Menu

Mode Gelap
Buntut OTT KPK Di Kantor ATR/BPN Cibinong , HPPMI Dan LIRA Gelar Syukuran Serta Potong Domba.  SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan Bhutan Bersiap Gelar Bathing Carnival Bhutan Kedua di Telung, PemaGathsel KRL Jabodetabek Kembali Layani 1.065 Perjalanan, Empat Jadwal Bogor Dipulihkan Tata Terminal LNG Benoa, Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi di Bali Melalui Pertukaran Data ADS-B, AirNav dan CAAS Perkuat Layanan Lintas FIR

PERON

Kontribusi Pajak KAI Group Tembus Rp6,98 Triliun pada 2025, Naik 66 Persen

badge-check


 Kontribusi Pajak KAI Group Tembus Rp6,98 Triliun pada 2025, Naik 66 Persen Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kontribusi pajak dan penerimaan negara dari KAI Group sebesar Rp6,98 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut naik 66,05 persen dibandingkan kontribusi pada 2024 sebesar Rp4,20 triliun.

Kontribusi tersebut berasal dari aktivitas usaha KAI sebagai entitas induk bersama seluruh entitas anak. Komponen penerimaan meliputi Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak daerah, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, kontribusi tersebut merupakan hasil dari aktivitas ekonomi yang tercipta melalui ekosistem KAI Group yang melibatkan perusahaan, pekerja, pelanggan, mitra usaha, dan masyarakat.

“Di balik perjalanan pelanggan, distribusi barang, aktivitas usaha di stasiun, dan berbagai layanan KAI Group, terdapat nilai ekonomi yang ikut menghasilkan penerimaan bagi negara. Kontribusi tersebut selanjutnya dikelola pemerintah untuk mendukung pelayanan publik dan pembangunan,” ujar Anne.

Dari total kontribusi sebesar Rp6,98 triliun, KAI sebagai entitas induk menyumbang Rp6,19 triliun, sedangkan entitas anak berkontribusi sebesar Rp795,89 miliar.

Rinciannya terdiri atas Pajak Penghasilan sebesar Rp3,05 triliun, Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp1,47 triliun, Penerimaan Negara Bukan Pajak sebesar Rp2,27 triliun, serta Pajak Bumi dan Bangunan sekitar Rp113,96 miliar.

Selain itu, entitas anak KAI Group turut memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah melalui pajak restoran sebesar Rp28,66 miliar, pajak hotel Rp456,90 juta, dan pajak daerah lainnya sebesar Rp47,84 miliar.

Anne menuturkan, capaian tersebut tidak lepas dari peran seluruh pihak yang terlibat dalam operasional perusahaan, mulai dari pekerja yang menjaga layanan, pelanggan yang menggunakan jasa kereta api, hingga mitra usaha yang mendukung kegiatan bisnis KAI Group.

“Di balik kontribusi Rp6,98 triliun tersebut terdapat aktivitas ekonomi yang digerakkan oleh para pekerja, pelanggan, mitra usaha, dan seluruh entitas KAI Group. Setiap bagian memiliki peran dalam membentuk nilai yang kemudian menjadi penerimaan bagi negara dan daerah,” katanya.

Menurut Anne, keberadaan layanan kereta api juga mendorong perputaran ekonomi di berbagai daerah. Aktivitas di stasiun dan perjalanan kereta mempertemukan pelanggan, pekerja, pelaku usaha, hingga pemasok yang secara tidak langsung ikut menciptakan penerimaan fiskal bagi pemerintah pusat maupun daerah.

“Ketika pelanggan melakukan perjalanan, ada banyak kehidupan yang ikut terhubung. Ada pekerja yang memperoleh penghasilan, pelaku usaha yang melayani pelanggan, pemasok yang menyediakan kebutuhan, serta daerah yang menerima manfaat dari aktivitas ekonomi di sekitarnya,” ujarnya.

KAI menegaskan seluruh penerimaan yang disetorkan menjadi bagian dari sistem penerimaan negara dan daerah yang dikelola pemerintah sesuai mekanisme penganggaran dan prioritas pembangunan.

Kontribusi ini tidak dikelola langsung oleh KAI untuk program tertentu. Dana tersebut masuk ke dalam sistem penerimaan pemerintah dan menjadi bagian dari kapasitas negara dalam menjalankan pelayanan publik serta pembangunan,” jelas Anne.

Sepanjang 2025, KAI juga memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan perpajakan yang berlaku. Hingga 31 Desember 2025, perusahaan tidak menerima peringatan maupun sanksi perpajakan yang signifikan. Kepatuhan tersebut dijaga melalui pengelolaan administrasi, pelaporan, pembayaran pajak, serta penguatan manajemen risiko perpajakan.

Anne menambahkan, peningkatan kontribusi kepada negara harus berjalan seiring dengan kinerja perusahaan yang sehat, keberlanjutan layanan, dan kesejahteraan pekerja.

“Kereta api membawa jutaan cerita perjalanan. Dari aktivitas tersebut lahir pekerjaan, kesempatan usaha, penghasilan keluarga, serta kontribusi yang kembali kepada negara. KAI akan terus menjaga kinerja dan tata kelola agar manfaat kehadiran perusahaan dapat dirasakan semakin luas oleh masyarakat,” tutup Anne.(fahmi)

Baca Lainnya

KRL Jabodetabek Kembali Layani 1.065 Perjalanan, Empat Jadwal Bogor Dipulihkan

21 September 2026 - 11:22 WIB

Sambut HUT ke-81, KAI Siapkan Nusantara Explorer untuk Perjalanan Wisata Indonesia

21 September 2026 - 05:11 WIB

KAI Gagalkan Dugaan Pencurian Kabel Bonding di Stasiun Kampung Bandan

20 September 2026 - 17:49 WIB

Satu KRL CLI-225 Kembali Beroperasi, Commuter Line Bogor Tambah 4 Perjalanan

19 September 2026 - 11:34 WIB

Akses Kota Baru Parahyangan ke Stasiun Whoosh Padalarang Disiapkan, Ada Skybridge

18 September 2026 - 07:54 WIB

KAI Catat 182.208 Pelanggan Manfaatkan Kereta Ekonomi Kerakyatan

18 September 2026 - 07:19 WIB

Kereta Makan M1 Kian Nyaman, KAI Services Perkuat Pengalaman Kuliner Penumpang

18 September 2026 - 06:44 WIB

KAI Services Perkuat Konsep Integrated Services untuk Perluas Bisnis

17 September 2026 - 16:04 WIB

Tarif Rp3.000, Kereta Petani dan Pedagang KAI Telah Layani 43.780 Pelanggan

17 September 2026 - 14:53 WIB

KAI Operasikan 113 PLTS di 92 Lokasi, Total Kapasitas Capai 4,43 MWp

17 September 2026 - 14:39 WIB

Trending di PERON