Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume angkutan semen dan klinker mencapai 752.852 ton sepanjang Januari hingga April 2026.
Capaian tersebut menunjukkan peran transportasi berbasis rel dalam mendukung kelancaran distribusi material konstruksi untuk pembangunan infrastruktur, kawasan industri, hingga kebutuhan perumahan di berbagai daerah.

Pada Januari 2026, KAI mengangkut 205.794 ton semen dan klinker. Volume tersebut meningkat signifikan pada Februari menjadi 357.120 ton. Sementara pada April 2026, volume angkutan tercatat sebesar 185.258 ton.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan angkutan semen dan klinker menjadi salah satu layanan logistik strategis yang mendukung rantai pasok nasional. Menurutnya, moda kereta api mampu menjaga kesinambungan distribusi dengan kapasitas besar, waktu tempuh yang terukur, serta efisiensi perjalanan logistik antardaerah.
“Pergerakan semen dan klinker sangat berkaitan dengan aktivitas pembangunan. Ketika distribusi berjalan lancar, maka proses pembangunan kawasan industri, perumahan, fasilitas publik, hingga konektivitas wilayah juga dapat berlangsung lebih baik,” ujar Anne.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor konstruksi masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian nasional. Pada triwulan I 2026, sektor konstruksi tumbuh 5,49 persen secara tahunan (year on year). Sementara kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2025 mencapai 9,83 persen.
KAI menyebut kebutuhan distribusi material konstruksi masih terus meningkat seiring pertumbuhan pembangunan di berbagai wilayah. Untuk itu, perusahaan terus mengembangkan layanan angkutan barang guna menjawab kebutuhan distribusi nasional yang semakin besar.
Selain mendukung distribusi logistik, penggunaan kereta api untuk angkutan barang juga dinilai membantu mengurangi kepadatan lalu lintas kendaraan berat di jalan raya, meningkatkan efisiensi konsumsi energi, serta menekan risiko kerusakan jalan akibat kendaraan bertonase besar.
Anne menambahkan pola distribusi logistik nasional saat ini membutuhkan moda transportasi yang mampu bergerak konsisten dalam volume besar. Kereta api dinilai menjadi salah satu pilihan karena memiliki tingkat ketepatan operasional yang terukur dan mampu mendukung distribusi berbagai komoditas strategis secara berkesinambungan.
“Angkutan logistik berbasis rel akan terus menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. KAI berkomitmen menjaga layanan distribusi barang agar tetap andal, aman, dan mampu menjawab kebutuhan industri maupun masyarakat yang terus berkembang,” tutup Anne.(fahmi)





























