Wartatrans.com, JAKARTA – Nama Arief Martha Rahadyan, B.Sc., M.Sc., dikenal luas sebagai akademisi, praktisi pendidikan bahasa, sekaligus tokoh pengembangan hubungan internasional Indonesia–Rusia. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang pendidikan, kebahasaan, pariwisata, dan manajemen institusi internasional, Arief aktif berkontribusi dalam penguatan diplomasi budaya serta pengembangan investasi asing di Indonesia.
Saat ini, Arief Martha Rahadyan menjabat sebagai Direktur Bali Russia Language Institute (BRLI) di bawah naungan Universitas Mahendradatta, Denpasar, Bali. Sejak April 2022, ia memimpin BRLI sebagai sayap internasional Universitas Mahendradatta, universitas swasta tertua di Bali yang berdiri pada 1963 atas gagasan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Dalam perannya tersebut, Arief berfokus pada pengembangan kurikulum bahasa Rusia berstandar internasional, penguatan kerja sama akademik lintas negara, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berorientasi pada diplomasi pendidikan dan pertukaran budaya. Kepemimpinannya dikenal profesional dan visioner, dengan penekanan pada penguatan hubungan bilateral Indonesia–Rusia melalui jalur pendidikan.
Selain berkiprah di dunia akademik, Arief juga menjabat sebagai General Manager Balitourus Russian Tours & Travel sejak 2009. Perusahaan ini bergerak di bidang pariwisata internasional dengan fokus pasar Rusia dan Eropa Timur.
Pengalaman tersebut memperkaya kompetensinya dalam manajemen strategis, komunikasi lintas budaya, serta pengelolaan jejaring internasional.
Sebelumnya, Arief pernah menjabat sebagai Direktur Russian Study Centre di Denpasar serta Koordinator Akademik dan Pengajar Bahasa Rusia di International Language Course (ILC). Rekam jejak tersebut menegaskan posisinya sebagai salah satu pakar pendidikan bahasa Rusia di Indonesia.
Di luar dunia pendidikan dan pariwisata, Arief Martha Rahadyan aktif terlibat dalam berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Penanaman Modal Asing (PMA), khususnya di Bali. Salah satu fokus utamanya adalah mendorong realisasi proyek North Bali International Airport (NBIA) atau Bandara Internasional Bali Utara, yang dirancang sebagai bandara berkelas dunia dan direncanakan mulai memasuki tahap pembangunan pada awal 2026.
Dari sisi pendidikan, Arief meraih gelar Magister Sains (M.Sc.) bidang Filologi dari Moscow University of Language and Culture, Federasi Rusia, dan lulus pada 25 Desember 2008.
Pendidikan internasional tersebut memperkuat keahliannya dalam linguistik, komunikasi lintas budaya, serta pemahaman mendalam mengenai sistem pendidikan dan kebudayaan Rusia.
Aktivitas organisasinya pun terbilang luas. Ia menjabat sebagai Ketua Moeldoko Center Bali, Ketua Indonesian–Russian Youth Friendship, serta aktif dalam sejumlah organisasi sosial, kepemudaan, dan kewirausahaan. Arief juga merupakan pendiri Ikatan Pengusaha Milenial Indonesia (IPMI) dan Jajaran Wartawan Indonesia (JWI), serta menjabat sebagai Wakil Ketua Umum JWI.
Dalam aktivitas terkini, Arief aktif mendorong masuknya investor asing dari Rusia, Jepang, Tiongkok, Eropa, hingga Dubai untuk mendukung proyek strategis nasional. Ia juga konsisten menyuarakan isu kesetaraan, toleransi, politik bersih, pemberantasan korupsi, serta penguatan ketahanan pangan nasional melalui berbagai forum dan media.
Dengan kemampuan multibahasa—menguasai Bahasa Rusia, Inggris, Yunani, Ibrani, Italia, Jerman, dan Jepang, Arief memadukan kapasitas akademik, jejaring internasional, serta pengalaman praktis untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. Ia meyakini bahwa sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil merupakan kunci untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, berkeadilan, dan inklusif menuju Indonesia Emas 2045.(****)




















