Menu ✖

Mode Gelap
Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya HSSE melalui Pelatihan Tanggap Darurat DAMRI Uji Coba Bus Listrik di Kota Serang, Dukung Transportasi Publik Berkelanjutan IDSurvey Perkuat Pencegahan Stunting di Temanggung, dari Edukasi Keluarga hingga Pangan Bergizi KPLP Tanjung Priok Fokus Tangani KMP Batu Mandi dan Antisipasi Pencemaran Laut Hari Santri Nasional Diperingati Sederhana, SICE EO Acungi Jempol WCCE 2026 Hasilkan Jakarta Vision, Indonesia Bidik Masa Depan Ekonomi Kreatif Dunia

ANJUNGAN

Mengenal Klinik Apung Said Tuhuleley Muhammadiyah, Kapal Yacht yang Disulap Jadi Rumah Sakit untuk Warga Pelosok

badge-check


 Mengenal Klinik Apung Said Tuhuleley Muhammadiyah, Kapal Yacht yang Disulap Jadi Rumah Sakit untuk Warga Pelosok Perbesar

Wartatrans.com, MALUKU — Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan tantangan akses layanan kesehatan yang masih belum merata, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Menjawab persoalan tersebut, Muhammadiyah melalui Lazismu menghadirkan inovasi layanan kesehatan berupa Klinik Apung Said Tuhuleley—sebuah kapal yacht yang difungsikan sebagai rumah sakit berjalan.

Klinik apung ini dirancang untuk menjangkau masyarakat di pulau-pulau terpencil yang sulit mengakses fasilitas medis. Alih-alih menunggu pasien datang ke rumah sakit di kota, kapal ini justru berlayar mendatangi pasien, menembus perairan seperti Laut Banda di Maluku yang dikenal memiliki gelombang cukup menantang.

Kapal tersebut dilengkapi berbagai fasilitas medis layaknya klinik pada umumnya. Tenaga kesehatan dan relawan yang tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Center turut ambil bagian dalam misi kemanusiaan ini. Mereka rela menghadapi perjalanan panjang, termasuk risiko mabuk laut, demi memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Program ini juga menjadi bukti nyata kekuatan filantropi masyarakat. Operasional Klinik Apung Said Tuhuleley sebagian besar didukung dari dana infak dan sedekah yang dihimpun Lazismu, termasuk donasi kecil dari masyarakat yang dikumpulkan secara kolektif.

Kehadiran klinik apung ini tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga membawa harapan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Inisiatif tersebut menjadi simbol solidaritas sosial dan upaya pemerataan akses kesehatan di Indonesia, terutama bagi warga yang selama ini berada jauh dari jangkauan fasilitas kesehatan modern.*** (Rintoh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya HSSE melalui Pelatihan Tanggap Darurat

23 Oktober 2026 - 05:24 WIB

KPLP Tanjung Priok Fokus Tangani KMP Batu Mandi dan Antisipasi Pencemaran Laut

22 Oktober 2026 - 20:57 WIB

ASDP Pastikan Penanganan Klaim dan Kawal Pemenuhan Hak Penumpang KMP Batumandi

22 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Kejati Bengkulu dan Pelindo Regional 2 Bengkulu Perpanjang MoU, Perkuat Kepastian Hukum Operasional Pelabuhan

22 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Menhub Dudy Pastikan Penanganan dan Pemenuhan Hak-Hak Penumpang KMP Batumandi

22 Oktober 2026 - 12:17 WIB

ASDP Gerak Cepat Tangani Tenggelamnya KMP Batumandi Usai Terbakar

22 Oktober 2026 - 11:26 WIB

Menperin Lantik Pengurus Pusat Iperindo Periode 2026–2030

22 Oktober 2026 - 07:59 WIB

Little Harbour, Dermaga Aman bagi Anak dan Ruang Tenang bagi Orang Tua di Pelindo Regional 2

21 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Wujudkan Pelabuhan Bersih dan Bebas Pungli, IPC TPK Bersama Mitra Operasional Deklarasikan Komitmen Bersama

21 Oktober 2026 - 18:30 WIB

Jasa Raharja Terbitkan Jaminan Biaya Perawatan 11 Penumpang Korban Kebakaran KMP Batumandi

21 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Trending di ANJUNGAN