Menu

Mode Gelap
Pelindo Regional 4 Perkuat Keamanan Pelabuhan melalui Sertifikasi PFSO FIFGROUP Raih Penghargaan GP2SP DKI Jakarta KAI 81 Tahun, Perjalanan Tiket Kereta dari Loket hingga Access by KAI Pelindo Regional 4 Gandeng BNN Edukasi Antinarkoba di Kalangan Pelajar IPC TPK Cetak Kinerja Positif Hingga Agustus 2026, Catat Pertumbuhan Volume Petikemas 8,37 Persen Prabowo Perkuat Arah Baru Ekonomi, Disiplin Fiskal dan Ketahanan Energi Jadi Prioritas Pasca Pergantian Menkeu

PERON

1,68 Juta Penumpang KA Jarak Jauh Manfaatkan Face Recognition di Daop 1 Jakarta pada Semester I 2026

badge-check


 1,68 Juta Penumpang KA Jarak Jauh Manfaatkan Face Recognition di Daop 1 Jakarta pada Semester I 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Sebanyak 1.689.524 pelanggan kereta api jarak jauh memanfaatkan layanan Face Recognition Boarding Gate di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta sepanjang Semester I 2026.

Teknologi ini menjadi bagian dari transformasi layanan KAI untuk mempercepat proses boarding sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan penggunaan tiket kertas.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan penggunaan teknologi pengenalan wajah tersebut terus meningkat karena memberikan kemudahan bagi pelanggan saat memasuki area keberangkatan. Dengan layanan ini, pelanggan cukup memindai wajah di mesin pemindai tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas kepada petugas.

“Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah pengguna Face Recognition di wilayah Daop 1 Jakarta mencapai lebih dari 1,68 juta pelanggan. Angka ini menunjukkan semakin banyak pelanggan yang memanfaatkan proses boarding yang praktis, cepat, dan tetap mengutamakan keamanan,” ujar Franoto.

Menurutnya, proses boarding manual mengharuskan pelanggan menyiapkan kartu identitas dan bukti tiket perjalanan, bahkan sebagian masih mencetak tiket di atas kertas. Melalui Face Recognition, proses verifikasi menjadi lebih ringkas sehingga mampu mempercepat pemeriksaan di pintu keberangkatan.

Selain meningkatkan kenyamanan pelanggan, teknologi tersebut juga mendukung program ramah lingkungan karena mengurangi kebutuhan pencetakan tiket.

“Selain memberikan kemudahan dan mempercepat proses boarding, pemanfaatan Face Recognition juga menjadi bagian dari upaya mendorong pelayanan yang lebih ramah lingkungan. Dengan tidak mencetak tiket, pelanggan turut berperan dalam mengurangi penggunaan kertas dan potensi timbulan sampah,” kata Franoto.

Berdasarkan data KAI Daop 1 Jakarta, Stasiun Gambir menjadi stasiun dengan jumlah pengguna Face Recognition terbanyak, yakni 1.004.346 pelanggan atau sekitar 61 persen dari total pelanggan yang berangkat dari stasiun tersebut. Selanjutnya, Stasiun Pasar Senen mencatat 526.244 pengguna, sedangkan Stasiun Bekasi sebanyak 158.934 pengguna.

Saat ini, KAI menyediakan empat unit Face Recognition Boarding Gate di Hall Selatan Stasiun Gambir, enam unit di Stasiun Pasar Senen yang berada di area Peron 1 serta Peron 3–4, dan tiga unit di Stasiun Bekasi.

Franoto menegaskan seluruh data pelanggan yang digunakan dalam layanan ini dikelola sesuai ketentuan perlindungan data pribadi. Data hanya dimanfaatkan untuk proses verifikasi identitas saat boarding dan tidak digunakan di luar kebutuhan pelayanan perjalanan.

“KAI memastikan data pelanggan tidak digunakan di luar kebutuhan pelayanan dan verifikasi perjalanan. Keamanan serta kerahasiaan data menjadi bagian penting dalam penerapan teknologi Face Recognition,” ujarnya.

Pelanggan dapat mendaftarkan Face Recognition melalui aplikasi Access by KAI dengan masuk ke akun, memilih menu Registrasi Face Recognition, mengisi data sesuai identitas, kemudian melakukan pengambilan foto wajah hingga proses registrasi dinyatakan berhasil. Pendaftaran juga dapat dilakukan melalui petugas di Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Bekasi.

Setelah terdaftar, pelanggan cukup menuju Face Recognition Boarding Gate. Sistem akan mencocokkan wajah pelanggan dengan data identitas dan tiket perjalanan yang telah tersimpan. Apabila data sesuai, pintu boarding akan terbuka secara otomatis.

KAI menyatakan akan terus mengembangkan layanan digital guna menghadirkan perjalanan kereta api yang lebih mudah, efisien, aman, dan nyaman.

“Kami mengajak pelanggan memanfaatkan layanan Face Recognition agar proses boarding menjadi lebih ringkas. KAI akan terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas fasilitas ini sebagai bagian dari transformasi pelayanan kepada masyarakat,” tutup Franoto.(fahmi)

Baca Lainnya

KAI 81 Tahun, Perjalanan Tiket Kereta dari Loket hingga Access by KAI

14 September 2026 - 22:13 WIB

Jalan Sejajar Rel Ditargetkan Selesai Dibangun 2027, Simpang Volvo Pasar Minggu Ditutup

14 September 2026 - 14:15 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Gunakan 6,5 Juta Liter B50, Operasional KA Tetap Lancar

12 September 2026 - 15:43 WIB

KRL Terdampak Gempa, KAI Commuter Lakukan Pemeriksaan Jalur Sabtu Pagi

12 September 2026 - 07:14 WIB

Lawang Sewu Tarik 376 Ribu Pengunjung hingga Agustus 2026, Sejarah Kereta Api Jadi Daya Tarik

11 September 2026 - 21:59 WIB

Serukan Peningkatan Keselamatan Transportasi, Menhub Dudy Kumpulkan UPT se-Jawa Timur

11 September 2026 - 21:47 WIB

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Target Angkut hingga 80.000 Penumpang/Hari

11 September 2026 - 21:25 WIB

Angkutan Petikemas KAI Tumbuh 19,24 Persen, Tembus 3,9 Juta Ton hingga Agustus 2026

11 September 2026 - 05:06 WIB

Dari Lubuk Linggau hingga Ketapang, Kereta Api Menjadi Bagian dari Pertumbuhan Kota Sejak 159 Tahun Lalu

11 September 2026 - 01:06 WIB

Kebutuhan Pembangunan LRT Jakarta Fase 2A Rp7,8 Triliun

10 September 2026 - 12:57 WIB

Trending di PERON