Wartatrans.com, JAKARTA – Sebanyak 1.689.524 pelanggan kereta api jarak jauh memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta sepanjang Semester I 2026.
Teknologi ini menjadi bagian dari transformasi layanan KAI untuk mempercepat proses boarding sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan penggunaan tiket kertas.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan penggunaan teknologi pengenalan wajah tersebut terus meningkat karena memberikan kemudahan bagi pelanggan saat memasuki area keberangkatan. Dengan layanan ini, pelanggan cukup memindai wajah di mesin pemindai tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas kepada petugas.
“Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah pengguna Face Recognition di wilayah Daop 1 Jakarta mencapai lebih dari 1,68 juta pelanggan. Angka ini menunjukkan semakin banyak pelanggan yang memanfaatkan proses boarding yang praktis, cepat, dan tetap mengutamakan keamanan,” ujar Franoto.
Menurutnya, proses boarding manual mengharuskan pelanggan menyiapkan kartu identitas dan bukti tiket perjalanan, bahkan sebagian masih mencetak tiket di atas kertas. Melalui Face Recognition, proses verifikasi menjadi lebih ringkas sehingga mampu mempercepat pemeriksaan di pintu keberangkatan.
Selain meningkatkan kenyamanan pelanggan, teknologi tersebut juga mendukung program ramah lingkungan karena mengurangi kebutuhan pencetakan tiket.
“Selain memberikan kemudahan dan mempercepat proses boarding, pemanfaatan Face Recognition juga menjadi bagian dari upaya mendorong pelayanan yang lebih ramah lingkungan. Dengan tidak mencetak tiket, pelanggan turut berperan dalam mengurangi penggunaan kertas dan potensi timbulan sampah,” kata Franoto.
Berdasarkan data KAI Daop 1 Jakarta, Stasiun Gambir menjadi stasiun dengan jumlah pengguna Face Recognition terbanyak, yakni 1.004.346 pelanggan atau sekitar 61 persen dari total pelanggan yang berangkat dari stasiun tersebut. Selanjutnya, Stasiun Pasar Senen mencatat 526.244 pengguna, sedangkan Stasiun Bekasi sebanyak 158.934 pengguna.
Saat ini, KAI menyediakan empat unit Face Recognition Boarding Gate di Hall Selatan Stasiun Gambir, enam unit di Stasiun Pasar Senen yang berada di area Peron 1 serta Peron 3–4, dan tiga unit di Stasiun Bekasi.
Franoto menegaskan seluruh data pelanggan yang digunakan dalam layanan ini dikelola sesuai ketentuan perlindungan data pribadi. Data hanya dimanfaatkan untuk proses verifikasi identitas saat boarding dan tidak digunakan di luar kebutuhan pelayanan perjalanan.
“KAI memastikan data pelanggan tidak digunakan di luar kebutuhan pelayanan dan verifikasi perjalanan. Keamanan serta kerahasiaan data menjadi bagian penting dalam penerapan teknologi Face Recognition,” ujarnya.
Pelanggan dapat mendaftarkan Face Recognition melalui aplikasi Access by KAI dengan masuk ke akun, memilih menu Registrasi Face Recognition, mengisi data sesuai identitas, kemudian melakukan pengambilan foto wajah hingga proses registrasi dinyatakan berhasil. Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui petugas di Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Bekasi.
Setelah terdaftar, pelanggan cukup menuju Face Recognition Boarding Gate. Sistem akan mencocokkan wajah pelanggan dengan data identitas dan tiket perjalanan yang telah tersimpan. Apabila data sesuai, pintu boarding akan terbuka secara otomatis.
KAI menyatakan akan terus mengembangkan layanan digital guna menghadirkan perjalanan kereta api yang lebih mudah, efisien, aman, dan nyaman.
“Kami mengajak pelanggan memanfaatkan layanan Face Recognition agar proses boarding menjadi lebih ringkas. KAI akan terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas fasilitas ini sebagai bagian dari transformasi pelayanan kepada masyarakat,” tutup Franoto.(fahmi)































