Menu ✖

Mode Gelap
Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private 8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

PERON

Distribusi Terjaga dan Kapasitas Besar, KAI Angkut 1.950 Ton Pupuk pada Triwulan I 2026

badge-check


 Distribusi Terjaga dan Kapasitas Besar, KAI Angkut 1.950 Ton Pupuk pada Triwulan I 2026 Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kinerja logistik berbasis rel terus menunjukkan perannya dalam menjaga distribusi komoditas strategis dengan pola operasi yang terukur. Salah satu pergerakan tersebut tercermin pada angkutan pupuk yang dilayani PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai bagian dari sistem distribusi nasional.

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, KAI melayani angkutan pupuk sebesar 1.950 ton. Pada tahun 2025, total angkutan pupuk mencapai 21.060 ton. Secara keseluruhan, total angkutan barang KAI pada Triwulan I 2026 mencapai 14.948.442 ton, menunjukkan skala distribusi yang terus bergerak.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa pengangkutan pupuk menjadi gambaran bagaimana sistem logistik kereta api berjalan dalam skala besar.

“Fokus kami adalah menjaga distribusi tetap berjalan sesuai jadwal dengan kapasitas yang memadai. Pupuk menjadi salah satu contoh bagaimana kereta api mengelola pengiriman dalam jumlah besar secara teratur,” ujar Anne, Senin (27/4/2026).

Kereta api menghadirkan keunggulan pada kapasitas angkut dan konsistensi perjalanan. Dalam satu rangkaian, kapasitas dapat mencapai hingga 4.200 ton, dengan dukungan maksimal 60 gerbong. Kapasitas per gerbong saat ini rata-rata 50 ton dan terus ditingkatkan hingga 70 ton.

Kinerja tersebut didukung oleh ketepatan waktu operasional. Pada Triwulan I 2026, ketepatan waktu keberangkatan angkutan barang tercatat 95,97% dan kedatangan 91,77%. Angka ini memberi kepastian bagi pelaku usaha dalam merencanakan distribusi.

“Kereta api menjaga ritme distribusi tetap stabil. Ketika jadwal terjaga, proses pengiriman bisa direncanakan dengan lebih pasti,” lanjut Anne.

Penguatan logistik berbasis rel juga berkontribusi pada efisiensi nasional. Saat ini, biaya logistik Indonesia masih berada di kisaran 15% hingga di atas 20% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sementara standar global berada pada kisaran 7–8%.

Sekitar 60% aktivitas logistik nasional berada di Pulau Jawa dengan nilai mencapai Rp2.400–2.500 triliun per tahun. Perbaikan distribusi di kawasan ini memberi dampak luas terhadap pergerakan ekonomi.

Dalam konteks pemanfaatannya, pupuk menjadi salah satu komoditas yang memiliki dampak langsung pada sektor pertanian dan pangan. Ketika distribusi berjalan sesuai jadwal, proses tanam dapat berlangsung tepat waktu, hasil panen lebih terjaga, dan pasokan pangan di masyarakat tetap stabil.

“Distribusi yang berjalan sesuai jadwal memberi kepastian bagi banyak sektor, termasuk pertanian sebagai salah satu contohnya. Ini yang terus kami jaga melalui peningkatan kualitas operasional,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

6 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Wisatawan Meningkat, Pelanggan Kereta Panoramic Tumbuh 62,86 Persen

6 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Whoosh Tebar Promo 10.10! Ada Diskon hingga 50% dan Potongan hingga Rp150 Ribu

6 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Travelator Integrasi Karet-Sudirman Baru Mulai Dirakit, KAI Kejar Penyelesaian Akhir Tahun

5 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Eskalator Stasiun Duri Masih Diperbaiki, KAI Commuter Siapkan Uji Kelayakan

5 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Pengguna Commuter Line Jabodetabek Tembus 271,48 Juta hingga September 2026

5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Tujuh Trainset KRL INKA Kembali Beroperasi di Bogor Line Mulai Besok

5 Oktober 2026 - 19:53 WIB

KAI Services Buka Area Parkir di Stasiun Muara Enim, Hadirkan Kemudahan bagi Pengguna Kereta Api

5 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Wisatawan Mancanegara Pengguna Kereta Api di Daop 1 Jakarta Tembus 125 Ribu, Naik 4,7 Persen

5 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Jejak Kereta Api di Ujung Jawa dan Sumatra: Merak, Ketapang, Krueng Mane dan Tanjungkarang

4 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Trending di PERON