Menu

Mode Gelap
Kopi Gayo Aceh Masuk 5 Besar Biji Kopi Terbaik Dunia Versi TasteAtlas 2026 Legislator Jawa Barat Soroti Kesenjangan Antarwilayah di Kabupaten Bogor, Dorong Pemerataan Pembangunan Berbasis Kesejahteraan 6 Pelabuhan ASDP Sah Terapkan Standar Baru Keselamatan Nasional Tindak Lanjut Kerja Sama Potensi Daerah dan Layanan Publik, Bupati OKI Kunjungi Bupati Bandung Reservasi Resmi Dibuka, The Langham, Custom House Bangkok Siap Sambut Tamu Mulai Desember KAI Raih Indeks Kepuasan Pelanggan 4,53, Suara Pelanggan Jadi Dasar Perbaikan Layanan

PERON

Dampak Kecelakaan KRL-KAJJ: Mendesak Audit Manajemen PT KAI!

badge-check


 Kondisi di Stasiun Bekasi Timur usai kecelakaan KRL dan KAJJ Perbesar

Kondisi di Stasiun Bekasi Timur usai kecelakaan KRL dan KAJJ

Penulis: Ki Darmaningtyas (Pengamat transportasi Founder Instran dan pengguna setia kereta api)

Wartatrans.com, JAKARTA – Malam ini (27/4/2026), saya betul-betul sedih melihat video kecelakaan yang melibatkan kereta jarak jauh versus kereta jarak pendek (KRL).

Kalau kecelakaan yang melibatkan mobil, bukan hal yang mengagetkan karena terjadi hampir tiap minggu. Tapi kereta jarak jauh versus kereta jarak pendek baru sekali ini terjadi.

Ini adalah kecelakaan terbesar sesama moda kereta sejak kasus terakhir 2 Oktober 2010 di Stasiun Patarukan, Pemalang yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir – Pasar Turi Surabaya yang menabrak KA Senja Utama Semarang relasi Pasar Senen – Semarang Tawang.

Kecelakaan ini menyebabkan 35 orang meninggal dunia, 29 luka berat, dan lima orang luka ringan.

Kecelakaan yang melibatkan kereta api dan membawa korban cukup banyak terjadi di Bintaro 9 Desember 2013 di perlintasan Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan antara KRL Commuter Line jurusan Serpong-Tanah Abang versus truk tangki Pertamina.

Korban meninggal saat itu ada sembilan orang, di antaranya masinis (Darman Prasetyo), asisten masinis (Agus Suroto), dan petugas pelayanan KRL (Sofyan Hadi), sedangkan luka-luka dan dirawat di sejumlah rumah sakit sebanyak 86 orang.

Kecelakaan antara kereta jarak jauh versus KRL malam ini merupakan kecelakaan pertama dalam sejarah.

Selama ini tidak pernah terjadi senggolan antara kereta jarak jauh dengan kereta perkotaan, sehingga ini tentu ada masalah yang serius di Tingkat manajerial yang perlu diaudit.

Bagi PT KAI sendiri, kecelakaan malam ini merupakan kecelakaan kedua kereta jarak jauh dalam satu bulan terakhir.

Pada 6 April 2026 KA Bangun Karta anjlok di Bumiayu, Brebes Jawa Tengah.

Kecelakaan tersebut sempat menggangu perjalanan KA lintas Tengah. Memang tidak menimbulkan korban jiwa tapi perjalanan KA menuju Yoga hingga Surabaya dialihkan lewat Semarang dan akhirnya mengalami keterlambatan beberapa jam untuk dapat sampai tujuan.

Melihat adanya kecelakaan yang beruntun dalam satu bulan terakhir, selain mendesak perlu adanya audit manajemen di PT KAI, juga merindukan sosok Ignatius Jonan yang tegas dan disiplin, sehingga mampu mereformasi dan sekaligus mentrasnformasi layanan kereta api dari yang tidak berkeselamatan menjadi angkutan yang andal, berkeselamatan, aman, nyaman, dan tepat waktu.

Danantara perlu lebih cermat lagi memilih direksi PT KAI, agar direksi yang baru tidak membawa kemunduran PT KAI, tapi dapat membawa kemajuan KAI. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Raih Indeks Kepuasan Pelanggan 4,53, Suara Pelanggan Jadi Dasar Perbaikan Layanan

5 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Stasiun Citeras Layani 115 Perjalanan KRL per Hari, Pengguna Terus Meningkat

5 Agustus 2026 - 14:55 WIB

KAI Terapkan Standar ISO 27001 untuk Lindungi Data Jutaan Pelanggan Digital

5 Agustus 2026 - 05:25 WIB

KAI Angkut 374.098 Ton Komoditas Perkebunan hingga Juli 2026, Tumbuh 18 Persen

5 Agustus 2026 - 00:31 WIB

Dirjen Intram: RUU Sistranas Perkuat Integrasi Transportasi Penumpang dan Lognas

4 Agustus 2026 - 20:10 WIB

KAI Daop 1 Jakarta Beri Diskon Tiket hingga 30 Persen di BBWI 2026 Cibubur

4 Agustus 2026 - 14:21 WIB

Penumpang KA Makassar-Parepare Meningkat 13,62 Persen, Tembus 1 Juta Pelanggan hingga Juli 2026

4 Agustus 2026 - 09:22 WIB

Angkutan Petikemas KAI Tumbuh 20,28 Persen, Capai 3,43 Juta Ton hingga Juli 2026

3 Agustus 2026 - 22:53 WIB

KAI Divre III Palembang Amankan 36 Barang Tertinggal Senilai Rp97 Juta pada Semester I 2026

3 Agustus 2026 - 14:22 WIB

BRIN: Rel Tua 120 Tahun Rangkasbitung-Labuan Direaktivasi

3 Agustus 2026 - 05:48 WIB

Trending di PERON