Menu

Mode Gelap
PTP Nonpetikemas Cirebon Turut Jaga Kelancaran Pasokan Nasional Kemenhub Pastikan Kesiapan Operasional Sistem Navigasi Penerbangan Nasional GMFI Bukukan Laba USD33,9 Juta, Transformasi Bisnis Mulai Berbuah Manis Komisi V DPR Apresiasi Kesiapan Operasional Sistem Navigasi Penerbangan Nasional AirNav Forum Kehumasan Pelindo Regional 4, Perkuat Kompetensi Komunikasi dan Keterbukaan Informasi IPCM Ukir Prestasi Lewat Penghargaan Indonesia Best CSR untuk Sektor Pilotage & Towage

ANJUNGAN

PTP Nonpetikemas Cirebon Turut Jaga Kelancaran Pasokan Nasional

badge-check


 Aktivitas di Pelabuhan Cirebon Perbesar

Aktivitas di Pelabuhan Cirebon

Wartatrans.com, CIREBON – PT PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon memperkuat perannya dalam menjaga kelancaran rantai pasok logistik nasional melalui pelayanan bongkar muat berbagai komoditas strategis, salah satunya impor garam curah.

Ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung stabilitas pasokan nasional dan kebutuhan industri.

Mendukung kondusivitas alur kerja tersebut, perusahaan juga terus memperkuat pengendalian lingkungan melalui program HSSE guna mendukung operasional pelabuhan yang aman dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Cabang Cirebon pada Selasa (21/5/2026), PTP Nonpetikemas berhasil melayani bongkar impor garam curah sebanyak 14.983 ton asal Australia menggunakan metode ship to ship (STS), sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan distribusi logistik berjalan efisien, andal, dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan garam nasional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi masyarakat di tengah tingginya permintaan domestik,” ungkap Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon Hari Priyatna, Jumat (22/5/2026).

Proses bongkar dilakukan melalui pemindahan muatan dari kapal MV IPSWICH BAY ke BG Emmery 28 dan BG Castbay 3002 dengan kapasitas masing-masing lebih kurang 7.500 ton sebelum dibawa menuju ke dermaga Pelabuhan Cirebon dan dikirim ke stockpile milik PT Niaga Garam Cemerlang.

Dia mengatakan, metode STS menjadi solusi strategis dalam memastikan distribusi komoditas curah tetap berjalan lancar dan efisien guna mendukung kebutuhan logistik nasional.

“Pelaksanaan bongkar muat dengan metode ship to ship ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan operasional yang efektif, aman, dan efisien guna mendukung kelancaran rantai pasok logistik nasional, khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya,” urainya.

Sebagai salah satu pelabuhan multipurpose di jalur Pantura Jawa Barat, Pelabuhan Cirebon memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi berbagai komoditas nasional.

Selain garam, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon juga melayani komoditas curah kering lainnya seperti batubara, pasir, semen, gypsum, jagung, cangkang sawit, bungkil dan juga komoditas curah cair seperti aspal, RBD oiled, CPO, bio solar, serta komoditas general cargo seperti project cargo, offshore/rig.

Kinerja operasional PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon juga menunjukkan tren positif.

“Hingga April 2026, realisasi trafik tercatat mencapai 1.359.261 ton/m3 atau tumbuh 27,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1.062.634 ton/m3,” ucap dia.

Capaian tersebut juga melampaui RKAP s.d April 2026 sebesar 104,27 persen dengan realisasi April 2026 mencapai 433.747 ton/m3.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin kuatnya peran Pelabuhan Cirebon sebagai salah satu simpul logistik strategis yang mendukung aktivitas industri dan distribusi barang di tingkat nasional.

Di sisi lain, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon juga terus memperkuat komitmennya terhadap aspek HSSE, khususnya dalam penguatan aspek lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan operasional perusahaan serta menciptakan aktivitas kepelabuhanan yang aman, tertib, dan ramah lingkungan.

