura – Jejak Besar yang Terlupakan  Prabowo Tekankan Kedaulatan Data Nasional, Pemerintah Siapkan UU Satu Data Indonesia IDSurvey Tegaskan Peran Strategis Pemastian Mutu untuk Daya Saing Industri Nasional

ANJUNGAN

PTP Nonpetikemas Cabang Panjang Bongkar Muat 7.000 Ton Pupuk Curah

badge-check


 Pelabuhan Panjang Perbesar

Pelabuhan Panjang

Wartatrans.com, LAMPUNG – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Panjang terus turut memperkuat perannya dalam mendukung upaya ketahanan pangan nasional melalui kelancaran distribusi pupuk untuk sektor pertanian.

Hal ini dilakukan melalui optimalisasi layanan bongkar muat yang andal dan terintegrasi di wilayah Lampung dan Sumatera Bagian Selatan.

Telah dilaksanakan kegiatan bongkar muat pupuk curah jenis Phonska sebanyak 7.000 ton di Terminal Curah Kering PTP Nonpetikemas Cabang Panjang.

Komoditas ini diangkut menggunakan kapal KM Bunga Teratai yang berasal dari Pelabuhan Gresik, Jawa Timur.

“Kapal mulai sandar pada 23 April 2026 dan direncanakan proses bongkar berlangsung hingga 25 April 2026,” tutur Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Panjang, Doddy Setiawan, Senin (27/4/2026).

Proses bongkar dilakukan langsung oleh PTP Nonpetikemas Cabang Panjang dengan memanfaatkan fasilitas pelabuhan yang tersedia, antara lain Gantry Luffing Crane, Hopper, dan Grab guna menunjang kelancaran operasional.

Adapun pupuk Phonska yang dibongkar merupakan pupuk milik PT Pupuk Indonesia dalam hal ini diwakili oleh PT Petrokopindo Cipta Selaras, yang akan digunakan dalam kegiatan pertanian, khususnya tanaman padi dan buah-buahan yang juga menjadi komoditas unggulan ekspor Provinsi Lampung.

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan pupuk nasional serta mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan di Indonesia.

Pihaknya terus berkomitmen dalam mendukung kelancaran distribusi logistik nasional, khususnya komoditas strategis seperti pupuk.

“Kami berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran distribusi pupuk sebagai komoditas strategis nasional. Melalui dukungan fasilitas dan pelayanan operasional yang optimal, kami berharap proses distribusi ini dapat berjalan lebih efisien dan tepat waktu, sehingga mampu menunjang kebutuhan industri pupuk serta sektor pertanian di wilayah ini,” ujar Doddy.

Produktivitas bongkar muat PTP Nonpetikemas Cabang Panjang pada triwulan pertama ini juga menunjukkan capaian positif.

Throughput curah kering tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5% dibandingkan target yang telah ditetapkan perusahaan.

PTP Nonpetikemas juga bertransformasi digital untuk memperkuat peran pengendalian operasi melalui Integrated Planning Control dengan mengoperasikan sistem PTOS-M (Pelindo Terminal Operating System Multipurpose).

Sistem ini merupakan platform operasi terminal terintegrasi milik Pelindo yang digunakan untuk mengelola berbagai jenis kargo nonpetikemas secara digital, mencakup proses perencanaan, operasi, monitoring, pengendalian hingga pelaporan guna meningkatkan efisiensi dan standardisasi layanan pelabuhan di Indonesia.

“Didukung jaringan operasional di 11 wilayah pelabuhan di Indonesia bagian barat, PTP Nonpetikemas sebagai bagian dari Pelindo Group terus memperkuat layanan terminal nonpetikemas yang andal dan terintegrasi.

“Pengalaman dalam menangani berbagai jenis kargo, mulai dari curah cair, curah kering, hingga general cargo, menjadi fondasi dalam memastikan kelancaran arus logistik,” ujar Liestya Ary Anggraini, ASM Komunikasi Perusahaan & CSR PTP Nonpetikemas.

Pada triwulan I 2026 secara konsolidasi, kinerja throughput PTP Nonpetikemas mencapai 12,4 juta ton, meningkat 3,84% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 11,9 juta ton.

Komposisi throughput tersebut didominasi oleh curah kering sebesar 5,7 juta ton atau 46%, diikuti general cargo 2,9 juta ton atau 24%, curah cair 3 juta ton atau 25%, serta bag cargo sebesar 656 ribu ton atau 5%.

Melalui kegiatan ini, diharapkan distribusi bahan baku pupuk dapat berjalan lancar sehingga mampu mendukung produktivitas pertanian nasional secara berkelanjutan. (omy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Kemenhub Optimalisasi Pemanfatan Barang Milik Negara

30 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Pelindo Perkuat Sinergi dengan Jamdatun

30 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Menhub Dudy Dorong USABC Investasi di Sektor Transportasi

30 Oktober 2026 - 11:03 WIB

IDSurvey Andalkan Inspeksi dan Sertifikasi untuk Tingkatkan Daya Saing Industri Indonesia

30 Oktober 2026 - 09:08 WIB

APGLI Ajak Pelaku Industri Angkutan Logistik Makin Ramah Lingkungan

30 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Wamenhub Buka Munas IX APBMI, Capt. H. Juswandi Kristanto Kembali Jadi Ketua Umum Periode 2026-2031

29 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Jelang Nataru, Jasa Raharja Bersiap Perkuat Kesiapsiagaan dan Kolaborasi

28 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Fasilitas FL Technics di Bali Resmi Raih Sertifikasi Global EASA Part-145

28 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Komitmen ASDP Hubungkan Nusantara melalui 232 Lintasan Perintis

28 Oktober 2026 - 19:36 WIB

KKP Salurkan 100 Ribu Benih Lele di Bantul, Dorong Ekonomi Masyarakat

28 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Trending di EKOBIS