Menu ✖

Mode Gelap
H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan Kemenhub Optimistis Zero ODOL Dimulai 1 Januari 2027 Kabut Asap Selimuti Fakfak, Penerbangan di Bandara Siboru Dihentikan Sementara SCI Apresiasi Pelaku Usaha Lewat Indonesia Logistics Awards 2026

PERON

KAI Commuter Ajak Masyarakat Beralih ke KRL untuk Tekan Emisi Karbon

badge-check


 KAI Commuter Ajak Masyarakat Beralih ke KRL untuk Tekan Emisi Karbon Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Commuter terus mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi publik, khususnya Commuter Line atau KRL, sebagai upaya mendukung target pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE) serta menekan polusi udara di kawasan aglomerasi.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan penggunaan Commuter Line terbukti mampu menekan jejak karbon secara signifikan dibandingkan kendaraan pribadi.

“Menggunakan Commuter Line, per orang hanya menghasilkan emisi sebesar ±19 hingga 41 gram CO₂/km. Angka tersebut jauh di bawah penggunaan mobil pribadi yang menghasilkan emisi sebesar ±170 hingga 192 gram CO₂/km, atau sepeda motor sebesar ±90 hingga 110 gram CO₂/km,” ujar Karina, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, peralihan pengguna dari kendaraan pribadi ke Commuter Line mampu memberikan pengurangan emisi karbon minimum sebesar 129 gram CO₂/km hingga maksimum 173 gram CO₂/km. Dengan demikian, setiap perjalanan 1 kilometer menggunakan KRL dapat mengurangi emisi karbon hingga hampir 85 persen dibandingkan mobil pribadi.

Sementara itu, peralihan dari sepeda motor ke Commuter Line disebut dapat menekan emisi karbon sebesar 49 gram CO₂/km hingga 91 gram CO₂/km.

Selain mendorong penggunaan transportasi publik rendah emisi, KAI Commuter juga terus menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam operasional perusahaan.

Salah satu program keberlanjutan yang dijalankan yakni pengelolaan limbah melalui daur ulang seragam pegawai yang sudah tidak terpakai. Limbah kain tersebut diolah kembali menjadi kain batik bernilai estetika dan memiliki nilai guna.

Di sektor perawatan sarana, seluruh depo KRL di lingkungan KAI Commuter kini juga menggunakan bahan kimia khusus yang telah tersertifikasi aman dan ramah lingkungan agar limbah pencucian tidak merusak ekosistem sekitar.

Selain itu, KAI Commuter telah memasang panel surya di sejumlah gedung perkantoran dan depo kereta untuk mendukung pemanfaatan energi terbarukan. Kapasitas daya listrik yang dihasilkan dari solar panel tersebut mencapai 202,5 KWP.

“KAI Commuter berkomitmen penuh untuk menjadi moda transportasi yang tidak hanya diandalkan dari sisi ketepatan waktu dan kapasitas angkut, namun juga menjadi pelopor transportasi hijau di Indonesia. Setiap tiket perjalanan KRL yang dibeli oleh pengguna adalah kontribusi langsung dalam menyelamatkan bumi dari pemanasan global,” kata Karina.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Mulai Kaji FRMCS, Siapkan Teknologi Komunikasi Kereta Api Berbasis 5G

13 Oktober 2026 - 11:16 WIB

KAI Catat 7,85 Juta Aktivitas Mobilitas Kereta ke Bandung, Pekalongan, Solo, dan Malang

13 Oktober 2026 - 11:11 WIB

KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen

12 Oktober 2026 - 23:11 WIB

10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Indonesia, Nagreg Pimpin dengan Elevasi 848 Mdpl

12 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Stasiun Payakabung Layani 21.722 Pelanggan Pada Triwulan III 2026

12 Oktober 2026 - 13:50 WIB

Menembus Pegunungan, Ini 10 Stasiun Kereta Api Tertinggi di Jawa dan Sumatra

12 Oktober 2026 - 07:06 WIB

KAI Catat 2,55 Juta Aktivitas Pelanggan di Tiga Daerah Geopark UNESCO

12 Oktober 2026 - 05:45 WIB

KA Joglosemarkerto Layani 1,10 Juta Pelanggan, Tumbuh 9,73 Persen Sepanjang 2026

12 Oktober 2026 - 04:28 WIB

Kereta Regional Jadi Pilihan Perjalanan Antarkota, KAI Layani 5,57 Juta Pelanggan

11 Oktober 2026 - 22:19 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Trending di PERISTIWA