Menu ✖

Mode Gelap
Gangguan LRT Jabodebek Pagi Hari, Penumpang Jatimulya-Dukuh Atas Dialihkan di Halim Belajar dari Bogor dan Semarang, Djoko Setijowarno Ingatkan Lima Tantangan Trem Bali Korban Tewas Karhutla Gunung Bromo Bertambah Jadi Empat Orang, Dua Relawan Luka Bakar Serius KRL Buatan INKA Bermasalah Lagi, Dua Rangkaian Gangguan hingga 5 Perjalanan Dibatalkan KAI Siapkan Integrasi LRT Jakarta dan Stasiun Manggarai, 8,17 Juta Aktivitas KRL Tercatat Hingga 2026, KAI Rawat 17.025 Bantalan Rel KA Beton dan 3.556 Bantalan Sintetis

ANJUNGAN

PTP Nonpetikemas Cirebon Turut Jaga Kelancaran Pasokan Nasional

badge-check


 Aktivitas di Pelabuhan Cirebon Perbesar

Aktivitas di Pelabuhan Cirebon

Wartatrans.com, CIREBON – PT PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon memperkuat perannya dalam menjaga kelancaran rantai pasok logistik nasional melalui pelayanan bongkar muat berbagai komoditas strategis, salah satunya impor garam curah.

Ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung stabilitas pasokan nasional dan kebutuhan industri.

Mendukung kondusivitas alur kerja tersebut, perusahaan juga terus memperkuat pengendalian lingkungan melalui program HSSE guna mendukung operasional pelabuhan yang aman dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Cabang Cirebon pada Selasa (21/5/2026), PTP Nonpetikemas berhasil melayani bongkar impor garam curah sebanyak 14.983 ton asal Australia menggunakan metode ship to ship (STS), sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan distribusi logistik berjalan efisien, andal, dan berkelanjutan.

“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas pasokan garam nasional, khususnya untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi masyarakat di tengah tingginya permintaan domestik,” ungkap Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon Hari Priyatna, Jumat (22/5/2026).

Proses bongkar dilakukan melalui pemindahan muatan dari kapal MV IPSWICH BAY ke BG Emmery 28 dan BG Castbay 3002 dengan kapasitas masing-masing lebih kurang 7.500 ton sebelum dibawa menuju ke dermaga Pelabuhan Cirebon dan dikirim ke stockpile milik PT Niaga Garam Cemerlang.

Dia mengatakan, metode STS menjadi solusi strategis dalam memastikan distribusi komoditas curah tetap berjalan lancar dan efisien guna mendukung kebutuhan logistik nasional.

“Pelaksanaan bongkar muat dengan metode ship to ship ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan pelayanan operasional yang efektif, aman, dan efisien guna mendukung kelancaran rantai pasok logistik nasional, khususnya di wilayah Cirebon dan sekitarnya,” urainya.

Sebagai salah satu pelabuhan multipurpose di jalur Pantura Jawa Barat, Pelabuhan Cirebon memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi berbagai komoditas nasional.

Selain garam, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon juga melayani komoditas curah kering lainnya seperti batubara, pasir, semen, gypsum, jagung, cangkang sawit, bungkil dan juga komoditas curah cair seperti aspal, RBD oiled, CPO, bio solar, serta komoditas general cargo seperti project cargo, offshore/rig.

Kinerja operasional PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon juga menunjukkan tren positif.

“Hingga April 2026, realisasi trafik tercatat mencapai 1.359.261 ton/m3 atau tumbuh 27,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1.062.634 ton/m3,” ucap dia.

Capaian tersebut juga melampaui RKAP s.d April 2026 sebesar 104,27 persen dengan realisasi April 2026 mencapai 433.747 ton/m3.

Peningkatan tersebut mencerminkan semakin kuatnya peran Pelabuhan Cirebon sebagai salah satu simpul logistik strategis yang mendukung aktivitas industri dan distribusi barang di tingkat nasional.

