Wartatrans.com, BAU-BAU – Di antara ribuan pulau yang membentang dari barat hingga timur Indonesia, Kepulauan Wakatobi hadir sebagai salah satu permata bahari nusantara yang terus menarik perhatian wisatawan serta menjadi sumber penghidupan masyarakat setempat.
Seiring potensi tersebut, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melalui Cabang Bau-Bau mengambil peran strategis dalam memperkuat konektivitas antarwilayah melalui layanan penyeberangan yang andal.

“Kehadiran layanan ini tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka akses distribusi barang serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi daerah kepulauan secara berkelanjutan,” tutur Direktur Utama ASDP.Heru Widodo, Rabu (4/2/2026).
Dia menegaskan, penguatan layanan penyeberangan di lintasan Bau-Bau merupakan bagian komitmen perusahaan menghadirkan konektivitas laut optimal, khususnya bagi wilayah kepulauan 3T, yakni Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.
Menurutnya, kapal penyeberangan bukan sekadar sarana transportasi, tetapi jembatan ekonomi yang menghubungkan potensi daerah dengan peluang pasar yang lebih luas.
“Kami tidak hanya menghubungkan pulau ke pulau, tetapi juga membuka peluang ekonomi masyarakat. Lintasan menuju Wakatobi menjadi contoh bagaimana konektivitas laut mampu mendukung pariwisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” urainya.
Wakatobi dikenal sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia yang berada di jantung Coral Triangle dengan kekayaan terumbu karang dan biodiversitas laut yang luar biasa.
Gugusan pulau seperti Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, hingga Hoga menawarkan pengalaman wisata autentik melalui aktivitas snorkeling dan diving yang menampilkan pesona bawah laut Indonesia, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal berbasis pariwisata.
Sumber Daya Pangan
Di sisi lain, Wakatobi juga memiliki potensi sumber daya pangan yang menopang ekonomi masyarakat.
Komoditas hasil laut menjadi andalan, disertai produksi pangan lokal seperti ubi kayu, jagung, dan sagu yang dikelola berkelanjutan.
“Kelancaran transportasi laut menjadi kunci penting dalam menjaga distribusi barang, stabilitas harga, dan kesinambungan aktivitas ekonomi di kawasan kepulauan,” ungkap General Manager ASDP Cabang Bau-Bau, Zullivan Ramadhana.
Dia menjelaskan, saat ini pihaknya mengelola lima lintasan komersial dan empat belas lintasan perintis dengan dukungan 14 unit kapal.
KMP Bahteramas II dan KMP Sultan Murhum II menjadi tulang punggung layanan menuju Wakatobi melalui rute strategis Kamaru–Wanci serta Kamaru–Kaledupa–Wanci–Tomia–Binongko.
Sepanjang tahun 2025, layanan penyeberangan menuju wilayah Wakatobi telah melayani lebih dari 14 ribu penumpang serta mengangkut sekitar 10 ribu kendaraan.
“Capaian ini mencerminkan tingginya kebutuhan konektivitas sekaligus mempertegas peran strategis layanan penyeberangan dalam mendukung aktivitas pariwisata dan ekonomi kepulauan,” kata dia.
Dengan kesiapan armada dan layanan lintasan yang terus diperkuat, ASDP berkomitmen mempertegas perannya membangun konektivitas laut yang inklusif dan merata guna memperluas akses ekonomi masyarakat sekaligus menjaga kesinambungan pariwisata bahari Indonesia sebagai kebanggaan nasional. (omy)






















