Menu

Mode Gelap
SMPN 259 Jakarta Angkat Isu Bullying Lewat Film Pendek Suara di Kepala Bimo Peringatan Maulid Malam ke-39 di Masjid An-Nur: “Belum Jatuh Cinta pada Rasulullah? Maulid Kita Belum Berefek!” KAI Gagalkan Dugaan Pencurian Kabel Bonding di Stasiun Kampung Bandan PELNI Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026 Kemenhub Perkuat Kesiapan Awak Kapal PELNI Hadapi Situasi Darurat Pegayon Angkat Motif Pepir Gayo, Forum Budaya Disiapkan untuk Hidupkan Seni di Kem Seni Antara

PERON

Angkutan Peti Kemas KAI Tumbuh 19,35 Persen, Dukung Kelancaran Distribusi Barang Nasional

badge-check


 Angkutan Peti Kemas KAI Tumbuh 19,35 Persen, Dukung Kelancaran Distribusi Barang Nasional Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan angkutan peti kemas selama periode Januari–Mei 2026. Peningkatan tersebut mencerminkan semakin besarnya peran transportasi kereta api dalam mendukung distribusi barang dan aktivitas ekonomi nasional.

Sepanjang lima bulan pertama tahun ini, KAI mengangkut 2.428.471 ton peti kemas atau meningkat 19,35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2.034.751 ton. Secara volume, terjadi kenaikan sebesar 393.720 ton.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan distribusi barang yang sejalan dengan perkembangan sektor industri, perdagangan, dan konsumsi masyarakat.

“Pertumbuhan angkutan peti kemas menunjukkan meningkatnya aktivitas distribusi barang di berbagai sektor. Kereta api hadir untuk memastikan arus logistik berlangsung secara terjadwal, efisien, dan mampu mendukung kebutuhan dunia usaha maupun masyarakat,” ujar Anne dalam keterangannya.

Menurut Anne, peningkatan volume angkutan peti kemas menjadi indikator semakin luasnya pemanfaatan moda transportasi berbasis rel dalam mendukung rantai pasok nasional.

Kinerja tersebut dinilai relevan dengan upaya pemerintah menekan biaya logistik nasional. Berdasarkan kajian Kementerian PPN/Bappenas, biaya logistik Indonesia saat ini masih berada di kisaran 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah menargetkan angka tersebut dapat ditekan hingga 8 persen pada 2045.

Efisiensi distribusi barang menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya saing ekonomi nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,12 persen pada 2025, laju pertumbuhan angkutan peti kemas KAI yang mencapai 19,35 persen menunjukkan peningkatan yang jauh lebih tinggi. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya aktivitas produksi, perdagangan, distribusi, serta kebutuhan logistik yang memanfaatkan transportasi kereta api.

Secara global, peti kemas memiliki peran penting dalam perdagangan internasional. Data World Bank menunjukkan lebih dari 80 persen perdagangan dunia diangkut melalui jalur laut. Dari jumlah tersebut, sekitar 35 persen volume perdagangan global dan lebih dari 60 persen nilai perdagangan dunia ditransportasikan menggunakan peti kemas.

Bagi Indonesia, peningkatan angkutan peti kemas melalui kereta api tidak hanya berkontribusi pada kelancaran distribusi barang, tetapi juga mendukung pengiriman bahan baku industri, produk manufaktur, komoditas ekspor, hingga kebutuhan masyarakat ke berbagai wilayah secara tepat waktu.

Selain itu, angkutan peti kemas berbasis rel turut memperkuat kapasitas sistem transportasi nasional karena mampu mengangkut barang dalam jumlah besar dalam satu perjalanan. Hal ini membantu meningkatkan konektivitas antara kawasan industri, pusat logistik, dan pelabuhan.

“Logistik yang kuat akan memperkuat ekonomi. Karena itu KAI terus mengembangkan layanan peti kemas agar mampu mendukung konektivitas kawasan industri, pusat distribusi, dan pelabuhan yang menjadi simpul penting pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Gagalkan Dugaan Pencurian Kabel Bonding di Stasiun Kampung Bandan

20 September 2026 - 17:49 WIB

Satu KRL CLI-225 Kembali Beroperasi, Commuter Line Bogor Tambah 4 Perjalanan

19 September 2026 - 11:34 WIB

Akses Kota Baru Parahyangan ke Stasiun Whoosh Padalarang Disiapkan, Ada Skybridge

18 September 2026 - 07:54 WIB

KAI Catat 182.208 Pelanggan Manfaatkan Kereta Ekonomi Kerakyatan

18 September 2026 - 07:19 WIB

Kereta Makan M1 Kian Nyaman, KAI Services Perkuat Pengalaman Kuliner Penumpang

18 September 2026 - 06:44 WIB

KAI Services Perkuat Konsep Integrated Services untuk Perluas Bisnis

17 September 2026 - 16:04 WIB

Tarif Rp3.000, Kereta Petani dan Pedagang KAI Telah Layani 43.780 Pelanggan

17 September 2026 - 14:53 WIB

KAI Operasikan 113 PLTS di 92 Lokasi, Total Kapasitas Capai 4,43 MWp

17 September 2026 - 14:39 WIB

Peringati Harhubnas, Menhub Dudy: Harus jadi Momentum Evaluasi dan Perbarui Komitmen

17 September 2026 - 13:54 WIB

KAI Commuter Resmi Kelola KA Bandara YIA, Nama Layanan Berubah Jadi Commuter Line

17 September 2026 - 09:11 WIB

Trending di PERON