Menu

Mode Gelap
Terminal Kijing Mulai Operasikan Layanan Peti Kemas, Siap Jadi Motor Penggerak Logistik Kalimantan Barat BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Agustus 2026 KAI Luncurkan Space by KAI, Bidik Optimalisasi Aset dan Pendapatan Non-Farebox Rp320 Miliar AirNav Hadirkan ASO, Akses Kesehatan Karyawan hingga ke Daerah 3T Makin Mudah Garuda dan Scandinavian Airlines Perkuat Konektivitas ke Eropa Utara Teror Dosa dan Pencarian Pengampunan dalam Film Horor Terbaru Karya Sondang Pratama

PERON

KAI Luncurkan Space by KAI, Bidik Optimalisasi Aset dan Pendapatan Non-Farebox Rp320 Miliar

badge-check


 Executive Vice President of Sales KAI, Zuhril Alim bersama Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, saat pemaparan peluncuran resmi Space by KAI di Jakarta pada Rabu (10/6/2026). Perbesar

Executive Vice President of Sales KAI, Zuhril Alim bersama Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba, saat pemaparan peluncuran resmi Space by KAI di Jakarta pada Rabu (10/6/2026).

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi meluncurkan Space by KAI, sebuah platform digital yang dirancang untuk mempermudah calon mitra dan investor dalam mengakses informasi aset strategis milik KAI yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Executive Vice President of Sales KAI, Zuhril Alim, mengatakan kehadiran platform tersebut bertujuan memperkuat interaksi antara KAI sebagai pemilik aset dengan para mitra yang ingin mengembangkan atau memanfaatkan aset perusahaan.

“Hari ini kita sedang me-launching satu platform baru untuk memudahkan tadi, interaksi antara KAI selaku pemilik aset dan tadi pemilik captive market yang mencapai 500 juta per tahunnya, dan itu dengan para mitra-mitra kami maupun calon mitra yang akan bekerja sama dengan KAI dalam hal pemanfaatan asetnya,” ujar Zuhril dalam peluncuran Space by KAI, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, KAI memiliki berbagai aset strategis yang tersebar di wilayah operasional perusahaan, mulai dari stasiun, rumah dinas, bangunan dinas hingga lahan yang berada di daerah operasi maupun divisi regional di Pulau Jawa dan Sumatera.

“Kenapa KAI? Tadi disampaikan, kita punya banyak lokasi strategis, dimulai dari stasiun, kemudian ada rumah dinas, ada bangunan dinas, dan juga lahan atau tanah yang tersebar di daerah operasi dan juga di divisi regional. Ada di Jawa, ada di Sumatera. Dan dengan kehadiran Space by KAI ini, kita harapkan itu bisa mempermudah bagaimana mitra calon mitra untuk kemudian bekerja sama dengan KAI,” katanya.

Zuhril menambahkan, pengembangan platform akan terus dilakukan agar ke depan dapat terintegrasi dengan aplikasi Access by KAI.

“Kedepannya akan ada pengembangan, terus selalu dilakukan development terhadap platform kami ini dan tadi, akhir nanti akan harus bisa terintegrasi dengan Akses by KAI. Nah, dari situ kita mengharapkan ada interaksi yang saling menguntungkan antara KAI selaku pemilik platform dan juga pemilik asetnya dengan para mitra-mitra kami yang akan bekerja sama mengembangkan atau memanfaatkan lahan atau aset kami di yang tersebar di seluruh daerah operasi maupun divisi regional,” jelasnya.

KAI mencatat total kepemilikan lahan mencapai sekitar 327 juta meter persegi. Namun, tidak seluruh aset tersebut akan ditampilkan dalam Space by KAI. Hanya aset yang memiliki potensi komersial tinggi dan siap untuk dikerjasamakan yang akan ditawarkan kepada calon mitra.

“Kalau secara total luasan lahan kita ada 327 juta meter persegi. Namun untuk dengan Space ini, teman-teman akan bisa melihat lokasi-lokasi mana yang punya potensial, punya nilai komersial tinggi karena tidak mungkin tidak seluruh aset, yang katakanlah tidak memiliki nilai komersil kami masukkan. Ada kurator, ada ada sisi kurasi dari kami mana lahan-lahan kami yang memang memiliki nilai potensi atau komersial tinggi sehingga ini memudahkan pada para mitra atau calon mitra untuk melihat, ‘Oh, iya. Ini ada aset yang memang secara potensial memiliki nilai komersial tinggi.’ Dan jadi bisa dikerjasamakan dengan KAI dengan berbagai skema yang bisa ditawarkan oleh KAI,” tuturnya.

Ia menegaskan berbagai bentuk pemanfaatan aset terbuka untuk dikerjasamakan, termasuk untuk program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun pengembangan co-working space.

“Dengan skemanya adalah skema kerja sama. Sepanjang skemanya kerja sama, itu sangat memungkinkan, kami bilang. Termasuk tadi ada beberapa pertanyaan dari para peserta, ‘Bagaimana dengan UMKM? Apakah ada peluang?’ Selalu ada peluang. Selalu ada peluang ketika syarat dan ketentuannya terpenuhi, baik dari pihak KAI maupun dari pihak calon mitra, itu kemudian bisa menjadi suatu kerja sama yang saling menguntungkan. Prinsip saling menguntungkan kita berkomitmen terhadap itu,” katanya.

