Menu

Mode Gelap
Kartun Maritim dan Humor Sosial Bertemu di JAKARTUN Peduli Kesehatan Masyarakat, IPCC Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis PNM Mekaarpreneur Dorong UMKM Ultra Mikro Naik Kelas Lewat Pendampingan dan Inkubasi Bisnis Polisi Ajak Pekerja TKBM Pelabuhan Tanjung Priok Jaga Kamtibmas dan Utamakan Keselamatan Kerja Wakaf Al-Qur’an untuk Korban Bencana di Aceh Utara, Warga Meuraksa Puntet Sampaikan Terima Kasih Distribusi Semen via Kereta Api Capai Lebih 752 Ribu Ton pada Januari-April 2026

RAGAM

Aceh Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 4,5, Warga Pesisir Sempat Panik

badge-check


 Aceh Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 4,5, Warga Pesisir Sempat Panik Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Wilayah barat Aceh kembali diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,5 pada Rabu pagi (20/5/2026) sekitar pukul 09.03 WIB. Getaran gempa dirasakan warga di kawasan Sinabang dan sekitarnya hingga membuat sebagian masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah.

Berdasarkan data resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di laut sekitar 19 kilometer barat Sinabang, Kabupaten Simeulue, dengan kedalaman 16 kilometer. Titik koordinat gempa tercatat di 2,44 Lintang Utara dan 96,20 Bujur Timur.

BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas subduksi lempeng di kawasan barat Sumatra. Meski tidak berpotensi tsunami, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

Getaran gempa dilaporkan dirasakan di wilayah Simeulue dengan skala intensitas II–III MMI. Pada skala tersebut, getaran terasa nyata di dalam rumah dan benda-benda ringan yang digantung tampak bergoyang. Sejumlah warga mengaku merasakan getaran selama beberapa detik sehingga aktivitas masyarakat sempat terhenti sesaat, terutama di kawasan pesisir yang rawan terdampak bencana.

Hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Aparat bersama petugas terkait masih melakukan pemantauan di sejumlah wilayah terdampak guna memastikan kondisi masyarakat tetap aman.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh Besar menjelaskan bahwa gempa di wilayah Simeulue merupakan bagian dari aktivitas tektonik aktif di jalur subduksi Sumatra yang memang kerap memicu gempa bumi di kawasan Aceh dan sekitarnya. Hingga pukul 09.47 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.

BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya serta tetap mengikuti informasi resmi pemerintah maupun kanal resmi BMKG.

Aceh sendiri merupakan salah satu daerah paling rawan gempa di Indonesia karena berada di kawasan cincin api Pasifik (Ring of Fire) dan jalur pertemuan lempeng Indo-Australia dengan Eurasia. Kondisi ini membuat wilayah Aceh kerap mengalami aktivitas seismik, baik gempa kecil maupun gempa berkekuatan besar.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya edukasi mitigasi bencana, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan daerah rawan gempa. Kesiapsiagaan masyarakat dinilai menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko ketika bencana terjadi sewaktu-waktu.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kartun Maritim dan Humor Sosial Bertemu di JAKARTUN

20 Mei 2026 - 22:52 WIB

Peduli Kesehatan Masyarakat, IPCC Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis

20 Mei 2026 - 21:46 WIB

Polisi Ajak Pekerja TKBM Pelabuhan Tanjung Priok Jaga Kamtibmas dan Utamakan Keselamatan Kerja

20 Mei 2026 - 21:28 WIB

Wakaf Al-Qur’an untuk Korban Bencana di Aceh Utara, Warga Meuraksa Puntet Sampaikan Terima Kasih

20 Mei 2026 - 20:59 WIB

Literasi untuk Kesejahteraan, Pekan Perpustakaan Untidar Hadirkan Semangat Menulis dan Passive Income

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

IPC IPC TPK Panjang Tingkatkan Efisiensi Ekspor Melalui Sinergi Layanan Depo Petikemas

20 Mei 2026 - 17:16 WIB

Harkitnas 2026, Pelindo Jadikan Momentum Perkuat Budaya Kerja dan Pelayanan

20 Mei 2026 - 17:08 WIB

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Tingkatkan Awareness HSSE untuk Perkuat Ekosistem Layanan Pendukung Pelabuhan 

20 Mei 2026 - 17:02 WIB

Nobar “Pesta Babi” di Tebet, Aktivis Soroti PSN dan Kerusakan Lingkungan di Papua

20 Mei 2026 - 13:42 WIB

“Ritmis Hayati”, Ruang Dialog Kehidupan dalam Bahasa Seni Rupa

20 Mei 2026 - 01:43 WIB

Trending di RAGAM