Menu

Mode Gelap
Akhyar Kamil Kecam Pembatasan Kehadiran Warga Aceh pada Mubes PP TIM Haji Fikri Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Jawa Barat Semoga Semakin Maju dan Masyarakat Semakin Sejahtera OJK: Perusahaan Modal Ventura Berizin Berada dalam Pengawasan Ayo Serbu 390 Ribu Kursi Promo di Garuda Indonesia Travel Festival KAI Kembangkan TOD Manggarai Seluas 129 Hektare, Integrasikan KRL hingga TransJakarta Tak Bisa Berangkat Sesuai Jadwal? KAI Daop 1 Jakarta Sediakan Layanan Batal dan Reschedule Tiket

RAGAM

Aliansi Sipil Soroti Ancaman Militerisme dan Kemunduran Demokrasi

badge-check


 Aliansi Sipil Soroti Ancaman Militerisme dan Kemunduran Demokrasi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Peringatan 28 tahun Reformasi 1998 diwarnai kritik keras terhadap arah demokrasi Indonesia saat ini. Sejumlah organisasi masyarakat sipil, mahasiswa, hingga lembaga advokasi yang tergabung dalam *Aliansi Melawan Rezim Deformasi* menilai pemerintahan saat ini menunjukkan kecenderungan memperkuat militerisme dan mempersempit ruang demokrasi.

Dalam siaran pers yang dirilis Kamis (21/5), aliansi tersebut menyatakan bahwa cita-cita reformasi dinilai semakin menjauh dari semangat awal yang diperjuangkan rakyat pada 1998. Mereka menyoroti meningkatnya peran militer di ranah sipil yang dianggap berpotensi menghidupkan kembali praktik dwifungsi TNI.

Menurut aliansi, sejak pemerintahan Prabowo–Gibran dilantik pada Oktober 2024, terdapat sejumlah kebijakan yang dinilai memperluas keterlibatan TNI di luar fungsi pertahanan negara. Salah satu yang menjadi sorotan adalah revisi Undang-Undang TNI Tahun 2025 yang disebut mengurangi kontrol sipil terhadap pengerahan militer dalam operasi selain perang.

“Demokrasi Indonesia sedang mengalami kemunduran serius. Ruang sipil semakin menyempit dan kekuasaan negara cenderung semakin represif,” tulis pernyataan tersebut.

Aliansi juga menyoroti meningkatnya keterlibatan aparat militer dalam pengamanan aksi demonstrasi, patroli ruang publik, hingga pengawasan siber terhadap warga. Selain itu, rencana pembentukan 22 Komando Daerah Militer (Kodam) baru dan 500 Batalyon Teritorial Pembangunan disebut sebagai bentuk ekspansi militer yang dikhawatirkan berdampak pada meningkatnya konflik agraria dan kekerasan terhadap masyarakat.

Tak hanya itu, mereka juga menyinggung belum tuntasnya penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat masa lalu maupun berbagai dugaan kekerasan yang masih terjadi hingga kini. Aliansi menilai negara belum menunjukkan komitmen kuat untuk menghadirkan keadilan bagi korban.

Kasus dugaan percobaan pembunuhan terhadap aktivis Andrie Yunus yang disebut melibatkan anggota BAIS TNI turut disoroti. Mereka mengkritik penggunaan peradilan militer dalam kasus tersebut karena dianggap berpotensi melanggengkan impunitas.

Dalam pernyataannya, Aliansi Melawan Rezim Deformasi menyampaikan enam tuntutan utama, di antaranya mengembalikan TNI pada fungsi pertahanan negara, menghentikan represi terhadap warga sipil, menghentikan pembentukan komando teritorial baru, menarik militer dari Papua, menuntaskan pelanggaran HAM berat, serta mencabut kebijakan yang dianggap membatasi kebebasan sipil.

Aksi dan pernyataan sikap ini diinisiasi oleh berbagai organisasi mahasiswa, lembaga bantuan hukum, hingga organisasi masyarakat sipil seperti BEM UI, LBH Jakarta, Imparsial, WALHI, hingga sejumlah kelompok gerakan mahasiswa lainnya.

Mereka menutup pernyataan dengan seruan menjaga demokrasi dan melanjutkan semangat reformasi demi mencegah kembalinya praktik otoritarianisme di Indonesia.*** (Byl)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Akhyar Kamil Kecam Pembatasan Kehadiran Warga Aceh pada Mubes PP TIM

20 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Haji Fikri Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Jawa Barat Semoga Semakin Maju dan Masyarakat Semakin Sejahtera

19 Agustus 2026 - 22:35 WIB

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

19 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026

19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

PFN Targetkan Bioskop Sinewara Beroperasi 2027

19 Agustus 2026 - 14:07 WIB

Perayaan Hari Didong Didorong Miliki Landasan Perda

19 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Meriahkan HUT Ke-81 RI, Terminal Teluk Lamong Gelar Beragam Lomba dan Pesta Rakyat

18 Agustus 2026 - 21:53 WIB

IPCC Perkuat Keselamatan Kerja TKBM melalui Pelatihan Basic K3

18 Agustus 2026 - 21:44 WIB

Pesan Rakyat Aceh Kepada Juha Christensen

18 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Kids Fest 2026 Hadir di Takengon, Ajak Keluarga Isi Liburan dengan Lomba dan Edukasi Anak

18 Agustus 2026 - 19:33 WIB

Trending di RAGAM