Wartatrans.com, JAKARTA — Rencana pameran kartun “JAKARTUN: Jakarta dalam Kartun” yang akan digelar pada Juni mendatang mendapat sambutan dari berbagai kalangan, termasuk pegiat sektor kemaritiman. Salah satunya datang dari Capt. Wahyu Prihant, S.SiT, M.MTr, M.Mar, Kepala Bidang SBNP dan Armada Distrik Navigasi Tipe A Kelas 1 Samarinda, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.
Menurut Wahyu, penyelenggaraan pameran kartun yang digagas Putra Gara bersama sejumlah kartunis dinilai sebagai ruang kreatif yang penting di tengah situasi sosial perkotaan yang semakin padat dan serius. Ia menyebut Putra Gara sebagai sosok yang konsisten menjaga produktivitas berkesenian.

“Putra Gara itu kawan yang produktif dan kreatif. Pameran seperti ini penting karena kartun bukan sekadar hiburan, tapi juga cara menyampaikan kritik sosial dengan ringan,” kata Wahyu saat dimintai tanggapan terkait agenda pameran tersebut.
Pameran “JAKARTUN” direncanakan menghadirkan karya-karya kartun bertema kehidupan kota Jakarta, mulai dari isu sosial, budaya urban, kemacetan, hingga dinamika masyarakat sehari-hari. Sejumlah kartunis lintas generasi yang selama ini aktif di media. Seperti Imam Yuni (TEMPO), Non O (Kompas), Ifoed (INDOPOS), Slamet Widodo (Suara Merdeka), Munadi (Parahiyangan Pos) Priyo (Wartatrans), Jan Praba (Ketua Pakarti), Gatot (Sinar Harapan), dan Putra Gara.
Dalam perbincangan santai, Wahyu yang juga konsen pada pemajuan kebudayaan melontarkan gagasan lain yang tak kalah menarik. Ia mengusulkan agar para kartunis suatu saat menggelar pameran bertema maritim dengan tajuk “Nenek Moyangku Seorang Pelaut”.
Menurut dia, tema tersebut memiliki kedekatan historis dengan identitas bangsa Indonesia sebagai negara kepulauan. Melalui medium kartun, narasi kemaritiman dinilai bisa disampaikan dengan cara yang lebih akrab kepada publik, terutama generasi muda.
“Boleh juga kapan-kapan bikin pameran kartun ‘Nenek Moyangku Seorang Pelaut’. Banyak cerita laut yang bisa diangkat jadi satire maupun edukasi,” ujarnya sambil tertawa.
Gagasan itu dinilai menarik karena dunia kartun selama ini lebih banyak bersentuhan dengan isu politik dan perkotaan. Padahal, sektor maritim memiliki ruang cerita yang luas, mulai dari kehidupan pelaut, navigasi laut, budaya pesisir, hingga tantangan transportasi laut Indonesia.
Pameran “JAKARTUN” sendiri direncanakan berlangsung di Jakarta pada Juni 2026 dan menjadi ruang temu antara seni visual, humor, dan kritik sosial dalam wajah ibu kota.*** (PG)

























