Menu

Mode Gelap
Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2 Pasar Mobil 2026 Melonjak 15,9%: Toyota Bertahan, BYD Tekuk Honda TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan TMI Aceh dan PT Bio Energy Rimba Tinjau Pembibitan Kopi CV A Tiga Nursery, Perkuat Program Penghijauan dan Pemberdayaan Petani Tindak Lanjut MoU, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah dan PT Bio Energy Rimba Perkuat Pendampingan Petani

Uncategorized

Banjir Di Aceh Picu Kerugian Besar, Petani Desak Solusi Permanen Pengendalian Air

badge-check


 Banjir Di Aceh Picu Kerugian Besar, Petani Desak Solusi Permanen Pengendalian Air Perbesar

Wartatrans.com, ACEH — Banjir bandang dan longsor yang terjadi di beberapa wilayah Aceh memukul sektor pertanian. Sudah tentu para petani menghadapi kerugian besar akibat gagal panen, rusaknya tanaman muda, hingga infrastruktur pertanian yang hancur diterjang air. Kondisi ini membuat mereka mendesak pemerintah untuk menghadirkan solusi permanen agar musibah serupa tidak terus berulang setiap musim hujan.

Banjir yang merendam area persawahan membuat tanaman padi terancam rusak total. Di Subulussalam, misalnya, sekitar 10 hektare sawah dipastikan gagal panen, sementara 15 hektare lainnya tidak dapat dipanen secara maksimal karena tanaman terendam dalam waktu lama. Kerugian semakin besar karena sebagian petani sudah berada pada masa panen.

Di Takengon Aceh Tengah, banjir juga menyebabkan bibit padi dan tanaman muda hanyut. Bibit yang baru ditanam tidak mampu bertahan, sehingga petani harus kembali menyiapkan lahan dan melakukan penanaman ulang.

“Selain merusak tanaman, banjir turut menghancurkan infrastruktur pertanian, mulai dari jaringan irigasi, saluran drainase, hingga fasilitas penyimpanan hasil panen. Kerusakan ini membutuhkan biaya besar dan waktu panjang untuk kembali berfungsi,” ungkap Adung, petani yang lahan pertaniannya hancur dihantam banjir.

Kondisi banjir juga mempersulit proses panen. Ada petani yang terpaksa memanen lebih dini atau bahkan harus menggunakan perahu untuk menjangkau sawah yang terendam guna menyelamatkan padi yang masih hijau. Situasi seperti ini menyebabkan penurunan kualitas dan produktivitas hasil panen.

Pemerintah desa telah melaporkan kondisi banjir ke instansi terkait untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Meski begitu, petani menegaskan perlunya langkah yang lebih strategis. Mereka berharap pemerintah membangun infrastruktur pengendali banjir secara permanen, seperti pembuatan talut di sepanjang sungai.

“Solusi jangka panjang ini dinilai penting agar air tidak terus meluap dan merendam persawahan setiap musim hujan,” kata Adung lagi, yang juga mengatakan baru tahun ini banjir melanda beberapa wilayah di Aceh dan kota lainnya.

Para petani berharap musibah tahunan ini mendapat perhatian serius, agar ketahanan pangan daerah tidak terus tergerus dan penghasilan mereka dapat kembali stabil.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pasar K-Culture Melejit, Destinasi Baru Incar Cuan di Jakarta

10 Juli 2026 - 04:10 WIB

Sabet Penghargaan, Model 3R mGanik Jadi Terobosan Kebuntuan Diabetes Tipe 2

10 Juli 2026 - 04:05 WIB

TEMUAN BPK: Defisit Keuangan Membengkak, Transparansi Perjalanan Dinas Pemko Subulussalam Dipertanyakan

10 Juli 2026 - 03:56 WIB

TMI Aceh dan PT Bio Energy Rimba Tinjau Pembibitan Kopi CV A Tiga Nursery, Perkuat Program Penghijauan dan Pemberdayaan Petani

10 Juli 2026 - 03:49 WIB

Tindak Lanjut MoU, Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah dan PT Bio Energy Rimba Perkuat Pendampingan Petani

10 Juli 2026 - 03:44 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Salurkan 235 Paket Sembako bagi Masyarakat Kecamatan Koja

9 Juli 2026 - 20:30 WIB

PTPN I Gandeng dan Jaga Lahan Warga untuk Tembakau di Jember

9 Juli 2026 - 18:33 WIB

KKP Segel Budidaya Arwana di Pekanbaru, Ratusan Ikan Dilindungi Tak Berizin

9 Juli 2026 - 17:16 WIB

KKP Lepasliarkan 21 Penyu Hijau Hasil Gagalkan Penyelundupan ke Perairan Bali

9 Juli 2026 - 16:27 WIB

Dukung Pertumbuhan Bisnis Penerbangan Nasional, INACA: Perlu Kebijakan Responsif!

9 Juli 2026 - 15:55 WIB

Trending di BANDARA