Wartatrans.com, JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyatakan dukungan penuh kebijakan Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dalam menghadirkan stimulus sektor transportasi pada periode Angkutan Lebaran 2026.
Hal itu guna memastikan mobilitas masyarakat berlangsung aman, tertib, dan lebih terjangkau.

Pemerintah akan menerapkan diskon tarif jasa kepelabuhanan pada angkutan penyeberangan sebesar 100 persen untuk periode 12–31 Maret 2026, dengan target layanan nasional mencapai 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang.
“Kebijakan ini diharapkan menekan biaya perjalanan masyarakat sekaligus membantu distribusi arus kendaraan dan penumpang selama periode mudik,” tutur Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, Rabu (11/2/2026).
Dia menegaskan, ASDP siap mendukung penerapan program tersebut melalui kesiapan operasional pelabuhan, armada, serta penguatan layanan digital di lintasan penyeberangan utama.
“Kami menyambut baik stimulus transportasi Lebaran sebagai wujud kehadiran negara dalam membantu masyarakat menekan biaya perjalanan sekaligus memastikan arus mudik lebih merata. ASDP akan mengoptimalkan kesiapan operasional agar layanan tetap aman, lancar, dan nyaman,” bebernya.
Heru mengungkapkan, ASDP mendukung penuh program stimulus pemerintah tersebut.
Namun, implementasi pemberian diskon tarif pada periode layanan Angkutan Lebaran masih menunggu terbitnya Surat Keputusan Bersama (SKB) sebagai dasar pelaksanaan teknis di lapangan, sehingga penerapan kebijakan nantinya dilakukan secara serentak dan terkoordinasi di seluruh pemangku kepentingan.
ASDP memproyeksikan pergerakan penumpang Angkutan Lebaran 2026 mencapai sekitar 5,8 juta orang atau naik 9,4 persen, dengan kendaraan sekitar 1,4 juta unit atau meningkat 9,3 persen.
Dengan kesiapan tersebut, ASDP optimistis layanan penyeberangan dapat menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus konektivitas logistik selama mudik dan arus balik Lebaran.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan kelancaran penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.
Antara lain penetapan Surat Keputusan Bersama terkait pengaturan Angkutan Lebaran 2026, serta melakukan koordinasi intensif dengan Korlantas Polri dan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum untuk mendukung kelancaran arus kendaraan, serta pengaturan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan pemberian stimulus transportasi guna mendistribusikan pergerakan masyarakat agar tidak terkonsentrasi pada waktu tertentu.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pada periode libur hari besar nasional tahun ini pemerintah memberikan stimulus ekonomi berupa diskon transportasi dengan total anggaran Rp911,16 miliar yang bersumber dari APBN maupun non-APBN.
Pemerintah juga memberikan fleksibilitas hari kerja bagi ASN dan pekerja swasta pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret guna membantu masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dan mengurai kepadatan arus mudik. (omy)





