Di sisi lain, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon juga terus memperkuat komitmennya terhadap aspek HSSE, khususnya dalam penguatan aspek lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan operasional perusahaan serta menciptakan aktivitas kepelabuhanan yang aman, tertib, dan ramah lingkungan.

Salah satu program yang dijalankan adalah pemasangan pagar jaring penahan debu guna meminimalisasi dampak sebaran debu terhadap lingkungan sekitar, menjaga kualitas udara di area pelabuhan, serta meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan operasional bagi pekerja maupun masyarakat di sekitar wilayah pelabuhan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan operasional pelabuhan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

“Seluruh proses operasional dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, keamanan pelayaran, serta kepatuhan terhadap standar operasional dan lingkungan melalui koordinasi bersama operator terminal, pihak kapal, tenaga kerja bongkar muat, dan instansi terkait,” imbuh Hari.

Melalui penguatan layanan operasional dan pengendalian lingkungan tersebut, PTP Nonpetikemas Cabang Cirebon optimistis dapat terus mendukung kelancaran logistik nasional sekaligus menciptakan aktivitas kepelabuhanan yang modern, andal, dan berdaya saing.

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Sinergi Media

Pelabuhan Ciwandan

Dalam upaya memperkuat keterbukaan informasi publik dan membangun sinergitas dengan insan media terus dilakukan Pelindo Regional 2 Banten.

Bersama PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Non Petikemas), perusahaan menggelar kegiatan Portpress dan media visit di Pelabuhan Ciwandan, Selasa (19/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah perwakilan media lokal maupun nasional untuk melihat langsung fasilitas, layanan, hingga aktivitas operasional Pelabuhan Ciwandan yang menjadi salah satu simpul penting logistik, industri, dan transportasi di wilayah Banten.

General Manager Pelindo Regional 2 Banten Benny Ariadi menyatakan, Pelabuhan Ciwandan memiliki peran strategis dalam mendukung distribusi logistik nasional, khususnya untuk komoditas curah kering, curah cair, hingga general cargo sebagai bahan baku industri.

“Perkembangan industri dan kebutuhan pengguna jasa terus bergerak dinamis. Karena itu pelayanan kepelabuhanan juga harus mampu beradaptasi melalui implementasi sistem terminalisasi yang lebih fokus, cepat, dan profesional agar dapat memberikan layanan optimal serta mendukung kelancaran logistik nasional,” ungkap Benny.

Menurutnya, terminalisasi di Pelabuhan Ciwandan menjadi langkah strategis untuk menghadirkan layanan kepelabuhanan yang lebih spesifik, terintegrasi, dan profesional sesuai karakteristik komoditas yang dilayani.

Dengan sistem tersebut, aktivitas logistik diharapkan semakin efisien, terukur, dan transparan. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mantap, 2 Lintasan Utama ASDP Layani 33 Juta Penumpang Sepanjang 2025

16 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua

16 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Gapura Angkasa Sukses Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026

16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Pelindo Dukung Digitalisasi Koperasi TKBM, Perkuat Tata kelola dan Keselamatan Kerja di Pelabuhan Tanjung Priok

15 Oktober 2026 - 23:04 WIB

Hingga September 2026, Jasa Raharja Salurkan Santunan Korban Kecelakaan Rp2,19 Triliun

15 Oktober 2026 - 21:20 WIB

Momentum HUT Ke-56, INACA Ajak Semua Stakeholder Perkuat Industri Penerbangan

15 Oktober 2026 - 20:57 WIB

KAI Services Perluas Pasar Kuliner Kereta Lewat Pameran Pangan Nusa 2026

15 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Peduli Pendidikan, Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Salurkan Beasiswa untuk 50 Peserta Didik

15 Oktober 2026 - 19:55 WIB

1.300 Penari Siap Terangi Malam Banyuwangi, Tampil Glow in the Dark!

15 Oktober 2026 - 15:08 WIB

myJasfren Jasa Raharja Hadirkan Fitur Jaminanku, Akses Layanan jadi Makin Mudah

15 Oktober 2026 - 09:15 WIB

Trending di EKOBIS