Menu

Mode Gelap
Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor Menjaga Warisan Luhur: Peringatan Maulid Nabi Besar SAW di Masjid Istiqamah Desa Simpang Kelaping Sarat Adat dan Budaya Lewat Panggung Seni, Guruh Sukarno Putra Ajak Masyarakat Peduli Anak Penyintas Kanker

EKOBIS

PNM Mekaarpreneur Dorong UMKM Ultra Mikro Naik Kelas Lewat Pendampingan dan Inkubasi Bisnis

badge-check


 PNM Mekaarpreneur Dorong UMKM Ultra Mikro Naik Kelas Lewat Pendampingan dan Inkubasi Bisnis Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Upaya mendorong pelaku usaha ultra mikro agar mampu berkembang secara berkelanjutan tidak cukup hanya melalui akses permodalan. Penguatan kapasitas usaha, pendampingan, hingga pembentukan mental kewirausahaan dinilai menjadi faktor penting agar UMKM mampu naik kelas dan memiliki daya saing.

Berangkat dari kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani menghadirkan program Mekaarpreneur sebagai bagian dari komitmen pemberdayaan ekonomi kerakyatan. Program ini tidak hanya berfokus pada pembiayaan, tetapi juga membangun kemampuan para nasabah dalam mengelola dan mengembangkan usaha secara lebih profesional.

Melalui program Mekaarpreneur, para pelaku usaha ultra mikro mendapatkan pelatihan bisnis, pengembangan produk, strategi pemasaran, hingga pendampingan untuk memperkuat kepercayaan diri dalam berwirausaha. Proses inkubasi bisnis tersebut menjadi ruang belajar bagi nasabah untuk memahami peluang pasar sekaligus meningkatkan kualitas produk mereka.

Salah satu peserta program, Yuliana Dewi Putri, pelaku usaha minuman herbal “Herbal Drink Putri”, mengaku merasakan dampak positif setelah mengikuti pembinaan dalam program tersebut. Usahanya berkembang lebih baik dan berhasil meraih juara pertama wilayah Bekasi–Jakarta.

“Saya mendapatkan banyak ilmu, pengalaman baru, dan relasi yang luar biasa. Saya diajarkan tentang branding produk dan pemasaran digital. Produk saya juga bisa berkolaborasi dengan usaha teman-teman lainnya. Ilmu yang saya dapat juga saya bagikan lagi kepada anggota kelompok,” ujar Yuliana.

Keberhasilan sejumlah nasabah Mekaarpreneur di berbagai daerah menjadi gambaran bahwa pemberdayaan dapat membuka peluang baru bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang lebih jauh. Program tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, melainkan sarana membangun identitas usaha, meningkatkan kemampuan presentasi bisnis, hingga mengenalkan pelaku UMKM pada ekosistem usaha yang lebih luas dan profesional.

Di lapangan, tantangan yang dihadapi pengusaha ultra mikro memang masih cukup kompleks. Selain keterbatasan modal, banyak pelaku usaha yang belum memahami pengelolaan keuangan, strategi pemasaran, maupun cara meningkatkan nilai tambah produk.

Karena itu, pendekatan pemberdayaan melalui pendampingan dan mentoring dinilai menjadi langkah penting untuk menciptakan usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan. Pembiayaan menjadi pintu awal, sementara pelatihan dan pembinaan menjadi proses yang membantu usaha bertumbuh secara lebih sehat.

Melalui semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM terus berupaya menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang memberikan ruang bagi pelaku usaha ultra mikro untuk berkembang dan naik kelas. Sebab, selain membutuhkan modal usaha, para pelaku UMKM juga memerlukan pengetahuan, keberanian, dan keyakinan bahwa usaha mereka memiliki peluang untuk maju dan bersaing.*** (Byl)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

ADEXCO Dorong Industrialisasi Kebencanaan dari Hulu ke Hilir, Dukung Penanganan Kahutla

25 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Garuda Indonesia dan Citilink  Sabet Rating Keselamatan Tertinggi

25 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Citilink Raih Sertifikasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan

24 Agustus 2026 - 11:09 WIB

Cilegon Jadi Klaster Industri Baru, Proyeksi Pabrik Kendaraan Listrik Rp10 Triliun

24 Agustus 2026 - 05:51 WIB

Kapasitas Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Ditarget Naik 75% usai Revitalisasi

24 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Tol HBR II Setinggi 38 Meter, Ditargetkan Rampung Awal 2028

23 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Angkut Bantuan dengan Kapal PELNI, Kemenhub Beri Potongan Harga 100 Persen

21 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Ciputra Life Catat Kinerja Positif 2025 dan Berlanjut di Semester I-2026

21 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Rumput Laut dan Agar-agar Indonesia Bebas Tarif Tambahan AS, Peluang Pasar Ekspor Makin Terbuka

21 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Kemenhub Perkuat Pengelolaan Keuangan 2026

21 Agustus 2026 - 08:49 WIB

Trending di EKOBIS