Terkait pemanfaatan aset untuk SPPG, Zuhril mengungkapkan beberapa lokasi telah bekerja sama dengan KAI meski rincian lokasi masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

“Kalau secara detailnya, ada beberapa lokasi yang memang sudah dijadikan ada yang berkontrak dengan atau bekerja sama, bekerja sama dengan KAI dijadikan sebagai SPPG ya. Cuma kalau detail lokasinya di mana saja, kami harus mengecek kembali kepada pada lokasinya, tapi kami pikir ada beberapa aset kami yang memang dikerjasamakan untuk menjadi SPPG,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan mengenai kepastian status hukum aset yang ditawarkan, Zuhril memastikan Space by KAI hanya akan menampilkan aset yang telah siap untuk dikerjasamakan.

“Nah, nah betul. Jadi di dalam Space by KAI ini akan ada beberapa fitur dan di antaranya adalah fitur informasi. Fitur informasi di mana katakanlah aset ini masih ada permasalahan. Tapi yang kami sampaikan di dalam Space by KAI ini adalah sebetulnya aset yang sudah bisa ready untuk dikerjasamakan. Aset-aset yang masih memiliki permasalahan, dalam hal ini adalah masih belum clean and clear, kami mengambil mengambil untuk tidak kami floor-kan terlebih dahulu,” tegasnya.

Melalui optimalisasi aset properti dan bisnis non-farebox, KAI menargetkan kontribusi yang lebih besar terhadap pendapatan perusahaan.

“Pastinya kalau ditanya dikatakan berapa persen, kami harapan harapan kami adalah dari optimalisasi aset properti ini atau non-farebox ini kita bisa memberikan katakanlah bisa mendukung pendapatan perusahaan itu, kami harapannya lebih di atas 10% ya. Dalam hal ini berarti kalau terhadap lahannya sendiri, 20% dari optimalisasi lahan kami itu akan memberikan cukup cukup berdampak terhadap perusahaan secara secara umum, secara keseluruhan perusahaan kita,” kata Zuhril.

Untuk tahun 2026, KAI menargetkan pendapatan dari pengelolaan aset dan bisnis terkait sebesar sekitar Rp320 miliar.

“Kalau ditargetnya kami by saat ini memang by angka, tidak tidak kepada persentase, tapi kami ada beberapa target kurang lebih di 320 miliar kami diminta untuk… Untuk tahun ini saja. Dan harapannya memang tiap tahun ada pertumbuhan 5%,” ujarnya.

Menurut Zuhril, target tersebut akan ditopang oleh sejumlah segmen bisnis yang selama ini menjadi sumber pendapatan non-farebox KAI.

“320 miliar itu adalah tadi Pak, ada tiga ada enam segmen bisnis tadi. Ada dari stasiunnya, ada railway-nya, ada non-railway-nya, ada kemudian dari advertising, kemudian ada dari naming rights, dan lain sebagainya. Akan bervariasi kami pikir, tetapi itu yang kami optimalkan semuanya,” pungkasnya.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

KAI Launching Space by KAI, Permudah Investor Menemukan Aset Strategis di Seluruh Indonesia

10 Juni 2026 - 11:17 WIB

Launching Space by KAI di Jakarta pada Rabu (10/6/2026).

Angkutan Peti Kemas KAI Tumbuh 19,35 Persen, Dukung Kelancaran Distribusi Barang Nasional

10 Juni 2026 - 06:00 WIB

Petugas Kebersihan Stasiun Madiun Raih Frontliner of The Month KAI Services Mei 2026

9 Juni 2026 - 21:12 WIB

Pingki Eka Islami, petugas kebersihan KAI Services di Stasiun Madiun, meraih penghargaan Frontliner of The Month periode Mei 2026.

Penumpang Kereta Compartment Suite Naik 79 Persen, KAI Catat 20.565 Pelanggan hingga Mei 2026

9 Juni 2026 - 21:05 WIB

KAI Kembangkan 113 Unit PLTS, Berpotensi Kurangi Emisi Hingga 5.800 Ton CO₂ per Tahun

9 Juni 2026 - 20:47 WIB

Penumpang Commuter Line Basoetta Tembus 1 Juta Orang, Naik 14,78 Persen hingga Mei 2026

9 Juni 2026 - 09:16 WIB

KAI Siapkan 1,17 Juta Kursi, Penjualan Tiket Diskon 30 Persen Tembus 86 Ribu dalam Tiga Hari

9 Juni 2026 - 08:25 WIB

Tingkatkan Kesiapsiagaan dan Keselamatan Kerja, KAI Services Gelar Diklap K3 dan P3K

8 Juni 2026 - 09:45 WIB

Penumpang KA Ciremai Naik 9 Persen pada Januari–Mei 2026, Layani 126.580 Pelanggan

7 Juni 2026 - 22:04 WIB

Penumpang KA Makassar-Parepare Tumbuh 25,48 Persen, KAI Catat 145.735 Pelanggan hingga Mei 2026

7 Juni 2026 - 21:28 WIB

Trending di PERON