Menu ✖

Mode Gelap
DAMRI Perkuat Komitmen Keselamatan dan Kesiapan Layanan Jelang Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 H. Fikri Hudi Oktiarwan Gelar Pengawasan Pemerintahan Bersama FORKABI di Cibinong, Soroti Kualitas Pelayanan Publik dan Tata Kelola Daerah KAI Group Layani 442,5 Juta Pelanggan hingga Oktober 2026, Naik 6,86 Persen GAPEKA 2026: KAI Tambah Pemberhentian Kereta Jarak Jauh di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Ditangkap dan Ditahan di Mako Brimob Sumpah Alternatif Atau Pilihan Terakhir Penyelesaian Perkara Di Masyarakat Gayo

PERON

1,68 Juta Penumpang KA Jarak Jauh Manfaatkan Face Recognition di Daop 1 Jakarta pada Semester I 2026

badge-check


 1,68 Juta Penumpang KA Jarak Jauh Manfaatkan Face Recognition di Daop 1 Jakarta pada Semester I 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Sebanyak 1.689.524 pelanggan kereta api jarak jauh memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta sepanjang Semester I 2026.

Teknologi ini menjadi bagian dari transformasi layanan KAI untuk mempercepat proses boarding sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan penggunaan tiket kertas.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan penggunaan teknologi pengenalan wajah tersebut terus meningkat karena memberikan kemudahan bagi pelanggan saat memasuki area keberangkatan. Dengan layanan ini, pelanggan cukup memindai wajah di mesin pemindai tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas kepada petugas.

“Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah pengguna Face Recognition di wilayah Daop 1 Jakarta mencapai lebih dari 1,68 juta pelanggan. Angka ini menunjukkan semakin banyak pelanggan yang memanfaatkan proses boarding yang praktis, cepat, dan tetap mengutamakan keamanan,” ujar Franoto.

Menurutnya, proses boarding manual mengharuskan pelanggan menyiapkan kartu identitas dan bukti tiket perjalanan, bahkan sebagian masih mencetak tiket di atas kertas. Melalui Face Recognition, proses verifikasi menjadi lebih ringkas sehingga mampu mempercepat pemeriksaan di pintu keberangkatan.

Selain meningkatkan kenyamanan pelanggan, teknologi tersebut juga mendukung program ramah lingkungan karena mengurangi kebutuhan pencetakan tiket.

“Selain memberikan kemudahan dan mempercepat proses boarding, pemanfaatan Face Recognition juga menjadi bagian dari upaya mendorong pelayanan yang lebih ramah lingkungan. Dengan tidak mencetak tiket, pelanggan turut berperan dalam mengurangi penggunaan kertas dan potensi timbulan sampah,” kata Franoto.

Berdasarkan data KAI Daop 1 Jakarta, Stasiun Gambir menjadi stasiun dengan jumlah pengguna Face Recognition terbanyak, yakni 1.004.346 pelanggan atau sekitar 61 persen dari total pelanggan yang berangkat dari stasiun tersebut. Selanjutnya, Stasiun Pasar Senen mencatat 526.244 pengguna, sedangkan Stasiun Bekasi sebanyak 158.934 pengguna.

Saat ini, KAI menyediakan empat unit Face Recognition Boarding Gate di Hall Selatan Stasiun Gambir, enam unit di Stasiun Pasar Senen yang berada di area Peron 1 serta Peron 3–4, dan tiga unit di Stasiun Bekasi.

Franoto menegaskan seluruh data pelanggan yang digunakan dalam layanan ini dikelola sesuai ketentuan perlindungan data pribadi. Data hanya dimanfaatkan untuk proses verifikasi identitas saat boarding dan tidak digunakan di luar kebutuhan pelayanan perjalanan.

“KAI memastikan data pelanggan tidak digunakan di luar kebutuhan pelayanan dan verifikasi perjalanan. Keamanan serta kerahasiaan data menjadi bagian penting dalam penerapan teknologi Face Recognition,” ujarnya.

Pelanggan dapat mendaftarkan Face Recognition melalui aplikasi Access by KAI dengan masuk ke akun, memilih menu Registrasi Face Recognition, mengisi data sesuai identitas, kemudian melakukan pengambilan foto wajah hingga proses registrasi dinyatakan berhasil. Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui petugas di Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Bekasi.

Setelah terdaftar, pelanggan cukup menuju Face Recognition Boarding Gate. Sistem akan mencocokkan wajah pelanggan dengan data identitas dan tiket perjalanan yang telah tersimpan. Apabila data sesuai, pintu boarding akan terbuka secara otomatis.

KAI menyatakan akan terus mengembangkan layanan digital guna menghadirkan perjalanan kereta api yang lebih mudah, efisien, aman, dan nyaman.

“Kami mengajak pelanggan memanfaatkan layanan Face Recognition agar proses boarding menjadi lebih ringkas. KAI akan terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas fasilitas ini sebagai bagian dari transformasi pelayanan kepada masyarakat,” tutup Franoto.(fahmi)

Baca Lainnya

KAI Group Layani 442,5 Juta Pelanggan hingga Oktober 2026, Naik 6,86 Persen

3 November 2026 - 20:21 WIB

GAPEKA 2026: KAI Tambah Pemberhentian Kereta Jarak Jauh di Bekasi, Cikarang, dan Jatinegara

3 November 2026 - 18:54 WIB

Empat Bulan Tinggal di Hunian Senen, Sahrul: Kami Berharap Bisa Menetap Selamanya

3 November 2026 - 13:42 WIB

KAI Siapkan 250 Hunian di Senen untuk Warga yang Tinggal di Bantaran Rel, 181 Unit Masih Kosong

3 November 2026 - 12:09 WIB

Danantara Tinjau Hunian Senen, Siapkan Fasilitas Olahraga dan Relokasi Warga Bantaran Rel

3 November 2026 - 11:48 WIB

Danantara Siapkan Lapangan Mini Soccer di Hunian Senen, KAI Data Warga Bantaran Rel untuk Direlokasi

3 November 2026 - 11:39 WIB

Hadapi Libur Nataru, Menhub Dudy Ingatkan 6 Faktor Utama Ini

2 November 2026 - 19:28 WIB

Naik Kereta Saat Hamil Ada Aturannya, KAI Wajibkan Surat Kesehatan dan Pendamping

2 November 2026 - 10:46 WIB

Ananda Omesh Punya Banyak Cerita dengan Kereta, Jadi Brand Ambassador Kampanye Ayo Naik Kereta

2 November 2026 - 10:29 WIB

KAI Buka Pemesanan Tiket Kereta untuk Keberangkatan 1 Desember 2026, Cek Jadwal Baru GAPEKA

1 November 2026 - 17:22 WIB

Trending di PERON