Menu ✖

Mode Gelap
Lima Tahun Pascamerger, Pelindo Teguhkan Transformasi Berlandaskan Semangat Persatuan Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi Sambut Hari Pelindo, Regional 4 Gelar Donor Darah dan Target 100 Kantong DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru Pengobatan Gratis BMPRI Dekatkan Layanan Kesehatan kepada Warga Kampung Antalisa

PERON

Arus Balik Lebaran 2026 Capai Puncak, Okupansi KA Tembus 150 Persen

badge-check


 Arus Balik Lebaran 2026 Capai Puncak, Okupansi KA Tembus 150 Persen Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat puncak arus balik Angkutan Lebaran 2026 dengan lonjakan volume pelanggan signifikan dalam empat hari berturut-turut, 22–25 Maret.

Pada periode tersebut, tingkat okupansi kereta api jarak jauh bahkan melampaui 150 persen, mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat serta meningkatnya kepercayaan terhadap moda transportasi berbasis rel.

Pada 22 Maret tercatat 242.810 pelanggan (150,7 persen), meningkat pada 23 Maret menjadi 247.025 pelanggan (154,1 persen), kemudian mencapai puncak pada 24 Maret dengan 250.650 pelanggan (153,4 persen), dan tetap tinggi pada 25 Maret sebanyak 230.784 pelanggan (141,2 persen).

Capaian tersebut melampaui rekor volume harian tertinggi tahun sebelumnya yang berada pada 223.348 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh.

Hingga 26 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket Angkutan Lebaran telah mencapai 4.479.481 atau 99,6 persen dari total kapasitas 4.498.696 tempat duduk. Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api pada momentum Lebaran.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa tren ini mencerminkan perubahan perilaku perjalanan yang semakin terencana.

“Perjalanan dengan kereta api terus meningkat sejak pertengahan Maret dan saat ini memasuki fase arus balik. Kereta api menjadi pilihan karena nyaman, terjadwal, dan memberikan kepastian perjalanan,” ujar Anne, Kamis (26/3/2026).

Secara spesifik, penjualan tiket Kereta Api Jarak Jauh telah mencapai 3.809.761 atau 106,7 persen dari total kapasitas 3.571.760 tempat duduk. Sementara itu, KA Lokal mencatat penjualan 669.720 tiket atau 72,3 persen dari total 926.936 tempat duduk, dengan ketersediaan kursi yang masih dapat dimanfaatkan pada sejumlah relasi.

Sepanjang periode 11 hingga 25 Maret 2026, KAI telah melayani 3.407.548 pelanggan di Pulau Jawa dan Sumatra, terdiri dari 2.859.152 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh dan 548.396 pelanggan KA Lokal. Angka ini menunjukkan mobilitas yang terus tumbuh dan tersebar di berbagai wilayah.

Rincian Okupansi Harian KA Jarak Jauh (11–25 Maret 2026):

• 11 Maret: 101.617 pelanggan (63,7 persen)
• 12 Maret: 126.208 pelanggan (79,2 persen)
• 13 Maret: 165.675 pelanggan (101,4 persen)
• 14 Maret: 185.873 pelanggan (113,7 persen)
• 15 Maret: 180.836 pelanggan (110,6 persen)
• 16 Maret: 173.753 pelanggan (106,3 persen)
• 17 Maret: 191.413 pelanggan (117,1 persen)
• 18 Maret: 205.842 pelanggan (125,9 persen)
• 19 Maret: 196.324 pelanggan (120,1 persen)
• 20 Maret: 167.659 pelanggan (104,6 persen)
• 21 Maret: 193.583 pelanggan (120,2 persen)
• 22 Maret: 242.810 pelanggan (150,7 persen)
• 23 Maret: 247.025 pelanggan (154,1 persen)
• 24 Maret: 250.650 pelanggan (153,4 persen)
• 25 Maret: 230.784 pelanggan (141,2 persen)

Memasuki 26 Maret 2026, tren arus balik masih berlangsung. Hingga pagi hari, sebanyak 196.401 pelanggan Kereta Api Jarak Jauh telah dijadwalkan berangkat dengan okupansi sementara mencapai 120,2 persen, dan jumlah ini masih berpotensi bertambah seiring penjualan yang terus berlangsung.

KAI mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan alternatif perjalanan dengan memilih tanggal keberangkatan maupun relasi yang berbeda. Pada periode ini, KAI juga menghadirkan Promo Silaturahmi berupa diskon tiket 20 persen untuk kelas eksekutif yang berlaku untuk pembelian dan keberangkatan 25 Maret hingga 1 April 2026.

Anne menjelaskan bahwa tingkat okupansi di atas 100 persen merupakan hal yang umum dalam operasional kereta api jarak jauh.

“Dalam satu perjalanan, satu kursi dapat digunakan oleh lebih dari satu pelanggan pada relasi berbeda. Skema ini membuat jumlah pelanggan yang dilayani dapat melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia,” jelas Anne.

Beberapa kereta api dengan tingkat pemesanan tinggi selama periode Lebaran antara lain KA Airlangga, KA Joglosemarkerto, KA Sri Tanjung, KA Bengawan, KA Kahuripan, KA Rajabasa, dan KA Jayakarta.

“Dengan kapasitas yang masih tersedia, masyarakat dapat merencanakan perjalanan arus balik secara lebih fleksibel agar perjalanan tetap nyaman dan lancar bersama kereta api,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Netizen Jepang Soroti Petugas KAI Services Bersihkan KRL Saat Kereta Beroperasi

1 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Mulai Hari Ini, Argo Muria, Argo Sindoro, dan Argo Merbabu Gunakan Satu Nama KA Muria, KAI Ingatkan Pelanggan Jangan Keliru

1 Oktober 2026 - 13:23 WIB

KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer

1 Oktober 2026 - 09:56 WIB

KAI Services Apresiasi Petugas Keamanan yang Bantu Penumpang Melahirkan di KRL

1 Oktober 2026 - 04:55 WIB

KAI Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang, 748 Petugas PJL Disertifikasi hingga Tutup 1.329 Perlintasan Liar

30 September 2026 - 22:52 WIB

Ranting Pohon Tumbang Timpa Kabel LAA, Perjalanan KRL Bogor Terganggu

30 September 2026 - 17:00 WIB

Tarif TransJakarta 2027 Diusulkan jadi Rp5.000

30 September 2026 - 14:56 WIB

KAI-INKA Bakal Disatukan

30 September 2026 - 13:00 WIB

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel

29 September 2026 - 23:36 WIB

Direktur Utama KAI: 81 Tahun Perjalanan Kereta Api Indonesia Berawal dari Sejarah, Bergerak Menuju Masa Depan

29 September 2026 - 23:20 WIB

Trending di PERON