Menu

Mode Gelap
Security KAI Gagalkan Pencurian Kabel Grounding LRT Jabodebek Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket

KABIN

Garuda Indonesia Sebut Kinerja Positif GMFI jadi Sinyal Kuat Pemulihan Grup

badge-check


 Maskapai Garuda Indonesia di Hanggar GMFI Perbesar

Maskapai Garuda Indonesia di Hanggar GMFI

Wartatrans.com, JAKARTA – Sejalan dengan proyeksi tahun 2026 sebagai fase turnaround kinerja, Garuda Indonesia Group mencatatkan sinyal pemulihan yang semakin solid melalui kinerja positif anak usahanya, PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI).

Perbaikan kinerja GMFI menjadi indikator kunci penguatan fundamental operasional dan finansial secara grup, tidak hanya mencerminkan keberhasilan transformasi internal, khususnya dalam memastikan kesiapan armada dan keberlangsungan layanan penerbangan.

Berdasarkan laporan keuangan tahunan per 31 Desember 2025, GMF membukukan pendapatan sebesar USD 491,9 juta (Rp8,25 triliun), tumbuh 16,8% secara tahunan (YoY), dengan laba perusahaan meningkat 26,3% menjadi USD 33,9 juta (Rp570 miliar).

Dari sisi neraca, total aset meningkat signifikan menjadi USD 813 juta (Rp13,6 triliun), sementara struktur permodalan berhasil berbalik positif dengan ekuitas mencapai USD 114,6 juta (Rp1,92 triliun).

Peningkatan kinerja ini turut didukung aksi korporasi berupa inbreng lahan senilai Rp5,6 triliun yang memperkuat nilai aset tetap Perseroan serta mengembalikan posisi ekuitas menjadi positif. Selain itu, akselerasi lini bisnis non-commercial aircraft, khususnya melalui SBU Defense Industry, Industrial Solutions, dan Power Services, turut berkontribusi terhadap pertumbuhan dengan capaian pendapatan sebesar USD 36,7 juta (Rp615,9 miliar) atau tumbuh 59,9% (YoY).

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi menyampaikan, capaian ini merupakan hasil dari konsistensi Perseroan dalam menjaga disiplin operasional dan finansial, sekaligus memperkuat peran GMF sebagai strategic enabler dalam ekosistem Garuda Indonesia Group.

“Di sisi operasional, GMF juga berhasil menjaga turnaround time secara disiplin guna memastikan serviceability dan _
reliability pesawat tetap terjaga, meskipun tantangan global supply chain masih terus membayangi,” tutur Andi dalam keterangan tertulis, Kamis (2/4/2016).

Hal ini menjadi fondasi penting dalam mendukung program reaktivasi armada yang dijalankan sepanjang tahun 2025, sekaligus memperkuat kesiapan operasional Garuda Indonesia Group secara berkelanjutan.

Kinerja GMFI tersebut semakin menegaskan bahwa transformasi yang dijalankan Garuda Indonesia Group tidak bersifat kosmetik, melainkan menyasar perbaikan fundamental yang terukur—mulai dari kesiapan armada, peningkatan utilisasi, hingga penguatan kualitas layanan secara menyeluruh.

GMFI Keluar dari Pemantauan Khusus

Penguatan fundamental ini turut tercermin dari saham GMFI yang secara resmi keluar dari daftar Efek Pemantauan Khusus efektif per 31 Maret 2026, menyusul saham GIAA yang lebih dahulu keluar pada 26 Maret 2026.

Pencapaian ini kata Andi, menjadi momentum penting dalam mendorong pemulihan kepercayaan pasar terhadap Garuda Indonesia Group.

“Sekaligus mempertegas bahwa perbaikan kinerja yang dijalankan telah menunjukkan hasil yang nyata dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, capaian tersebut bukan sekadar administratif, melainkan refleksi dari pemulihan yang substansial.

“Ini merupakan sinyal kembalinya momentum pertumbuhan GMFI serta meningkatnya kepercayaan pasar melalui kinerja yang lebih sehat dan disiplin eksekusi,” ujarnya.

Memasuki tahun 2026, GMFI akan melanjutkan berbagai inisiatif strategis, termasuk optimalisasi proyek reaktivasi armada, perluasan pasar internasional, serta peningkatan kontribusi pada proyek-proyek sektor pertahanan melalui kerja sama dengan Kementerian Pertahanan, guna memperkuat keberlanjutan ekosistem aviasi nasional.

Citilink Pecahkan Rekor Jumlah Penumpang Harian Tertinggi

Selaras dengan penguatan fundamental yang terus diakselerasikan, Garuda Indonesia Group juga mencatatkan kinerja operasional yang solid pada periode peak season Idul Fitri 1447 Hijriah.

Citilink berhasil mencatatkan jumlah penumpang harian tertinggi sepanjang sejarah operasionalnya, yakni pada 29 Maret 2026 dengan sebanyak 48 ribu penumpang dalam satu hari.

Secara keseluruhan, lebih dari 600 ribu penumpang berhasil diangkut Citilink selama periode 14–29 Maret 2026, berkontribusi terhadap total 1,1 juta penumpang Garuda Indonesia Group pada momen Lebaran tersebut.

Pemecahan rekor ini menjadi refleksi atas pemulihan volume kapasitas produksi yang semakin menunjukan tren positif.

Di sisi lain, tingkat ketepatan waktu (on-time performance) Garuda Indonesia Group juga mencatatkan capaian tertinggi dalam tiga tahun terakhir, yakni sebesar 92,08%, meningkat dibandingkan tahun 2025 (87,12%) dan 2024 (86,07%).

Capaian ini menjadi refleksi nyata dari penguatan fundamental operasional yang telah dibangun secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir mulai dari kesiapan armada, disiplin operasional, hingga peningkatan kualitas layanan. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Puluhan Relawan Airnav Indonesia, Taspen, dan Jasindo Mengabdi di Boyolali

16 Agustus 2026 - 15:57 WIB

Dukung Penanganan Gempa NTT, AirNav Pastikan Layanan Navigasi Lancar

16 Agustus 2026 - 14:08 WIB

Hendak Kirim Bantuan bagi Korban Gempa NTT dengan Kapal? PELNI Bebaskan Biaya Kirim

16 Agustus 2026 - 13:51 WIB

Beli Pertalite Harga Pertamax

16 Agustus 2026 - 00:12 WIB

5 Bandara Terdampak Gempa di Kepulauan Flores NTT

15 Agustus 2026 - 22:25 WIB

Maknai Momen Kemerdekaan, InJourney Airports Tanam 81.000 Mangrove

15 Agustus 2026 - 17:21 WIB

Toko Mandiri Indogrosir Bidik UMKM Lokal

15 Agustus 2026 - 07:55 WIB

PTP Nonpetikemas Edukasi Perkuat Budaya Safety Driving di Terminal Kijing

15 Agustus 2026 - 07:34 WIB

PELNI dan Jamdatun Kembali Perkuat Sinergi

14 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Trending di ANJUNGAN