Menu

Mode Gelap
ASDP Salurkan Rp1 Miliar, Dukung Penguatan Infrastruktur Desa Adat Bali Kapolres Lhokseumawe Uji Layanan Darurat 110 Saat Beri Kuliah Umum di UIN Sultanah Nahrasiyah Rem blong, Diduga Hilang Kendali, Truk Fuso Bermuatan Semen Tewaskan Lansia di Timang Gajah Dukung Target Nasional 2060, KAI Luncurkan Strategi Net Zero Emission Catatan Iwan Piliang: Jejak Inspiratif Irwan Mussry Tingkatkan Kedisiplinan, KAI Services Gelar Pembinaan Security LRT Jabodebek

Uncategorized

Catatan Halimah Munawir: Tomat yang Bertahan dan Harapan di Tengah Rupiah yang Kepanasan

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Tomat yang Bertahan dan Harapan di Tengah Rupiah yang Kepanasan Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Sore itu matahari terasa begitu terik. Udara panas seakan membakar apa saja yang berada di bawah langit. Bukan hanya rupiah yang sedang “kepanasan” menghadapi berbagai tekanan ekonomi, pohon tomat di pekarangan rumah saya pun mengalami nasib serupa. Daun-daunnya mulai layu, tanah tempatnya tumbuh mengering, dan air menjadi semakin berharga.

Namun ada satu hal yang menarik. Di tengah kondisi yang tidak ideal itu, pohon tomat tersebut tetap berbuah.

Pemandangan sederhana itu mengingatkan saya pada kehidupan bangsa ini. Berkali-kali Indonesia menghadapi tekanan ekonomi, gejolak pasar, hingga ketidakpastian global. Nilai tukar rupiah naik turun mengikuti dinamika zaman. Akan tetapi, sebagaimana pohon tomat yang tetap menghasilkan buah meski kekurangan air, masyarakat Indonesia juga memiliki daya tahan yang luar biasa.

Mereka bertahan dengan kreativitas. Mereka hidup dengan gotong royong. Mereka menemukan jalan ketika berbagai pintu seolah tertutup.

Karena itu, saya memandang situasi ekonomi saat ini tidak hanya dari sisi kekhawatiran, tetapi juga dari sisi peluang. Mungkin saja tekanan yang terjadi justru akan melahirkan lebih banyak masyarakat mandiri, pelaku usaha tangguh, dan ekonomi kerakyatan yang semakin kuat.

Tentu ada syaratnya. Negara harus hadir memberi ruang tumbuh yang lebih luas bagi usaha kecil dan menengah. Salah satu gagasan yang patut dipertimbangkan adalah penghapusan atau keringanan pajak bagi pelaku UMKM tertentu yang masih berjuang membangun usahanya. Ketika akar ekonomi rakyat diberi kesempatan berkembang, mereka akan mampu menjadi penopang ekonomi nasional yang sesungguhnya.

Di tengah perbincangan soal ekonomi itulah saya menikmati kopi sore bersama sejumlah tokoh perempuan hebat. Dari mereka saya melihat optimisme yang sama. Perempuan-perempuan yang terus berkarya, mendidik keluarga, menggerakkan komunitas, dan berkontribusi bagi masyarakat. Mereka adalah bukti bahwa kekuatan bangsa tidak hanya lahir dari angka-angka ekonomi, melainkan juga dari karakter, ketekunan, dan semangat kebersamaan.

Maka, sebagaimana pohon tomat yang tetap berbuah di tengah kemarau, semoga bangsa ini juga mampu menghasilkan banyak kebaikan di tengah berbagai tantangan. Kita boleh menghadapi cuaca yang panas, tetapi jangan sampai kehilangan harapan.

Salam Indonesia.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kapolres Lhokseumawe Uji Layanan Darurat 110 Saat Beri Kuliah Umum di UIN Sultanah Nahrasiyah

11 Juni 2026 - 21:09 WIB

Rem blong, Diduga Hilang Kendali, Truk Fuso Bermuatan Semen Tewaskan Lansia di Timang Gajah

11 Juni 2026 - 20:56 WIB

Catatan Iwan Piliang: Jejak Inspiratif Irwan Mussry

11 Juni 2026 - 20:34 WIB

Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 Digelar 11 Juni – 12 Juli 2026 di JIExpo Kemayoran

11 Juni 2026 - 19:35 WIB

MI YPI Al Hidayah Pondok Melati Catat Prestasi Gemilang, 100 Persen Lulus dan 80 Persen Diterima di SMP Negeri

11 Juni 2026 - 17:07 WIB

Rute Baru Gold Star Line Tambah Direct Connectivity IPC TPK ke Tiongkok Selatan

11 Juni 2026 - 12:32 WIB

Ferly Halim Wujudkan Mimpi Menjadi Sutradara Lewat Film Perdana Takkan Kubiarkan Kau Menangis

11 Juni 2026 - 11:54 WIB

Program KOTAN Perkuat Pencegahan Narkoba di Gianyar

11 Juni 2026 - 11:49 WIB

Catatan Iwan Piliang: Riang Gembira Sebagai Jalan Hidup

11 Juni 2026 - 09:45 WIB

Pramono Minta Pelaku Vandalisme JPO Lenteng Agung Di-blacklist Naik Transportasi Umum 

11 Juni 2026 - 05:06 WIB

Trending di JALUR