Menu

Mode Gelap
ASDP Salurkan Rp1 Miliar, Dukung Penguatan Infrastruktur Desa Adat Bali Kapolres Lhokseumawe Uji Layanan Darurat 110 Saat Beri Kuliah Umum di UIN Sultanah Nahrasiyah Rem blong, Diduga Hilang Kendali, Truk Fuso Bermuatan Semen Tewaskan Lansia di Timang Gajah Dukung Target Nasional 2060, KAI Luncurkan Strategi Net Zero Emission Catatan Iwan Piliang: Jejak Inspiratif Irwan Mussry Tingkatkan Kedisiplinan, KAI Services Gelar Pembinaan Security LRT Jabodebek

PERON

Dukung Target Nasional 2060, KAI Luncurkan Strategi Net Zero Emission

badge-check


 Dukung Target Nasional 2060, KAI Luncurkan Strategi Net Zero Emission Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi menyusun Strategi Net Zero Emission (NZE) sebagai langkah jangka panjang untuk menurunkan emisi sekaligus mendukung target emisi nol bersih Indonesia pada tahun 2060.

Strategi tersebut dipaparkan dalam kegiatan Towards a Green Rail Future: Delivering a Decarbonized Railway in Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Four Points by Sheraton Jakarta pada Kamis (11/6).

Penyusunan strategi ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Inggris melalui program UK Partnering for Accelerated Climate Transition (UK PACT) yang diimplementasikan oleh Palladium bersama Kynergy Consulting.

Langkah strategis KAI ini juga menjadi wujud implementasi dari Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang mitigasi perubahan iklim di sektor transportasi.

Untuk mencapai target ambisius tersebut, KAI menetapkan empat arah kebijakan utama dalam memangkas emisi karbon, yaitu elektrifikasi jalur rel secara berkelanjutan, peningkatan efisiensi operasional perkeretaapian, pemanfaatan energi yang lebih bersih, serta penyerapan karbon melalui program penghijauan masif.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa moda transportasi berbasis rel memegang peran krusial dalam agenda transisi energi nasional karena mampu melayani mobilitas massal dalam jumlah besar dengan emisi yang jauh lebih rendah.

“Kereta api memiliki keunggulan dari sisi efisiensi energi dan emisi. Melalui Strategi Net Zero Emission, KAI menyiapkan langkah jangka panjang agar pengembangan layanan perkeretaapian selaras dengan target transisi energi nasional serta kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus berkembang,” ujar Anne.

Langkah ini berangkat dari fakta lapangan bahwa kereta api merupakan salah satu moda transportasi dengan tingkat emisi yang relatif sangat rendah.

Berdasarkan kajian yang dipaparkan, kereta api hanya menyumbang sekitar 1 persen dari total emisi gas rumah kaca sektor transportasi nasional, sementara kendaraan darat mendominasi hingga mencapai 89 persen.

Secara lebih rinci, kajian bersama UK PACT dan Kynergy Consulting menunjukkan bahwa LRT Jabodebek hanya menghasilkan emisi sekitar 15 gram CO2-eq per penumpang-kilometer, disusul KA Antarkota sebesar 16,43 gram CO2-eq per penumpang-kilometer, dan KRL Commuter Line sebesar 34,03 gram CO2-eq per penumpang-kilometer.

Sebagai wujud nyata di lapangan, KAI telah memperluas penggunaan tenaga listrik di mana saat ini jalur rel yang telah terelektrifikasi telah mencapai 1.038,7 kilometer yang mencakup layanan KRL Commuter Line, LRT Jabodebek, dan Whoosh.

Di sisi operasional, perusahaan menjalankan berbagai program efisiensi energi serta menerapkan sertifikasi Green Building EDGE pada stasiun, depo, dan kantor untuk memangkas konsumsi energi.

Pada aspek bahan bakar, KAI terus meningkatkan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan lewat program biodiesel yang berkembang dari B0 pada tahun 2017 menjadi B40 pada tahun 2025, dan akan berlanjut menuju B50 pada tahun 2026.

Upaya tersebut diperkuat dengan pemanfaatan energi surya melalui pemasangan panel surya berkapasitas total 3.435,5 kWp di 66 lokasi operasional, serta komitmen penyerapan karbon melalui penanaman 107.757 pohon di berbagai wilayah operasional sepanjang periode 2021 hingga 2025.

Melalui peta jalan yang terukur ini, KAI menargetkan penurunan emisi sebesar 25,76 persen atau setara 166.873 ton CO2e pada tahun 2030 dari acuan emisi sebesar 647.785 ton CO2e.

