Menu

Mode Gelap
Cilegon Jadi Klaster Industri Baru, Proyeksi Pabrik Kendaraan Listrik Rp10 Triliun Kapasitas Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Ditarget Naik 75% usai Revitalisasi KSOP Muara Angke Perkuat Keselamatan Pelayaran dan Pencegahan Kebakaran Kapal Loko Café dan Kuliner Kereta Ramaikan BNI wondrX 2026 di ICE BSD, Ada Kopi Best Seller hingga Cuank! Enak Tol HBR II Setinggi 38 Meter, Ditargetkan Rampung Awal 2028 Uji Coba 65 Kampung Nelayan Merah Putih Kirim 273,6 Ton Ikan Senilai Rp11,1 Miliar

EKOBIS

GMFI Bukukan Laba USD33,9 Juta, Transformasi Bisnis Mulai Berbuah Manis

badge-check


 RUPST GMFI Perbesar

RUPST GMFI

Wartatrans com, TANGERANG – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) menorehkan kinerja gemilang sepanjang tahun buku 2025. Ini bukti transformasi bisnis mulai berbuah manis.

Perusahaan anggota Garuda Indonesia Group tersebut berhasil membukukan laba bersih sebesar USD33,9 juta atau sekitar Rp570 miliar, melonjak 26,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai USD26,9 juta.

Capaian positif itu dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Auditorium Garuda Indonesia, Jumat (22/5/2026).

Tak hanya laba yang meningkat, pendapatan usaha GMFI juga tumbuh solid hingga mencapai USD491,9 juta atau sekitar Rp8,25 triliun, naik 16,8 persen dibandingkan 2024.

“Kinerja tersebut menjadi sinyal kuat bahwa strategi transformasi operasional dan ekspansi bisnis yang dijalankan perseroan mulai menunjukkan hasil nyata,” tutur Direktur Utama GMFI, Andi Fahrurrozi.

Menurutnya, tahun 2025 menjadi momentum penting bagi perusahaan dalam membuktikan efektivitas transformasi bisnis yang dilakukan secara agresif namun terukur.

“Pencapaian positif ini tidak akan terwujud tanpa fundamental operasional yang semakin solid,” ujarnya.

Dari sisi neraca, GMFI juga mencatat lonjakan signifikan. Total aset perseroan melesat hingga USD813 juta atau sekitar Rp13,6 triliun, tumbuh 91,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara, posisi ekuitas yang sebelumnya negatif USD257,9 juta kini berhasil berbalik menjadi positif sebesar USD114,6 juta.

Perbaikan struktur permodalan tersebut turut ditopang aksi korporasi berupa inbreng lahan senilai Rp5,6 triliun yang memperkuat aset tetap perusahaan.

Transformasi operasional menjadi salah satu faktor utama pendorong pertumbuhan. GMFI melakukan berbagai pembenahan mulai dari peningkatan produktivitas, percepatan turnaround time (TAT), penguatan infrastruktur, hingga pemenuhan sertifikasi internasional.

Di sektor pasar non-afiliasi, kontribusi pendapatan mencapai USD141,3 juta atau sekitar 28,7 persen dari total pendapatan perusahaan. GMFI juga berhasil mempertahankan pelanggan internasional seperti Korean Air, Vietjet Air, dan Cebu Pacific, sekaligus menambah pelanggan baru seperti One Air, Air Swift, dan Texel Air.

“Dalam lingkup Garuda Indonesia Group, GMFI sukses menyelesaikan reaktivasi 13 pesawat Airbus A320 milik Citilink serta dua pesawat Airbus A330 milik Garuda Indonesia guna memperkuat kesiapan armada nasional,” urai dia.

Tak hanya fokus di sektor komersial, GMFI juga memperluas penetrasi bisnis pertahanan. Perseroan menyelesaikan perawatan helikopter Bell 412 dan pesawat VIP Boeing 737-800, sekaligus menjalin kerja sama strategis dengan Dassault Aviation terkait program offset pesawat Rafale.

Lini bisnis non-commercial aircraft pun tumbuh impresif. Unit usaha pertahanan, industrial solutions, dan power services mencatat pendapatan USD36,7 juta atau naik hampir 60 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Di bidang pengembangan bisnis, GMFI juga mencatat tonggak penting melalui groundbreaking Kertajati Aerospace Park bersama Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB), serta kerja sama dengan Pelita Air untuk pengoperasian hanggar perawatan pesawat propeller di Pondok Cabe.

Memasuki 2026, GMFI optimistis mempertahankan tren pertumbuhan. Pada kuartal pertama 2026, perseroan telah membukukan laba berjalan sebesar USD6,76 juta dengan pendapatan usaha mencapai USD114,94 juta.

“Sepanjang 2026, GMFI menargetkan pendapatan sebesar USD542,8 juta dengan estimasi laba bersih mencapai USD35,1 juta,” kata Andi. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Cilegon Jadi Klaster Industri Baru, Proyeksi Pabrik Kendaraan Listrik Rp10 Triliun

24 Agustus 2026 - 05:51 WIB

Kapasitas Terminal 1A Bandara Soekarno-Hatta Ditarget Naik 75% usai Revitalisasi

24 Agustus 2026 - 05:43 WIB

Tol HBR II Setinggi 38 Meter, Ditargetkan Rampung Awal 2028

23 Agustus 2026 - 19:46 WIB

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

23 Agustus 2026 - 09:32 WIB

Rute Singapura, Kuala Lumpur, dan Johor Bakal Diterbangi dari Bandara Husein

22 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Angkut Bantuan dengan Kapal PELNI, Kemenhub Beri Potongan Harga 100 Persen

21 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Bantu Korban Gempa NTT, Kemenhub Lepas Tim Medis Balai Kesehatan Penerbangan

21 Agustus 2026 - 15:52 WIB

Kemenhub Pantau Dampak Asap Karhutla di Kalimantan terhadap Operasional Penerbangan

21 Agustus 2026 - 15:40 WIB

Ciputra Life Catat Kinerja Positif 2025 dan Berlanjut di Semester I-2026

21 Agustus 2026 - 15:21 WIB

Rumput Laut dan Agar-agar Indonesia Bebas Tarif Tambahan AS, Peluang Pasar Ekspor Makin Terbuka

21 Agustus 2026 - 14:17 WIB

Trending di EKOBIS