Menu ✖

Mode Gelap
KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun Imperial Suites DAMRI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Premium Jakarta–Surabaya–Malang dengan Bus Double Decker Pelindo Mengajar, Inspirasi Generasi Emas di Makassar Era AI Ubah Wajah Industri Musik, Dr. Mohammad Amin Ingatkan Pentingnya Kreativitas dan Hak Pencipta The Morbius Rilis Single Ketiga 2026, “Semu” Angkat Kisah Pengkhianatan Komitmen

PERON

KAI Commuter Blacklist 40 Pelaku Pelecehan Seksual Selama Semester I 2026

badge-check


 KAI Commuter Blacklist 40 Pelaku Pelecehan Seksual Selama Semester I 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Commuter menangani 40 kasus pelecehan seksual yang terjadi di dalam Commuter Line maupun di area stasiun sepanjang Semester I 2026.

Seluruh pelaku telah dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) sebagai bentuk komitmen perusahaan menciptakan ruang publik yang aman dan nyaman bagi pengguna transportasi massal.

Pemblokiran tersebut membuat seluruh pelaku tidak lagi dapat menggunakan layanan Commuter Line di seluruh wilayah operasional melalui sistem pengawasan yang telah terintegrasi.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, selain memberikan sanksi berupa pemblokiran akses layanan, perusahaan juga telah menyerahkan 17 kasus kepada pihak kepolisian untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Sementara itu, untuk kasus lainnya, KAI Commuter menghormati keputusan korban yang memilih tidak melanjutkan perkara ke jalur hukum.

“Kendati demikian, KAI Commuter terus mendorong dan mengimbau para korban untuk berani melanjutkan proses hukum guna memberikan efek jera yang maksimal bagi pelaku,” ujar Karina.

Menurutnya, KAI Commuter siap memberikan pendampingan kepada korban, mulai dari pelaporan hingga proses hukum di kepolisian.

“Kami juga ingin meyakinkan seluruh pengguna bahwa korban tidak sendirian, kami berkomitmen untuk mendampingi korban hingga tuntas pada tindak lanjut proses hukumnya,” tambahnya.

Sebagai upaya pencegahan, KAI Commuter terus memperkuat sistem pengawasan dengan mengoptimalkan penggunaan CCTV analytic di berbagai titik stasiun serta meningkatkan patroli petugas keamanan.

Selain itu, perusahaan secara rutin menggelar kampanye dan sosialisasi pencegahan kekerasan seksual di lingkungan Commuter Line. Kegiatan tersebut dilakukan bersama sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), organisasi perempuan, influencer, serta komunitas di seluruh wilayah operasional KAI Commuter.

Melalui kampanye tersebut, masyarakat diajak berani speak up apabila melihat maupun mengalami tindakan pelecehan atau kekerasan seksual di lingkungan Commuter Line.

Karina menegaskan KAI Commuter menjamin kerahasiaan identitas korban serta perlindungan privasi bagi setiap pelapor.

“KAI Commuter menjamin kerahasiaan identitas, perlindungan privasi, serta siap mendampingi setiap langkah penegakan hukum demi terciptanya ekosistem transportasi publik yang aman, adil, dan bebas dari kekerasan seksual,” tandasnya.

Baca Lainnya

Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun

5 November 2026 - 21:01 WIB

KAI Services Terapkan Smart Cleaning, Kebersihan Stasiun Didukung Mesin Modern

5 November 2026 - 10:10 WIB

KAI Gelar Rail Heritage Forum 2026 di Lawang Sewu, Bahas Pelestarian Sejarah Kereta Api

5 November 2026 - 10:05 WIB

KCIC Hadirkan Promo 11.11, Naik Whoosh Lebih Hemat hingga Rp110 Ribu

5 November 2026 - 09:59 WIB

Dua Pencuri Kabel Rel di Tanah Abang Divonis 2 Tahun Penjara, KAI Soroti Ancaman Keselamatan

4 November 2026 - 21:13 WIB

Rekrutmen KAI Masuk Tahap Wawancara, KAI Divre III Ingatkan Pelamar Waspadai Penipuan

4 November 2026 - 15:17 WIB

GAPEKA 2026 Berlaku 1 Desember, KAI Tambah 8.466 Kursi dan 39 Perjalanan Kereta

4 November 2026 - 14:24 WIB

KAI Commuter Catat 303,9 Juta Pengguna hingga Oktober 2026

4 November 2026 - 13:05 WIB

KAI Services Hadirkan Milo, Mesin Pembersih Lantai Modern untuk Tingkatkan Kebersihan Stasiun

4 November 2026 - 12:24 WIB

GAPEKA 2026 Pangkas Waktu KA, Ini 10 Daftar Kereta Menjadi Lebih Cepat 1,5 Jam hingga 31 Menit

4 November 2026 - 11:58 WIB

Trending di PERON