Menu

Mode Gelap
Abu Mudi: Hidupkan Pengajian hingga ke Desa-desa KAI Layani 554.407 Pelanggan Selama Tiga Hari Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus KAI Commuter Amankan Terduga Pelaku Pencurian Kabel Rel di Tanah Abang Ada Pekerjaan Perbaikan Geometri Jalan Rel, KAI Daop 1 Jakarta Imbau Pengguna Jalan Hindari JPL 14 dan Gunakan Jalur Alternatif Kartunis Imam Yunni Akan Meriahkan Pameran JAKARTUN Itab Purnama Diserbu 93 Ribu Komentar Usai Tampil di Band Academy Indosiar

ANJUNGAN

Mengenal Klinik Apung Said Tuhuleley Muhammadiyah, Kapal Yacht yang Disulap Jadi Rumah Sakit untuk Warga Pelosok

badge-check


 Mengenal Klinik Apung Said Tuhuleley Muhammadiyah, Kapal Yacht yang Disulap Jadi Rumah Sakit untuk Warga Pelosok Perbesar

Wartatrans.com, MALUKU — Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan tantangan akses layanan kesehatan yang masih belum merata, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Menjawab persoalan tersebut, Muhammadiyah melalui Lazismu menghadirkan inovasi layanan kesehatan berupa Klinik Apung Said Tuhuleley—sebuah kapal yacht yang difungsikan sebagai rumah sakit berjalan.

Klinik apung ini dirancang untuk menjangkau masyarakat di pulau-pulau terpencil yang sulit mengakses fasilitas medis. Alih-alih menunggu pasien datang ke rumah sakit di kota, kapal ini justru berlayar mendatangi pasien, menembus perairan seperti Laut Banda di Maluku yang dikenal memiliki gelombang cukup menantang.

Kapal tersebut dilengkapi berbagai fasilitas medis layaknya klinik pada umumnya. Tenaga kesehatan dan relawan yang tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Center turut ambil bagian dalam misi kemanusiaan ini. Mereka rela menghadapi perjalanan panjang, termasuk risiko mabuk laut, demi memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Program ini juga menjadi bukti nyata kekuatan filantropi masyarakat. Operasional Klinik Apung Said Tuhuleley sebagian besar didukung dari dana infak dan sedekah yang dihimpun Lazismu, termasuk donasi kecil dari masyarakat yang dikumpulkan secara kolektif.

Kehadiran klinik apung ini tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga membawa harapan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Inisiatif tersebut menjadi simbol solidaritas sosial dan upaya pemerataan akses kesehatan di Indonesia, terutama bagi warga yang selama ini berada jauh dari jangkauan fasilitas kesehatan modern.*** (Rintoh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PT Pelindo Jasa Maritim Perkuat Kompetensi SDM melalui Endorsement Pandu Batch 1

16 Mei 2026 - 16:57 WIB

IPC TPK Panjang Perbesar Kapasitas Bongkar Muat dengan QCC Post Panamax

16 Mei 2026 - 16:55 WIB

ASDP Raih Penghargaan Top CSR 2026 Berkat Program Mudik Ramah Anak

14 Mei 2026 - 21:14 WIB

BKKP dan UPP Indramayu Dorong Penerapan K3 dan MCU Berkala bagi Stakeholder Pelabuhan

14 Mei 2026 - 12:06 WIB

Kunjungan Mahasiswa UI ke IPC TPK, Sinkronisasi Teori Akademik dan Realita Industri Pelabuhan

13 Mei 2026 - 20:35 WIB

KSP Dudung Abdurachman Tinjau Langsung Pelindo, Dukung Penguatan Tata Kelola Pelabuhan Nasional

13 Mei 2026 - 19:41 WIB

PT Pelindo Solusi Maritim Modernisasi Crane Pelabuhan dengan Pembaruan Sistem Komputerisasi

13 Mei 2026 - 18:30 WIB

Libur Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, ASDP Perkuat Akses Wisata Danau Toba

13 Mei 2026 - 17:47 WIB

TPK Teluk Lamong Catat Lonjakan Arus Petikemas Internasional 91 Persen

13 Mei 2026 - 11:59 WIB

SPJM Bukukan Laba Bersih Lampaui Target RKAP pada Kuartal I 2026

13 Mei 2026 - 07:39 WIB

Trending di ANJUNGAN