Wartatrans.com, JAKARTA – Arus balik libur panjang mulai terlihat pada layanan Kereta Cepat Whoosh, Ahad (31/5). Hingga pukul 12.00 WIB, penjualan tiket Whoosh telah mencapai lebih dari 12 ribu tiket dan jumlah penumpang pada akhir hari diproyeksikan menembus 20 ribu orang.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sekitar 50 persen perjalanan penumpang pada hari ini didominasi relasi Bandung–Jakarta. Sementara itu, 42 persen penumpang melakukan perjalanan dari Jakarta menuju Bandung dan sisanya merupakan penumpang yang berangkat maupun turun di Stasiun Karawang.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan peningkatan volume penumpang dari arah Bandung menuju Jakarta mulai terlihat sejak pagi dan diperkirakan berlangsung hingga malam hari, terutama pada jadwal keberangkatan favorit menuju Jakarta.
“Kami menyarankan masyarakat yang akan menggunakan layanan Whoosh pada masa arus balik untuk melakukan pengecekan ketersediaan tiket terlebih dahulu serta melakukan transaksi melalui jalur online agar lebih mudah mendapatkan jadwal perjalanan yang sesuai kebutuhan serta melakukan pembelian tiket lebih awal,” kata Eva dalam keterangan tertulisnya.
Menurut Eva, masyarakat dapat melakukan pengecekan jadwal, ketersediaan kursi, dan pembelian tiket secara daring melalui aplikasi Whoosh, situs ticket.kcic.co.id, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, Wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.
KCIC juga mengimbau penumpang dari Bandung dan sekitarnya untuk memanfaatkan layanan KA Feeder gratis dari Stasiun Bandung dan Cimahi menuju Padalarang yang telah terintegrasi dengan seluruh jadwal perjalanan Whoosh. Layanan tersebut dinilai lebih praktis karena tidak dikenakan biaya tambahan dan terhindar dari kemacetan.
Selain itu, penumpang diminta merencanakan perjalanan menuju stasiun dengan baik dan datang lebih awal. KCIC mengingatkan gate keberangkatan untuk layanan Whoosh maupun KA Feeder ditutup lima menit sebelum jadwal keberangkatan.
KCIC memperkirakan arus balik masih akan berlangsung hingga malam hari seiring kembalinya masyarakat ke Jakarta setelah memanfaatkan libur panjang untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun keperluan lainnya.(fahmi)































