Menu

Mode Gelap
KRL Rangkasbitung Kembali Normal, 10 Perjalanan Sempat Terlambat hingga 52 Menit Bandara Husein Sastranegara Kembali Beroperasi, DAMRI Perkuat Konektivitas ke Sejumlah Wilayah di Jawa Barat Masyarakat Bepergian Melonjak, DAMRI Layani Puluhan Ribu Pelanggan pada Libur Panjang Bulan Agustus 2026 ⁠Pelindo dan BNN Bekali Pelajar Pengetahuan tentang Bahaya Narkoba Tanta Ginting Tertantang Perankan Tan Malaka, Belajar Sejarah hingga Bangun Chemistry dengan Arswendy Bening Swara Citilink Salurkan 91,5 Ton Bantuan Gempa NTT melalui Delapan Penerbangan

ANJUNGAN

Mengenal Klinik Apung Said Tuhuleley Muhammadiyah, Kapal Yacht yang Disulap Jadi Rumah Sakit untuk Warga Pelosok

badge-check


 Mengenal Klinik Apung Said Tuhuleley Muhammadiyah, Kapal Yacht yang Disulap Jadi Rumah Sakit untuk Warga Pelosok Perbesar

Wartatrans.com, MALUKU — Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan tantangan akses layanan kesehatan yang masih belum merata, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Menjawab persoalan tersebut, Muhammadiyah melalui Lazismu menghadirkan inovasi layanan kesehatan berupa Klinik Apung Said Tuhuleley—sebuah kapal yacht yang difungsikan sebagai rumah sakit berjalan.

Klinik apung ini dirancang untuk menjangkau masyarakat di pulau-pulau terpencil yang sulit mengakses fasilitas medis. Alih-alih menunggu pasien datang ke rumah sakit di kota, kapal ini justru berlayar mendatangi pasien, menembus perairan seperti Laut Banda di Maluku yang dikenal memiliki gelombang cukup menantang.

Kapal tersebut dilengkapi berbagai fasilitas medis layaknya klinik pada umumnya. Tenaga kesehatan dan relawan yang tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Center turut ambil bagian dalam misi kemanusiaan ini. Mereka rela menghadapi perjalanan panjang, termasuk risiko mabuk laut, demi memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Program ini juga menjadi bukti nyata kekuatan filantropi masyarakat. Operasional Klinik Apung Said Tuhuleley sebagian besar didukung dari dana infak dan sedekah yang dihimpun Lazismu, termasuk donasi kecil dari masyarakat yang dikumpulkan secara kolektif.

Kehadiran klinik apung ini tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga membawa harapan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Inisiatif tersebut menjadi simbol solidaritas sosial dan upaya pemerataan akses kesehatan di Indonesia, terutama bagi warga yang selama ini berada jauh dari jangkauan fasilitas kesehatan modern.*** (Rintoh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

ASDP Sterilisasi Pelabuhan Merak, Perkuat Keselamatan dan Keamanan Kawasan

27 Agustus 2026 - 18:26 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi

26 Agustus 2026 - 19:04 WIB

Jelang Kedatangan Kapal Garibaldi, Pangkalan TNI AL Bergerak 2 Fungsi

26 Agustus 2026 - 09:25 WIB

TNI AD dan AL Kerahkan Kapal Rumah Sakit ke NTT

25 Agustus 2026 - 06:01 WIB

Menhub Dudy Instruksikan Peningkatan Keselamatan Bertransportasi di Kepulauan Riau

24 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Pelindo Regional 2 dan BNN Jakarta Utara Perkuat Edukasi Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda

24 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pelindo Semai Harapan di Langowan melalui Relawan Bakti BUMN Batch IX

24 Agustus 2026 - 16:36 WIB

Alhamdulillah, Operasional Transportasi di Wilayah Kalimantan Berjalan Normal

24 Agustus 2026 - 14:01 WIB

KSOP Muara Angke Perkuat Keselamatan Pelayaran dan Pencegahan Kebakaran Kapal

23 Agustus 2026 - 20:42 WIB

Trending di ANJUNGAN