Menu ✖

Mode Gelap
KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun Imperial Suites DAMRI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Premium Jakarta–Surabaya–Malang dengan Bus Double Decker Pelindo Mengajar, Inspirasi Generasi Emas di Makassar Era AI Ubah Wajah Industri Musik, Dr. Mohammad Amin Ingatkan Pentingnya Kreativitas dan Hak Pencipta The Morbius Rilis Single Ketiga 2026, “Semu” Angkat Kisah Pengkhianatan Komitmen

PERON

KAI Angkut 32,50 Juta Ton Barang pada Semester I 2026, Perkuat Integrasi Logistik Nasional

badge-check


 KAI Angkut 32,50 Juta Ton Barang pada Semester I 2026, Perkuat Integrasi Logistik Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat peran kereta api sebagai tulang punggung logistik nasional melalui peningkatan kapasitas angkutan barang, pengembangan konektivitas menuju pelabuhan dan kawasan industri, penambahan sarana, serta integrasi layanan dengan moda transportasi lainnya.

Sepanjang Semester I 2026, KAI mencatat volume angkutan barang mencapai 32.498.043 ton. Dari jumlah tersebut, 26.534.095 ton atau sekitar 81,65 persen merupakan angkutan batu bara, sedangkan 5.963.948 ton atau 18,35 persen berasal dari komoditas nonbatu bara.

Komoditas nonbatu bara yang diangkut KAI meliputi peti kemas, bahan bakar minyak (BBM), semen dan klinker, produk perkebunan, ritel, pupuk, baja, hingga berbagai kebutuhan industri dan konsumsi masyarakat.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan penguatan angkutan barang dilakukan untuk meningkatkan keterhubungan antara pusat produksi, kawasan industri, terminal barang, pelabuhan, pergudangan, hingga tujuan akhir distribusi.

“Kereta api memiliki kapasitas besar, jadwal yang terencana, serta kemampuan melayani pengiriman antardaerah secara konsisten. Penguatan angkutan barang diarahkan agar layanan berbasis rel semakin terhubung dengan pelabuhan, kawasan industri, dry port, dan layanan first serta last mile,” ujar Anne.

Untuk angkutan batu bara, KAI menyiapkan peningkatan kapasitas di Sumatra Bagian Selatan melalui penambahan sarana, penguatan jalur rel, pengembangan sistem persinyalan elektrik, serta optimalisasi fasilitas bongkar muat.

Salah satu proyek yang dipersiapkan adalah pengembangan Terminal Tarahan II melalui investasi bersama PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Terminal tersebut direncanakan memiliki tambahan kapasitas hingga 20 juta ton per tahun.

Dalam proyek itu, PTBA akan mengembangkan terminal pemuatan, terminal pembongkaran, dan infrastruktur pendukung, sedangkan KAI menyiapkan sarana serta sistem persinyalan elektrik. Perencanaan sarana mencakup 22 lokomotif dan 1.200 gerbong.

Selain itu, KAI telah menerima 1.080 gerbong datar hingga Semester I 2026 untuk memperkuat kapasitas angkutan barang di Sumatra, khususnya mendukung distribusi komoditas dalam jumlah besar.

“Investasi angkutan barang harus dibangun sebagai satu ekosistem. Penambahan lokomotif dan gerbong perlu disertai kesiapan jalur, persinyalan, terminal, fasilitas perawatan, serta kepastian volume dari mitra agar kapasitas yang tersedia dapat dimanfaatkan secara produktif,” kata Anne.

Di Pulau Jawa, KAI mengembangkan layanan kereta api peti kemas reguler non-dedicated yang memungkinkan pelanggan memesan kapasitas berdasarkan slot muatan sesuai kebutuhan. Skema tersebut diharapkan meningkatkan tingkat keterisian rangkaian dan fleksibilitas layanan.

Selama Semester I 2026, volume angkutan peti kemas KAI mencapai sekitar 2,62 juta ton. KAI juga mengoperasikan KA Brumbung Cargo dengan kapasitas hingga 800 ton per rangkaian untuk memperluas pilihan distribusi barang berbasis rel.

Perseroan juga menyiapkan konektivitas antara Terminal Peti Kemas Cilacap dengan jaringan kereta api menuju Terminal Peti Kemas Semarang guna memperkuat distribusi ekspor, impor, dan domestik sekaligus mengalihkan sebagian angkutan barang dari jalan raya ke moda kereta api.

Selain itu, KAI mengembangkan konektivitas logistik antara fasilitas produksi Krakatau Steel dan kawasan industri di Jawa Timur sebagai proyek percontohan distribusi baja yang mendukung kebijakan Zero Over Dimension Over Load (Zero ODOL).

Strategi pengembangan logistik juga mencakup kajian pembangunan dry port di Kawasan Industri Terpadu Batang, pengembangan layanan angkutan minyak kelapa sawit mentah (CPO), serta penyediaan layanan green freight untuk mendukung perusahaan yang menargetkan pengurangan emisi dalam rantai pasok.

Menurut Anne, seluruh pengembangan tersebut akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kelayakan bisnis, kesiapan infrastruktur, keselamatan operasional, kepastian volume angkutan, regulasi, dan skema pembiayaan.

“Integrasi logistik nasional perlu memberi manfaat langsung bagi industri dan masyarakat. Distribusi yang semakin efisien dapat membantu menjaga pasokan, meningkatkan kepastian waktu pengiriman, memperluas jangkauan pasar, dan mendukung daya saing produk Indonesia,” ujarnya.

Anne menambahkan, KAI akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, Danantara, pengelola pelabuhan, kawasan industri, pemilik barang, serta perusahaan logistik untuk meningkatkan peran kereta api dalam rantai pasok nasional.

“Dengan kolaborasi pemerintah, Danantara, pengelola pelabuhan, kawasan industri, pemilik barang, dan perusahaan logistik, KAI ingin memperbesar kontribusi kereta api dalam rantai pasok nasional. Arah akhirnya adalah sistem distribusi yang semakin terintegrasi, berkapasitas besar, terjadwal, efisien, dan rendah emisi,” tutup Anne.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun

5 November 2026 - 21:01 WIB

KAI Services Terapkan Smart Cleaning, Kebersihan Stasiun Didukung Mesin Modern

5 November 2026 - 10:10 WIB

KAI Gelar Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu, Bahas Pelestarian Sejarah Kereta Api

5 November 2026 - 10:05 WIB

KCIC Hadirkan Promo 11.11, Naik Whoosh Lebih Hemat hingga Rp110 Ribu

5 November 2026 - 09:59 WIB

Dua Pencuri Kabel Rel di Tanah Abang Divonis 2 Tahun Penjara, KAI Soroti Ancaman Keselamatan

4 November 2026 - 21:13 WIB

Rekrutmen KAI Masuk Tahap Wawancara, KAI Divre III Ingatkan Pelamar Waspadai Penipuan

4 November 2026 - 15:17 WIB

GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Tambah 8.466 Kursi dan 39 Perjalanan Kereta

4 November 2026 - 14:24 WIB

KAI Commuter Catat 303,9 Juta Pengguna hingga Oktober 2026

4 November 2026 - 13:05 WIB

KAI Services Hadirkan Milo, Mesin Pembersih Lantai Modern untuk Tingkatkan Kebersihan Stasiun

4 November 2026 - 12:24 WIB

GAPEKA 2026 Pangkas Waktu KA, Ini 10 Daftar Kereta Menjadi Lebih Cepat 1,5 Jam hingga 31 Menit

4 November 2026 - 11:58 WIB

Trending di PERON