Salah satu program yang dijalankan adalah pemasangan pagar jaring penahan debu guna meminimalisasi dampak sebaran debu terhadap lingkungan sekitar, menjaga kualitas udara di area pelabuhan, serta meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan operasional bagi pekerja maupun masyarakat di sekitar wilayah pelabuhan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan operasional pelabuhan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

“Seluruh proses operasional dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, keamanan pelayaran, serta kepatuhan terhadap standar operasional dan lingkungan melalui koordinasi bersama operator terminal, pihak kapal, tenaga kerja bongkar muat, dan instansi terkait,” imbuh Hari.

Melalui penguatan layanan operasional dan pengendalian lingkungan tersebut, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon optimistis dapat terus mendukung kelancaran logistik nasional sekaligus menciptakan aktivitas kepelabuhanan yang modern, andal, dan berdaya saing.

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Sinergi Media

Pelabuhan Ciwandan

Dalam upaya memperkuat keterbukaan informasi publik dan membangun sinergitas dengan insan media terus dilakukan Pelindo Regional 2 Banten.

Bersama PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Non Petikemas), perusahaan menggelar kegiatan Portpress dan media visit di Pelabuhan Ciwandan, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan media lokal maupun nasional untuk melihat langsung fasilitas, layanan, hingga aktivitas operasional Pelabuhan Ciwandan yang menjadi salah satu simpul penting logistik, industri, dan transportasi di wilayah Banten.

General Manager Pelindo Regional 2 Banten Benny Ariadi menyatakan, Pelabuhan Ciwandan memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi logistik nasional, khususnya untuk komoditas curah kering, curah cair, hingga general cargo sebagai bahan baku industri.

“Perkembangan industri dan kebutuhan pengguna jasa terus bergerak dinamis. Karena itu pelayanan kepelabuhanan juga harus mampu beradaptasi melalui implementasi sistem terminalisasi yang lebih fokus, cepat, dan profesional agar dapat memberikan layanan optimal serta mendukung kelancaran logistik nasional,” ungkap Benny.

Menurutnya, terminalisasi di Pelabuhan Ciwandan menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan kepelabuhanan yang lebih spesifik, terintegrasi, dan profesional sesuai karakteristik komoditas yang dilayani.

Dengan sistem tersebut, aktivitas logistik diharapkan semakin efisien, terukur, dan transparan. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

GMFI Bukukan Laba USD33,9 Juta, Transformasi Bisnis Mulai Berbuah Manis

22 Mei 2026 - 19:52 WIB

Forum Kehumasan Pelindo Regional 4, Perkuat Kompetensi Komunikasi dan Keterbukaan Informasi

22 Mei 2026 - 15:24 WIB

IPCM Ukir Prestasi Lewat Penghargaan Indonesia Best CSR untuk Sektor Pilotage & Towage

22 Mei 2026 - 15:16 WIB

Operasikan 316 Bus Listrik, DAMRI Bagikan Pengalaman Elektrifikasi di Busworld Southeast Asia 2026

22 Mei 2026 - 12:50 WIB

Rangga Titiswara Bangun Bisnis Kuliner dengan Fokus pada Pelayanan dan Pengembangan SDM

21 Mei 2026 - 22:01 WIB

PELNI Raih CSR Award 2026 Berkat Sukses Berdayakan Warga Desa di Cianjur

21 Mei 2026 - 19:47 WIB

ASDP: Dermaga Bajoe Lebih Andal, Kapasitas MB kini 50 Ton

21 Mei 2026 - 19:27 WIB

Peningkatan Kompetensi Gardener, Langkah Awal Pengayaan Diversitas Tumbuhan di PT Terminal Teluk Lamong

21 Mei 2026 - 19:18 WIB

Pelindo Siap Percepat Tanjung Carat, Dukung Penuh Integrasi Pelabuhan dan Logistik Sumsel

21 Mei 2026 - 19:10 WIB

Ayo Serbu, Ada 300 Ribu Kursi Penerbangan Garuda Harga Spesial di SOTF

21 Mei 2026 - 16:39 WIB

Trending di EKOBIS