Menu

Mode Gelap
Perkuat Keselamatan, Grab, Kemenhub, dan AISI Gelar Pelatihan bagi 1.052 Mitra Pengemudi di 5 Kota KAI Angkut 32,50 Juta Ton Barang pada Semester I 2026, Perkuat Integrasi Logistik Nasional 1,68 Juta Penumpang KA Jarak Jauh Manfaatkan Face Recognition di Daop 1 Jakarta pada Semester I 2026 Hari Anak Nasional, drg. Ambar Puspitasari SpKGA, Edukasi Kesehatan Gigi Murid Disabilitas pada Pengguna Transportasi Publik Gelar RUPSLB, Dirut GMFI Sebut Pemegang Saham Setujui Kuasi Reorganisasi Yes, Bandara Husein Kantongi Sertifikat Layanan Pesawat Jet Sekelas Boeing 737-800

PERON

1,68 Juta Penumpang KA Jarak Jauh Manfaatkan Face Recognition di Daop 1 Jakarta pada Semester I 2026

badge-check


 1,68 Juta Penumpang KA Jarak Jauh Manfaatkan Face Recognition di Daop 1 Jakarta pada Semester I 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Sebanyak 1.689.524 pelanggan kereta api jarak jauh memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta sepanjang Semester I 2026.

Teknologi ini menjadi bagian dari transformasi layanan KAI untuk mempercepat proses boarding sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan penggunaan tiket kertas.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan penggunaan teknologi pengenalan wajah tersebut terus meningkat karena memberikan kemudahan bagi pelanggan saat memasuki area keberangkatan. Dengan layanan ini, pelanggan cukup memindai wajah di mesin pemindai tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas kepada petugas.

“Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah pengguna Face Recognition di wilayah Daop 1 Jakarta mencapai lebih dari 1,68 juta pelanggan. Angka ini menunjukkan semakin banyak pelanggan yang memanfaatkan proses boarding yang praktis, cepat, dan tetap mengutamakan keamanan,” ujar Franoto.

Menurutnya, proses boarding manual mengharuskan pelanggan menyiapkan kartu identitas dan bukti tiket perjalanan, bahkan sebagian masih mencetak tiket di atas kertas. Melalui Face Recognition, proses verifikasi menjadi lebih ringkas sehingga mampu mempercepat pemeriksaan di pintu keberangkatan.

Selain meningkatkan kenyamanan pelanggan, teknologi tersebut juga mendukung program ramah lingkungan karena mengurangi kebutuhan pencetakan tiket.

“Selain memberikan kemudahan dan mempercepat proses boarding, pemanfaatan Face Recognition juga menjadi bagian dari upaya mendorong pelayanan yang lebih ramah lingkungan. Dengan tidak mencetak tiket, pelanggan turut berperan dalam mengurangi penggunaan kertas dan potensi timbulan sampah,” kata Franoto.

Berdasarkan data KAI Daop 1 Jakarta, Stasiun Gambir menjadi stasiun dengan jumlah pengguna Face Recognition terbanyak, yakni 1.004.346 pelanggan atau sekitar 61 persen dari total pelanggan yang berangkat dari stasiun tersebut. Selanjutnya, Stasiun Pasar Senen mencatat 526.244 pengguna, sedangkan Stasiun Bekasi sebanyak 158.934 pengguna.

Saat ini, KAI menyediakan empat unit Face Recognition Boarding Gate di Hall Selatan Stasiun Gambir, enam unit di Stasiun Pasar Senen yang berada di area Peron 1 serta Peron 3–4, dan tiga unit di Stasiun Bekasi.

Franoto menegaskan seluruh data pelanggan yang digunakan dalam layanan ini dikelola sesuai ketentuan perlindungan data pribadi. Data hanya dimanfaatkan untuk proses verifikasi identitas saat boarding dan tidak digunakan di luar kebutuhan pelayanan perjalanan.

“KAI memastikan data pelanggan tidak digunakan di luar kebutuhan pelayanan dan verifikasi perjalanan. Keamanan serta kerahasiaan data menjadi bagian penting dalam penerapan teknologi Face Recognition,” ujarnya.

Pelanggan dapat mendaftarkan Face Recognition melalui aplikasi Access by KAI dengan masuk ke akun, memilih menu Registrasi Face Recognition, mengisi data sesuai identitas, kemudian melakukan pengambilan foto wajah hingga proses registrasi dinyatakan berhasil. Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui petugas di Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Bekasi.

Setelah terdaftar, pelanggan cukup menuju Face Recognition Boarding Gate. Sistem akan mencocokkan wajah pelanggan dengan data identitas dan tiket perjalanan yang telah tersimpan. Apabila data sesuai, pintu boarding akan terbuka secara otomatis.

KAI menyatakan akan terus mengembangkan layanan digital guna menghadirkan perjalanan kereta api yang lebih mudah, efisien, aman, dan nyaman.

“Kami mengajak pelanggan memanfaatkan layanan Face Recognition agar proses boarding menjadi lebih ringkas. KAI akan terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas fasilitas ini sebagai bagian dari transformasi pelayanan kepada masyarakat,” tutup Franoto.(fahmi)

Baca Lainnya

KAI Angkut 32,50 Juta Ton Barang pada Semester I 2026, Perkuat Integrasi Logistik Nasional

28 Juli 2026 - 17:04 WIB

Hari Anak Nasional, drg. Ambar Puspitasari SpKGA, Edukasi Kesehatan Gigi Murid Disabilitas pada Pengguna Transportasi Publik

28 Juli 2026 - 15:57 WIB

KAI Services Gunakan Smart Cleaning untuk Wujudkan Stasiun Lebih Bersih dan Ramah Lingkungan

28 Juli 2026 - 09:54 WIB

KAI Group Perkuat Kolaborasi dengan INKA, Nilai Pengadaan Sarana Capai Rp14,88 Triliun

28 Juli 2026 - 04:57 WIB

KAI Kembangkan Stasiun Bogor, Peron SF12 Beroperasi Penuh dan Eskalator ke Bogor Paledang Disiapkan

27 Juli 2026 - 22:57 WIB

KAI Commuter Blacklist 40 Pelaku Pelecehan Seksual Selama Semester I 2026

27 Juli 2026 - 17:44 WIB

Kontribusi Pajak KAI Group Tembus Rp6,98 Triliun pada 2025, Naik 66 Persen

26 Juli 2026 - 18:17 WIB

Pengguna Tarif Reduksi Disabilitas KAI Melonjak 200 Persen pada Semester I 2026

26 Juli 2026 - 16:41 WIB

KAI Sediakan 124 Water Station Gratis di 58 Stasiun, Dukung Kebutuhan Penumpang dan Kurangi Sampah Plastik

26 Juli 2026 - 15:36 WIB

KAI Tingkatkan Efisiensi Energi, Konsumsi Turun 15,39 Persen di Tengah Lonjakan Pelanggan

26 Juli 2026 - 11:54 WIB

Trending di PERON