Wartatrans.com, SEMARANG – Peringati hari anak sedunia, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali memberikan bantuan Operasi Bibir Sumbing dan Langit-Langit.
Berkolaborasi dengan Smile Train dan Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum, layanan bantuan diberikan kepada 100 anak penerima manfaat dengan total sumbangan senilai Rp650 juta.

Pemberian ini ditandai dengan acara serah terima bantuan yang dilaksanakan di RS Panti Wilasa yang turut dihadiri Ronaldo Hutabarat selaku General Manager Surabaya, Deasy Larasati selaku Manager Smile Train Indonesia, Kadinkes Jawa Tengah, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Jawa Tengah, Bendahara PD IBI Provinsi Jawa Tengah, Ketua Pokja IV PKK Kota Semarang, dan Bendahara Forum Posyandu Kota Semarang, Kamis (20/11/2025).
GM ASDP Cabang Surabaya Ronald Hutabarat menyampaikan, program yang telah dilakukan sejak 2019 ini merupakan wujud komitmen nyata ASDP dalam memberikan kontribusi guna meningkatkan kualitas hidup anak di Indonesia.
“Hari anak sedunia merupakan momen bagi kita semua untuk kembali mengingat akan pentingnya komitmen kita dalam melindungi hak anak serta memastikan tumbuh kembang mereka berjalan dengan sehat dan bahagia,” ujar Ronaldo.
Data dari Smile Train menunjukan bahwa hingga saat ini angka kelahiran bayi dengan penderita bibir sumbing dan langit-langit diperkirakan mencapai 9,000 per tahun yang tersebar di 38 Provinsi di seluruh Indonesia.
Tingginya angka ini menunjukan bahwa besarnya kebutuhan pelayanan yang tepat serta terjangkau bagi anak-anak yang mengalami kondisi terkait.
Adapun bantuan dana operasi ini bukan hanya sekadar program sosial, namun merupakan upaya berkelanjutan untuk membuka kesempatan anak – anak dalam menjalani kehidupan yang penuh dengan harapan dan kepercayaan diri.
100 Kisah Perjuangan
Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan, setiap anak dari 100 penerima akan menerima dana sebesar Rp6,5 juta dengan jumlah total keseluruhan sebesar 650 juta rupiah.
“Dengan adanya bantuan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap anak dapat merasakan kesempatan untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik, karena seratus anak yang kita bantu ini bukanlah hanya sekedar angka, melainkan juga seratus kisah perjuangan, harapan, dan senyum baru yang nantinya akan menghiasi perjalanan bangsa ke depan,” jelas Windy.
Menanggapi kebutuhan tersebut, Manager Smile Train Indonesia Deasy Larasati menyampaikan bahwa kerjasama dengan ASDP yang telah berlangsung lama ini telah sukses menyelamatkan lebih Dari 500 anak,
“Perlu diketahui bahwa kondisi bibir sumbing yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan penyakit lainya seperti kurang gizi hingga stunting. Karena itu, akses terhadap operasi pelayanan yang lebih luas menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, agar setiap anak dapat menjalani perjalanan hidup dengan senyuman baru dan bahagia,” kata Deasy.
Ke depan, ASDP berrkomitmen agar program ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan jangkauan yang lebih luas, sehingga bantuan dapat dirasakan oleh semakin banyak anak di Indonesia guna menciptakan masa depan yang lebih terang.
“Harapannya, bantuan operasi ini tidak hanya memberikan perbaikan secara fisik, namun juga dapat memberikan masa depan yang lebih baik bagi semua anak di Indonesia,” tutup Windy. (omy)






















