Menu

Mode Gelap
Banjir Limbah 57.000 Ton Baterai Bekas: Hantu Pasar Gelap dan Ancaman bagi Industri Nikel Indonesia KAI Catat KA Makassar-Parepare Layani Lebih dari 1 Juta Penumpang Sejak Beroperasi, Semester I 2026 Meningkat 15,44 Persen Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran KAI Angkut 123.810 Ton Barang Retail pada Semester I 2026, Naik 5,06 Persen For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media

ANJUNGAN

Mengenal Klinik Apung Said Tuhuleley Muhammadiyah, Kapal Yacht yang Disulap Jadi Rumah Sakit untuk Warga Pelosok

badge-check


 Mengenal Klinik Apung Said Tuhuleley Muhammadiyah, Kapal Yacht yang Disulap Jadi Rumah Sakit untuk Warga Pelosok Perbesar

Wartatrans.com, MALUKU — Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan dengan tantangan akses layanan kesehatan yang masih belum merata, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Menjawab persoalan tersebut, Muhammadiyah melalui Lazismu menghadirkan inovasi layanan kesehatan berupa Klinik Apung Said Tuhuleley—sebuah kapal yacht yang difungsikan sebagai rumah sakit berjalan.

Klinik apung ini dirancang untuk menjangkau masyarakat di pulau-pulau terpencil yang sulit mengakses fasilitas medis. Alih-alih menunggu pasien datang ke rumah sakit di kota, kapal ini justru berlayar mendatangi pasien, menembus perairan seperti Laut Banda di Maluku yang dikenal memiliki gelombang cukup menantang.

Kapal tersebut dilengkapi berbagai fasilitas medis layaknya klinik pada umumnya. Tenaga kesehatan dan relawan yang tergabung dalam Muhammadiyah Disaster Management Center turut ambil bagian dalam misi kemanusiaan ini. Mereka rela menghadapi perjalanan panjang, termasuk risiko mabuk laut, demi memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Program ini juga menjadi bukti nyata kekuatan filantropi masyarakat. Operasional Klinik Apung Said Tuhuleley sebagian besar didukung dari dana infak dan sedekah yang dihimpun Lazismu, termasuk donasi kecil dari masyarakat yang dikumpulkan secara kolektif.

Kehadiran klinik apung ini tidak hanya memberikan layanan medis, tetapi juga membawa harapan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Inisiatif tersebut menjadi simbol solidaritas sosial dan upaya pemerataan akses kesehatan di Indonesia, terutama bagi warga yang selama ini berada jauh dari jangkauan fasilitas kesehatan modern.*** (Rintoh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

Dirjen Hubdat Sebut Penerima Diskon Tarif Penyeberangan Tembus 90 Persen

6 Juli 2026 - 06:42 WIB

KMP Aceh Hebat 2 Kembali Berlayar Pascainsiden, Siap Melayani dengan Standar Keselamatan Terbaik

5 Juli 2026 - 10:33 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Kementerian Kehutanan, WCS Indonesia, dan CMA CGM Perkuat Kemitraan Logistik untuk Memberantas Perdagangan Ilegal Satwa Liar

3 Juli 2026 - 15:27 WIB

Pelindo Terminal Petikemas Berikan Wajah Baru Sarana Publik Masyarakat Ring 1 Terminal Teluk Lamong

3 Juli 2026 - 14:24 WIB

Pengoperasian QCC 004 Perkuat Daya Saing Pelabuhan Panjang sebagai Gerbang Logistik Sumatera

3 Juli 2026 - 13:35 WIB

Dukung Ketersediaan Pasokan Energi Nasional, Semester I-2026 PELNI Angkut 335.415 Metrik Ton Batubara

2 Juli 2026 - 16:20 WIB

BKKP-Institusi Pendidikan Maritim Perkuat Sinergi

2 Juli 2026 - 14:26 WIB

Trending di ANJUNGAN