Target reduksi tersebut ditargetkan meningkat menjadi 33,55 persen pada tahun 2035, berkembang ke angka 78,17 persen pada tahun 2050, hingga akhirnya mencapai emisi nol bersih sepenuhnya pada tahun 2060 dengan total penurunan emisi mencapai 1.093.311 ton CO2e.

Vice President of Sustainability KAI, Tria Mutiari Melian, menjelaskan bahwa sebagai tulang punggung transportasi massal nasional, KAI memiliki peran penting dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

“Sebagai tulang punggung transportasi massal nasional, KAI memiliki peran penting dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Kajian dan rekomendasi yang dihasilkan akan diselaraskan dengan pengembangan kebijakan dan peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi nasional dalam jangka panjang,” ujar Tria.

Dukungan kemitraan dari UK PACT dan Kynergy Consulting dalam menyusun strategi ini mencakup aspek yang luas, mulai dari kajian implementasi B50, analisis percepatan transisi Kereta Rel Diesel (KRD) menuju Kereta Rel Listrik (KRL), modernisasi sistem persinyalan, hingga pengembangan instrumen pembiayaan hijau yang membuka akses ke sumber pendanaan internasional.

Project Director Kynergy Consulting, Rekyan Eckersley, menyatakan kebanggaannya dalam mendampingi KAI dan menyebut bahwa memperkuat kapasitas serta daya tarik layanan kereta api adalah bagian krusial dari peta jalan dekarbonisasi transportasi Indonesia.

“Kereta api adalah moda dengan emisi yang relatif rendah. Memperkuat kapasitas dan daya tarik layanannya menjadi bagian krusial dari peta jalan dekarbonisasi sektor transportasi nasional Indonesia dalam jangka panjang dan kami bangga mendampingi KAI memperkuat langkah strategis tersebut,” kata Rekyan.

Sebagai penutup, Anne Purba kembali menekankan bahwa keberhasilan transisi energi yang masif dan berdampak panjang ini membutuhkan kolaborasi erat dari seluruh pihak yang terlibat. Kereta api memiliki peluang besar untuk memperkuat kontribusinya terhadap target penurunan emisi nasional sekaligus mendukung mobilitas masyarakat yang semakin efisien.

“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan internasional menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan transportasi rendah karbon,” pungkas Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Kedisiplinan, KAI Services Gelar Pembinaan Security LRT Jabodebek

11 Juni 2026 - 20:17 WIB

Pelanggan Kereta Panoramic Naik 62 Persen, Tembus 79.933 Orang hingga Mei 2026

11 Juni 2026 - 16:49 WIB

Dongkrak Sektor UMKM dan Tani, KA Cikuray Kini Punya Kereta Khusus Petani-Pedagang

11 Juni 2026 - 14:59 WIB

Pangkas Emisi Sektor Transportasi, KAI Targetkan Nol Bersih pada 2060

11 Juni 2026 - 13:38 WIB

Media Briefing bertajuk "Strategi Kemitraan Iklim dan Dekarbonisasi Perkeretaapian Indonesia" di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

KAI Angkut 1,09 Juta Ton BBM hingga Mei 2026, Dukung Kelancaran Distribusi Energi Nasional

11 Juni 2026 - 06:40 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Bersih Lintas, Jaga Keselamatan Perjalanan Kereta Api dan Kelestarian Lingkungan

10 Juni 2026 - 18:20 WIB

KAI Daop 1 Jakarta lakukan giat bersih jalur rel KA untuk keselamatan KA dan kelestarian lingkungan. (Ist)

KAI Luncurkan Space by KAI, Bidik Optimalisasi Aset dan Pendapatan Non-Farebox Rp320 Miliar

10 Juni 2026 - 14:31 WIB

Executive Vice President of Sales KAI, Zuhril Alim bersama Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, saat pemaparan peluncuran resmi Space by KAI di Jakarta pada Rabu (10/6/2026).

KAI Launching Space by KAI, Permudah Investor Menemukan Aset Strategis di Seluruh Indonesia

10 Juni 2026 - 11:17 WIB

Launching Space by KAI di Jakarta pada Rabu (10/6/2026).

Angkutan Peti Kemas KAI Tumbuh 19,35 Persen, Dukung Kelancaran Distribusi Barang Nasional

10 Juni 2026 - 06:00 WIB

Petugas Kebersihan Stasiun Madiun Raih Frontliner of The Month KAI Services Mei 2026

9 Juni 2026 - 21:12 WIB

Pingki Eka Islami, petugas kebersihan KAI Services di Stasiun Madiun, meraih penghargaan Frontliner of The Month periode Mei 2026.
Trending di PERON