Menu ✖

Mode Gelap
BGN Keluarkan Aturan Baru Tentang Insentif SPPG, Berlaku Mulai 5 Oktober 2026 Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan Perawatan Sistem Avionik, FL Technics Indonesia Gandeng GE Aerospace InJourney Airports dan SDhI Rampungkan Transisi Pengelolaan Bandara Dhoho Garuda dan Yoowifi Hadirkan eSIM, Komunikasi  jadi Makin Terjangkau Saat di Luar Negeri Modernisasi PPN Pengambengan, Nelayan Lokal Harap Ada Lapangan Kerja Saat Paceklik

PERON

Jelang Long Weekend , KCIC Tingkatkan Keandalan Whoosh melalui Pemeriksaan Rel Berbasis Teknologi Tinggi

badge-check


 Jelang Long Weekend , KCIC Tingkatkan Keandalan Whoosh melalui Pemeriksaan Rel Berbasis Teknologi Tinggi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – KCIC memanfaatkan teknologi tinggi Rail Flaw Detection Vehicle atau RFD untuk melakukan pemeriksaan berkala terhadap kondisi rel Whoosh. Teknologi ini digunakan untuk mendeteksi potensi cacat pada rel secara dini sebagai bagian dari upaya memastikan keselamatan perjalanan kereta cepat.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, pemeriksaan dan perawatan berkala menjadi bagian penting dalam menjaga keselamatan serta keandalan operasional Whoosh. Sejak mulai beroperasi pada 2023, Whoosh mencatatkan zero accident dan menjaga tingkat ketepatan waktu perjalanan di angka sekitar 99%.

“Keselamatan perjalanan merupakan prioritas utama KCIC. Karena itu, pemeriksaan prasarana dilakukan secara rutin dan terukur, termasuk dengan memanfaatkan teknologi tinggi seperti Rail Flaw Detection Vehicle. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen KCIC dalam menjaga layanan Whoosh tetap aman, andal, dan tepat waktu bagi masyarakat,” ujar Eva pada Jumat (22/5/2026).

Pemeriksaan menggunakan RFD dilakukan pada jalur Whoosh sepanjang 142 km, baik pada sisi kanan maupun kiri atau dua arah perjalanan. Pemeriksaan cacat rel mencakup pengecekan sambungan, penampang rel, serta potensi kecacatan seperti goresan atau anomali lain pada rel. Selain itu, pemeriksaan juga memperhatikan kondisi komponen pendukung di lintas, termasuk kabel-kabel persinyalan yang berada di area jalur.

Pemeriksaan RFD dilakukan setiap dua bulan sekali dengan kecepatan operasi sekitar 80 km per jam. Dalam satu kali kegiatan pemeriksaan pulang-pergi, RFD membutuhkan waktu kerja sekitar 3,5 jam dan dilakukan pada window time, yaitu saat seluruh perjalanan Whoosh telah selesai beroperasi, sehingga tidak mengganggu layanan kepada penumpang.

Pengoperasian RFD saat ini telah dilakukan sepenuhnya oleh 8 personel Indonesia setelah melalui proses transfer knowledge dari tenaga profesional. Tim tersebut terdiri dari driver, petugas pemeriksaan, serta petugas analisis yang bertugas memastikan data hasil pemeriksaan dapat dibaca dan ditindaklanjuti dengan tepat.

Data hasil pemeriksaan RFD kemudian dianalisis untuk mengetahui potensi temuan pada rel maupun komponen pendukung di lintas. Hasil analisis tersebut menjadi dasar bagi petugas perawatan jalur di lapangan untuk melakukan tindak lanjut secara langsung sesuai kebutuhan.

Selain untuk pemeriksaan berkala, RFD juga dapat digunakan untuk pengecekan lintas apabila terjadi kondisi tertentu yang berpotensi memengaruhi prasarana, seperti bencana alam, gempa bumi, badai, atau cuaca ekstrem. Dalam kondisi tersebut, sarana ini dapat dikerahkan untuk memastikan kondisi jalur tetap aman sebelum perjalanan kembali dilanjutkan secara normal.

Selain RFD, KCIC juga memiliki rangkaian teknologi perawatan dan pemeriksaan lain melalui CIT yang mencakup pemeriksaan track geometry, sinyal, telekomunikasi, serta Listrik Aliran Atas atau LAA. Seluruh sistem ini menjadi bagian dari perawatan berlapis untuk menjaga keandalan prasarana Whoosh.

Eva menambahkan, pemanfaatan teknologi modern dalam perawatan prasarana tidak hanya bertujuan menjaga kelancaran operasional, tetapi juga memperkuat budaya keselamatan di lingkungan KCIC.

“Melalui pemanfaatan teknologi tinggi, perawatan berkala, serta pengoperasian oleh personel Indonesia, KCIC terus berkomitmen menghadirkan layanan kereta cepat yang aman, andal, tepat waktu, dan berstandar tinggi bagi masyarakat,” tutup Eva.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pencuri Kabel Whoosh Berhasil Ditangkap, KCIC: Aksinya Bisa Membahayakan Keselamatan Perjalanan

1 Oktober 2026 - 19:07 WIB

KAI Percepat Implementasi Rekomendasi KNKT, 190 Titik Perlintasan Jadi Prioritas

1 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi

1 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru

1 Oktober 2026 - 13:23 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

Trending di PERON