Menu

Mode Gelap
Bandara Soetta, Ngurah Rai, Sepinggan, dan Ahmad Yani Raih Level 4 Akreditasi Customer Experience Dunia dari ACI Pola Operasi Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk Disesuaikan Kondisi Perairan AC GREE Perkuat Residensial, Perbesar Jejak di Bisnis Komersial Dampak Abu Gunung Lewotolok, Penutupan Bandara Wunopito Diperpanjang lagi ABUPI dan IIEA Jalin Kerja Sama, Dorong Standar dan Tata Kelola Badan Usaha Pelabuhan Menerka-nerka alasan di Balik Perombakan Menkeu

EKOBIS

AC GREE Perkuat Residensial, Perbesar Jejak di Bisnis Komersial

badge-check


 AC Gree Perbesar

AC Gree

Wartatrans.com, JAKARTA – GREE Electric Appliances Indonesia memperluas sasaran bisnis dari pasar AC residential ke light commercial dan commercial, di tengah pertumbuhan penjualan AC Indonesia yang melambat dan persaingan antarmerek yang semakin dinamis.

Vice President PT Gree Electric Appliances Indonesia Nicky mengatakan, GREE terus mengembangkan produk dan inovasi untuk menghadirkan solusi pendinginan yang lebih baik bagi konsumen.

“Kita harus selalu Raising the Standard. Melalui inovasi, kita terus berupaya memberikan solusi yang lebih baik. Karena pada akhirnya, kita bukan hanya menjual produk, tetapi kita menjual kenyamanan, kepercayaan, dan solusi untuk kehidupan sehari-hari customer,” ujar Nicky, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (18/9/2026).

Strategi tersebut berlangsung ketika pasar AC Indonesia menghadapi pertumbuhan yang melambat.

Laporan Air Conditioners in Indonesia Euromonitor edisi Februari 2026 mencatat pertumbuhan penjualan AC melambat pada 2025.

Pada saat yang sama, persaingan semakin dinamis dengan masuknya Xiaomi dan Comfee, sementara Daikin dan Sharp menjadi dua pemain dengan pangsa pasar terbesar.

Kondisi pasar juga tercermin dari tingkat kepemilikan AC yang berbeda antarwilayah. Berdasarkan data Susenas Maret 2025 yang dirujuk dalam Statistik Kesejahteraan Rakyat 2025, kepemilikan AC rumah tangga tercatat 40,25 persen di DKI Jakarta, 23,21 persen di Banten dan 13,84 persen di Jawa Barat. Publikasi tersebut diterbitkan BPS pada Oktober 2025.

Di tengah pasar yang pertumbuhannya melambat tetapi tingkat penetrasinya belum merata, produsen pendingin udara asal Zhuhai, Tiongkok ini mulai memperluas portofolionya ke light commercial dan commercial, tanpa meninggalkan basis residential yang telah dibangun selama satu dekade.

GREE masuk ke Indonesia pada Juli 2015. Dalam satu dekade, perusahaan menyebut lebih dari 450.000 keluarga telah menggunakan AC GREE, sementara lebih dari 3.000 proyek komersial mengandalkan teknologi perusahaan.

GREE juga mencatat penjualan tahunan lebih dari 600.000 unit AC rumah tangga.

Arah tersebut diwujudkan melalui peluncuran F5 MAX Inverter, F6, STS Inverter dan GMV9 FLEX dalam GREE Product Launch & Dealer Gathering 2026. Keempat produk tersebut mencakup kebutuhan residential, light commercial hingga commercial.

F5 MAX Inverter dan F6 ditujukan untuk residential, STS Inverter untuk light commercial, sedangkan GMV9 FLEX menyasar kebutuhan commercial melalui sistem VRF modular.

Untuk segmen commercial, GMV9 FLEX memiliki kapasitas dasar hingga 26 HP dan dapat dikombinasikan hingga 104 HP. GREE juga menonjolkan desain ultra-slim dengan lebar 460 milimeter dan footprint yang diklaim hingga 44,6 persen lebih kecil.

Desain tersebut memungkinkan unit masuk melalui elevator dan tidak membutuhkan crane, sehingga ditujukan untuk proyek dengan keterbatasan akses maupun ruang instalasi.

“Sistem GMV9 FLEX juga menggunakan Enhanced Vapor Injection Compressor yang mendukung stabilitas pendinginan pada temperatur hingga 55 derajat Celsius,” katanya.

GREE membekali sistem tersebut dengan Intelligent Alternated Control Technology yang menghitung beban secara real time dan mengatur pengoperasian modul secara bergantian.

Kata Nicky, Perusahaan mengklaim teknologi tersebut dapat meningkatkan efisiensi sistem hingga 15 persen serta mendukung hingga 100 unit indoor.

Ekspansi commercial juga ditopang penguatan jaringan. Pada 2025, GREE menyebut telah memiliki 16 cabang di Indonesia, ribuan distributor dan lebih dari 1.000 karyawan.

Untuk layanan, GREE membawa program 24/7 Always On Service sebagai bagian dari pengembangan layanan purnajual.

“Ini bukan sekadar program. Ini adalah pengalaman nyata bagi customer. Dan inilah standard service yang sedang kita bangun bersama,” ucap dia.

Peluncuran produk baru tersebut memperlihatkan arah pengembangan GREE di Indonesia: mempertahankan basis residential yang telah dibangun selama satu dekade sekaligus memperluas portofolio ke light commercial dan commercial melalui produk, teknologi, jaringan distribusi dan layanan. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

ABUPI dan IIEA Jalin Kerja Sama, Dorong Standar dan Tata Kelola Badan Usaha Pelabuhan

18 September 2026 - 09:19 WIB

Menerka-nerka alasan di Balik Perombakan Menkeu

18 September 2026 - 09:15 WIB

Harhubnas 2026, Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Peran Pelabuhan Ciwandan dalam Mendukung Logistik Banten

18 September 2026 - 08:45 WIB

KKP Kembangkan PPN Kejawanan Cirebon, Kapasitas Ditargetkan 500 Kapal

18 September 2026 - 06:34 WIB

Trafik Penumpang Pelindo Regional 4 Hingga Agustus Naik 12,9 Persen

17 September 2026 - 22:10 WIB

Hingga Agustus 2026, Arus Petikemas Terminal Teluk Lamong Tumbuh 12,38%

17 September 2026 - 22:08 WIB

ASDP Perkuat Komitmen Keterbukaan Informasi Publik

17 September 2026 - 18:33 WIB

Dukung Operasi SAR KM Virgo Transport 8, Hasnur Group Terjunkan TB Hasnur 09

17 September 2026 - 17:17 WIB

KAI Services Perkuat Konsep Integrated Services untuk Perluas Bisnis

17 September 2026 - 16:04 WIB

Terbang Bersama Garuda, Kini Ada Lebih dari 100 Konten Tayangan Hiburan Baru

17 September 2026 - 15:08 WIB

Trending di EKOBIS