Menu

Mode Gelap
PNM dan Danantara Perkuat Ketahanan Finansial Keluarga Lewat Pembiayaan dan Pendampingan Berkelanjutan Marlina Ditolak Jadi Pramugari, Perempuan Asli Papua Ini Justru Cetak Sejarah sebagai Pilot Airbus A320 Neno Warisman: Puisi Bukan Sekadar Rangkaian Kata, tetapi Cara Merawat Warisan Budaya Prabowo Pimpin Rapat Antisipasi El Nino, Pemerintah Diminta Perkuat Ketahanan Pangan dan Air KAI Gandeng BRIN Kembangkan Teknologi Automatic Train Protection untuk Tingkatkan Keselamatan Kereta Api BKM Masjid Bani Salim Rutin Gelar Kajian Fikih, Tauhid, dan Tasawuf Sejak Ramadan

PERON

KAI Angkut 1,09 Juta Ton BBM hingga Mei 2026, Dukung Kelancaran Distribusi Energi Nasional

badge-check


 KAI Angkut 1,09 Juta Ton BBM hingga Mei 2026, Dukung Kelancaran Distribusi Energi Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat volume angkutan bahan bakar minyak (BBM) mencapai 1.096.988 ton sepanjang Januari hingga Mei 2026.

Capaian tersebut menegaskan peran kereta api sebagai salah satu moda transportasi yang mendukung distribusi energi nasional secara terjadwal dan berkapasitas besar.

Sebagai bagian dari rantai pasok energi nasional, KAI terus berkontribusi dalam menjaga kelancaran distribusi BBM ke berbagai wilayah. Sepanjang tahun 2025, volume angkutan BBM yang dilayani KAI tercatat mencapai 2.655.780 ton.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan distribusi energi yang andal memiliki pengaruh langsung terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Karena itu, KAI terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar melalui jaringan perkeretaapian nasional.

“Kereta api menjadi salah satu moda yang mendukung distribusi energi dalam jumlah besar secara terjadwal. Melalui kolaborasi yang terjalin dengan berbagai pihak, KAI terus berupaya menjaga kelancaran pasokan BBM sehingga aktivitas masyarakat dan dunia usaha dapat berjalan dengan baik,” ujar Anne.

Dalam mendukung distribusi energi nasional, KAI menjalin kerja sama strategis dengan Pertamina Group untuk layanan angkutan BBM. Kolaborasi tersebut berperan dalam mendukung penyaluran energi ke berbagai daerah sekaligus memperkuat konektivitas antara pusat pasokan dan wilayah tujuan distribusi.

Selain itu, KAI juga berkoordinasi dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terkait kebutuhan BBM subsidi untuk operasional kereta api. Pasokan BBM tersebut didukung oleh PT Pertamina Patra Niaga.

Berdasarkan data monitoring per 5 Juni 2026, KAI memperoleh kuota BBM subsidi tahun 2026 sebesar 214.342.000 liter. Hingga awal Juni, realisasi penggunaan telah mencapai 95.394.629 liter atau 44,51 persen dari total kuota yang tersedia. Dengan demikian, sisa kuota yang masih tersedia mencapai 118.947.371 liter.

Dari total penggunaan BBM subsidi tersebut, konsumsi terbesar berasal dari operasional kereta api penumpang yang mencapai 85.220.668 liter. Selanjutnya digunakan untuk angkutan peti kemas sebesar 7.254.124 liter, angkutan parcel 1.541.672 liter, angkutan semen 1.148.414 liter, dan angkutan klinker sebanyak 229.751 liter.

Data tersebut menunjukkan bahwa dukungan energi tidak hanya menopang layanan transportasi penumpang, tetapi juga mendukung distribusi logistik yang menjadi bagian penting dalam aktivitas ekonomi nasional.

Menurut Anne, pemanfaatan kereta api dalam distribusi energi juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi transportasi. Kapasitas angkut yang besar dalam satu perjalanan dinilai mampu membantu menjaga kelancaran rantai pasok sekaligus mendukung sistem logistik yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“KAI akan terus memperkuat kolaborasi dengan Pertamina Group, BPH Migas, SKK Migas, serta para pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung ketahanan energi nasional. Melalui layanan transportasi yang andal, KAI berkomitmen menjaga kelancaran distribusi energi, mobilitas masyarakat, dan aktivitas ekonomi di berbagai daerah,” tutup Anne.(fahmi)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Marlina Ditolak Jadi Pramugari, Perempuan Asli Papua Ini Justru Cetak Sejarah sebagai Pilot Airbus A320

28 Juli 2026 - 23:18 WIB

KAI Gandeng BRIN Kembangkan Teknologi Automatic Train Protection untuk Tingkatkan Keselamatan Kereta Api

28 Juli 2026 - 21:18 WIB

KAI Angkut 32,50 Juta Ton Barang pada Semester I 2026, Perkuat Integrasi Logistik Nasional

28 Juli 2026 - 17:04 WIB

1,68 Juta Penumpang KA Jarak Jauh Manfaatkan Face Recognition di Daop 1 Jakarta pada Semester I 2026

28 Juli 2026 - 16:04 WIB

Hari Anak Nasional, drg. Ambar Puspitasari SpKGA, Edukasi Kesehatan Gigi Murid Disabilitas pada Pengguna Transportasi Publik

28 Juli 2026 - 15:57 WIB

KAI Services Gunakan Smart Cleaning untuk Wujudkan Stasiun Lebih Bersih dan Ramah Lingkungan

28 Juli 2026 - 09:54 WIB

KAI Group Perkuat Kolaborasi dengan INKA, Nilai Pengadaan Sarana Capai Rp14,88 Triliun

28 Juli 2026 - 04:57 WIB

KAI Kembangkan Stasiun Bogor, Peron SF12 Beroperasi Penuh dan Eskalator ke Bogor Paledang Disiapkan

27 Juli 2026 - 22:57 WIB

KAI Commuter Blacklist 40 Pelaku Pelecehan Seksual Selama Semester I 2026

27 Juli 2026 - 17:44 WIB

Kontribusi Pajak KAI Group Tembus Rp6,98 Triliun pada 2025, Naik 66 Persen

26 Juli 2026 - 18:17 WIB

Trending di PERON