Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Anak-anak sekolah di Desa Atu Payung, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, tetap melaksanakan upacara bendera dan kegiatan belajar meski berada dalam kondisi serba terbatas pascabanjir bandang. Pada Senin, 5 Januari 2026, upacara dilakukan secara sederhana di depan rumah warga yang masih berdiri, sebagai simbol semangat belajar di tengah keterisolasian.
Kegiatan tersebut didampingi oleh Relawan Posko Rakyat. Koordinator Lapangan Posko Rakyat Rayon Kecamatan Bintang, Wedy, bersama guru relawan Nurisma, S.Pd., memberikan pendampingan psikososial dan trauma healing kepada anak-anak di desa tersebut. Pendampingan dilakukan di ruang terbuka karena fasilitas sekolah belum dapat digunakan.

“Sekolah sudah mulai masuk, tapi anak-anak masih belajar dengan duduk di tanah. Sarana dan prasarana belum bisa dipakai karena bangunan sekolah sempat dimasuki banjir serta kayu gelondongan,” kata Nurisma di sela kegiatan.
Saat ini, sekitar 30 siswa masih aktif mengikuti pembelajaran. Sebagian lainnya terpaksa berhenti sementara karena jarak dan kondisi medan. Untuk memastikan anak-anak tetap bersekolah, relawan Posko Rakyat menjemput dan mengantar siswa ke permukiman mereka menggunakan sepeda motor trail roda dua.

Sekolah yang terdampak banjir
Selain mendampingi siswa, Nurisma juga memberikan arahan kepada para pemuda dan pemudi desa agar ikut terlibat mengajar adik-adik mereka sebagai bentuk gotong royong pendidikan di masa darurat.
Reje Kampung Atu Payung, M. Ali, mengatakan desa mereka masih terisolasi hingga kini. “Listrik belum ada, jaringan komunikasi hanya bisa melalui Starlink. Kami berharap kampung Atu Payung segera teratasi,” ujarnya kepada relawan.
Menurut M. Ali, jumlah kepala keluarga di Atu Payung mencapai 249 KK. Dari jumlah tersebut, 24 rumah mengalami rusak ringan dan tiga rumah rusak berat. Selain warga setempat, terdapat pula pekerja dari luar daerah, termasuk dari Jakarta, yang hingga kini belum dapat kembali ke kampung halaman akibat longsor.
Ia menjelaskan, material longsor di wilayah tersebut berupa batu karang dan kayu gelondongan, bukan lumpur. “Karena itu kami sangat membutuhkan alat berat untuk membersihkan jalan dan rumah warga,” kata dia.
Meski masih banyak keterbatasan, M. Ali menyampaikan bahwa bantuan logistik telah diterima. “Alhamdulillah, logistik sudah kami terima. Terima kasih kepada Relawan Posko Rakyat dan relawan lainnya yang telah membantu,” ujarnya.
Relawan Posko Rakyat menyatakan akan terus berupaya agar anak-anak di wilayah terisolasi tetap mendapatkan hak pendidikan dan memiliki masa depan yang gemilang, meski berada di tengah situasi bencana.*** (Jasa)























