Menu

Mode Gelap
Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores Besok, Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Berkumandang Serentak di 37 Bandara InJourney Airports Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT Penyair LK Ara dan Salman Yoga Baca Puisi di Hari Didong

SOSOK

Arief Martha Rahadyan, Akademisi dan Penggerak Diplomasi Pendidikan Indonesia-Rusia

badge-check


 Arief Martha Rahadyan, Akademisi dan Penggerak Diplomasi Pendidikan Indonesia-Rusia Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Nama Arief Martha Rahadyan, B.Sc., M.Sc., dikenal luas sebagai akademisi, praktisi pendidikan bahasa, sekaligus tokoh pengembangan hubungan internasional Indonesia–Rusia. Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di bidang pendidikan, kebahasaan, pariwisata, dan manajemen institusi internasional, Arief aktif berkontribusi dalam penguatan diplomasi budaya serta pengembangan investasi asing di Indonesia.

Saat ini, Arief Martha Rahadyan menjabat sebagai Direktur Bali Russia Language Institute (BRLI) di bawah naungan Universitas Mahendradatta, Denpasar, Bali. Sejak April 2022, ia memimpin BRLI sebagai sayap internasional Universitas Mahendradatta, universitas swasta tertua di Bali yang berdiri pada 1963 atas gagasan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno.

Dalam perannya tersebut, Arief berfokus pada pengembangan kurikulum bahasa Rusia berstandar internasional, penguatan kerja sama akademik lintas negara, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berorientasi pada diplomasi pendidikan dan pertukaran budaya. Kepemimpinannya dikenal profesional dan visioner, dengan penekanan pada penguatan hubungan bilateral Indonesia–Rusia melalui jalur pendidikan.

Selain berkiprah di dunia akademik, Arief juga menjabat sebagai General Manager Balitourus Russian Tours & Travel sejak 2009. Perusahaan ini bergerak di bidang pariwisata internasional dengan fokus pasar Rusia dan Eropa Timur.

Pengalaman tersebut memperkaya kompetensinya dalam manajemen strategis, komunikasi lintas budaya, serta pengelolaan jejaring internasional.

Sebelumnya, Arief pernah menjabat sebagai Direktur Russian Study Centre di Denpasar serta Koordinator Akademik dan Pengajar Bahasa Rusia di International Language Course (ILC). Rekam jejak tersebut menegaskan posisinya sebagai salah satu pakar pendidikan bahasa Rusia di Indonesia.

Di luar dunia pendidikan dan pariwisata, Arief Martha Rahadyan aktif terlibat dalam berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) dan Penanaman Modal Asing (PMA), khususnya di Bali. Salah satu fokus utamanya adalah mendorong realisasi proyek North Bali International Airport (NBIA) atau Bandara Internasional Bali Utara, yang dirancang sebagai bandara berkelas dunia dan direncanakan mulai memasuki tahap pembangunan pada awal 2026.

Dari sisi pendidikan, Arief meraih gelar Magister Sains (M.Sc.) bidang Filologi dari Moscow University of Language and Culture, Federasi Rusia, dan lulus pada 25 Desember 2008.

Pendidikan internasional tersebut memperkuat keahliannya dalam linguistik, komunikasi lintas budaya, serta pemahaman mendalam mengenai sistem pendidikan dan kebudayaan Rusia.
Aktivitas organisasinya pun terbilang luas. Ia menjabat sebagai Ketua Moeldoko Center Bali, Ketua Indonesian–Russian Youth Friendship, serta aktif dalam sejumlah organisasi sosial, kepemudaan, dan kewirausahaan. Arief juga merupakan pendiri Ikatan Pengusaha Milenial Indonesia (IPMI) dan Jajaran Wartawan Indonesia (JWI), serta menjabat sebagai Wakil Ketua Umum JWI.

Dalam aktivitas terkini, Arief aktif mendorong masuknya investor asing dari Rusia, Jepang, Tiongkok, Eropa, hingga Dubai untuk mendukung proyek strategis nasional. Ia juga konsisten menyuarakan isu kesetaraan, toleransi, politik bersih, pemberantasan korupsi, serta penguatan ketahanan pangan nasional melalui berbagai forum dan media.

Dengan kemampuan multibahasa—menguasai Bahasa Rusia, Inggris, Yunani, Ibrani, Italia, Jerman, dan Jepang, Arief memadukan kapasitas akademik, jejaring internasional, serta pengalaman praktis untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional. Ia meyakini bahwa sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil merupakan kunci untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan, berkeadilan, dan inklusif menuju Indonesia Emas 2045.(****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

ATL Beri Mandat Salman Yoga Bentuk Kepengurusan ATL Gayo 2026–2030

14 Agustus 2026 - 16:13 WIB

Ireng Halimun dan Perjalanan Panjang Seni Lukis

1 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Khaidir Abdulrahman: Korban Penyalahgunaan Narkoba Harus Diselamatkan, Bukan Dijauhi

22 Juli 2026 - 20:42 WIB

Bertemu Awak Media Jakarta, Ahli Waris Kapitan Pattimura Frans Matulessy Dapat Dukungan Moril Pembangunan Museum

21 Juli 2026 - 21:22 WIB

Haul Akbar Kenang Syuhada Beutong Ateuh Digelar 23 Juli di Nagan Raya

21 Juli 2026 - 20:03 WIB

Peserta PPN XIV Asal Maluku: Aceh Tinggalkan Kesan Mendalam, Sastra Tak Akan Hilang Selama Kata-kata Menjadi Jalan Kemanusiaan

2 Juli 2026 - 11:12 WIB

Yuli Riban, Perupa yang Mengabdikan Seni untuk Anak-anak Disabilitas

2 Juli 2026 - 11:02 WIB

Mengintip Transformasi PELNI di Bawah Kepemimpinan Tri Andayani

19 Juni 2026 - 12:49 WIB

RUPS 2025: Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

18 Juni 2026 - 09:04 WIB

Yusuf Kurniawan Raih Penghargaan Inspiring Frontliner of the Month KAI Services April 2026

26 Mei 2026 - 10:10 WIB

Trending di SOSOK