Menu

Mode Gelap
Akhyar Kamil Kecam Pembatasan Kehadiran Warga Aceh pada Mubes PP TIM Haji Fikri Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Jawa Barat Semoga Semakin Maju dan Masyarakat Semakin Sejahtera OJK: Perusahaan Modal Ventura Berizin Berada dalam Pengawasan Ayo Serbu 390 Ribu Kursi Promo di Garuda Indonesia Travel Festival KAI Kembangkan TOD Manggarai Seluas 129 Hektare, Integrasikan KRL hingga TransJakarta Tak Bisa Berangkat Sesuai Jadwal? KAI Daop 1 Jakarta Sediakan Layanan Batal dan Reschedule Tiket

ANJUNGAN

Pelindo Siap Percepat Tanjung Carat, Dukung Penuh Integrasi Pelabuhan dan Logistik Sumsel

badge-check


 Pelindo Siap Percepat Tanjung Carat, Dukung Penuh Integrasi Pelabuhan dan Logistik Sumsel Perbesar

Wartatrans.com, PALEMBANG – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menegaskan kesiapan penuh dalam mendukung percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat sebagai pelabuhan internasional sekaligus gerbang ekspor baru Sumatera Selatan.

Komitmen tersebut disampaikan langsung Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, saat bertemu dengan Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, di Palembang, Rabu (20/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Pelindo menegaskan kesiapan tidak hanya dari sisi konsep pembangunan, namun juga pada aspek operasional, integrasi bisnis, hingga dukungan percepatan pembangunan di lapangan.

“Kami siap mendukung percepatan pembangunan, termasuk berbagai kebutuhan yang diperlukan baik di lokasi eksisting maupun pengembangan operasional ke depan,” ujar Farid.

Pelindo juga menyiapkan konsep pengembangan pelabuhan modern yang mengintegrasikan kawasan industri dengan pelabuhan utama. Skema ini diyakini mampu memperkuat ekosistem logistik, mempercepat arus barang, serta meningkatkan daya saing ekspor Sumatera Selatan.

Tak hanya itu, Pelindo memastikan keberadaan Pelabuhan Tanjung Carat tidak akan mematikan pelabuhan eksisting seperti Pelabuhan Boom Baru dan Pelabuhan Sungai Lais. Sebaliknya, pelabuhan eksisting akan dioptimalkan sebagai feeder atau pendukung utama dalam sistem logistik terintegrasi.

“Boom Baru tetap menjadi feeder yang mendukung Tanjung Carat. Ini adalah konsep integrasi, bukan kompetisi,” jelasnya.

Dengan skema tersebut, Tanjung Carat akan berfungsi sebagai gerbang utama ekspor, sementara pelabuhan lama menjadi simpul pengumpul dan distribusi barang sebelum dikirim menuju pelabuhan utama.

Selain mendukung pengaturan pembatasan angkutan berat di kawasan perkotaan, Pelindo juga menawarkan solusi integratif melalui sinkronisasi manajemen trafik antara kendaraan truk, mobil tangki, dan arus kendaraan umum. Salah satu usulan yang didorong adalah revisi Peraturan Wali Kota, dari skema pembatasan berbasis waktu menjadi pengaturan berbasis kuota kendaraan.

Sebagai bagian dari solusi tersebut, Pelindo bersama Pemerintah Daerah juga menyiapkan buffer area guna menghilangkan praktik parkir di bahu jalan yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan di kawasan pelabuhan dan perkotaan.

Di sisi operasional, Pelindo turut mendorong implementasi digitalisasi layanan melalui sistem auto gate dan e-ticketing di akses masuk pelabuhan. Sistem ini nantinya akan digunakan untuk mengatur kuota kendaraan truk dan mobil tangki yang masuk ke area pelabuhan secara lebih terukur, efisien, dan terkendali.

Sementara itu, Herman Deru menyambut baik kesiapan Pelindo yang dinilai sejalan dengan kebutuhan daerah dalam mengurai kepadatan lalu lintas logistik di Kota Palembang.

Menurutnya, percepatan pembangunan Tanjung Carat bukan hanya soal pengembangan bisnis, tetapi juga menyangkut aspek kemanusiaan, khususnya dalam mengurangi beban lalu lintas truk di tengah kota.

“Kita ingin aktivitas logistik tidak lagi terpusat di tengah kota. Percepatan ini penting untuk keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” ujar Herman Deru.

Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tetap mendukung operasional pelabuhan lama, namun akan memperketat aktivitas angkutan berat yang melintasi kawasan perkotaan.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero), percepatan pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat diharapkan segera terealisasi dan menjadi solusi strategis bagi pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan ke depan.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Akhyar Kamil Kecam Pembatasan Kehadiran Warga Aceh pada Mubes PP TIM

20 Agustus 2026 - 00:18 WIB

Haji Fikri Sampaikan Ucapan HUT ke-81 Jawa Barat Semoga Semakin Maju dan Masyarakat Semakin Sejahtera

19 Agustus 2026 - 22:35 WIB

OJK: Perusahaan Modal Ventura Berizin Berada dalam Pengawasan

19 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Ayo Serbu 390 Ribu Kursi Promo di Garuda Indonesia Travel Festival

19 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Percepat Respons Darurat Gempa NTT, IDSurvey Group Salurkan 2,4 Ton Bantuan melalui BNPB

19 Agustus 2026 - 18:55 WIB

Menhub Dudy Tegaskan Evaluasi dan Pembenahan Menyeluruh Keselamatan Pelayaran

19 Agustus 2026 - 18:38 WIB

KMP Ile Labalekan dan KMP Ile Ape ASDP Hadir Dukung Pemulihan NTT

19 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Pascagempa NTT, DAMRI Pastikan Layanan Tetap Berjalan dan Dukung Distribusi Logistik

19 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Pelindo Raih Apresiasi atas Dukungan Mudik Gratis Sulsel 2026

19 Agustus 2026 - 17:19 WIB

KKI Ritel Bidik 10% Transaksi Kartu Kredit

19 Agustus 2026 - 17:13 WIB

Trending di EKOBIS