Menu

Mode Gelap
Bank Sampah Mapolis-BK3 Himpun Rata-rata 1 Ton Sampah Anorganik per Bulan, Warga Diajak Konsisten Pilah Sampah Petugas Pengisian Air KAI Services, Garda Senyap di Balik Nyamannya Perjalanan Kereta Api Prabowo: Motor Listrik Nasional Segera Diluncurkan dalam Beberapa Pekan 31 Tahun Argo, KAI Catat Pertumbuhan Penumpang dan Terus Kembangkan Layanan Kereta Antarkota Harga BBM Khusus Kapal Ikan Rp15.000 Disambut Positif, Nelayan Optimistis Produktivitas Meningkat KAI Tutup Sementara Jalur 4 dan 5 Stasiun Bogor untuk Pembangunan Kanopi Peron

JALUR

AISMOLI Sebut Sodium Ion Pas untuk Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

badge-check


 Diskusi KPBB Perbesar

Diskusi KPBB

Wartatrans.com, JAKARTA – Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) menyebutkan bahwa kendaraan listrik khususnya sepeda motor sangat pas menggunakan baterai yang berbahan baku Sodium Ion.

“Ini sangat pas dengan kontur Indonesia yang memiliki garis pantai kedua terpanjang di dunia, sehingga potensi produksi garam juga tinggi,” ungkap Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Aismoli Peter Kho dalam Diskusi Ketahanan Energi Nasional di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya Sodium ION juga minim risiko terbakar dan berbiaya rendah karena tidak membutuhkan Logam Tanah Jarang (LTJ) seperti Lithium dan Cobalt.

Bila dikaitkan dengan geopolitik, juga sangat minim risikonya karena tidak bergantung pada negara lain.

“Bahkan dengan keberadaannya yang melimpah, kita juga memiliki oportunity untuk melakukan ekspor Sodium Ion,” ucap dia.

Potensi itu akan terus berkembang mengingat jumlah produsen yang juga bertambah terus.

Saat ini sebanyak 60 produsen motor listrik telah bergabung menjadi anggota AISMOLI.

Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bahan Bakar Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin yang akrab disapa Puput menyatakan, hal itu memang peluang di tengah panasnya geopolitik di Timur Tengah yang telah berdampak pada harga minyak dunia.

“Namun kita tidak perlu membatasi, masyarakat ingin menggunakan kendaraan ICE atau EV, semuanya dilepas saja sesuai mekanisme di lapangan,” ujarnya.

Apalagi kata dia harga BBM yang bisa saja akan terus meroket, akan menjadi pertimbangan masyarakat, apakah akan terus menggunakan kendaraan konvensional atau berbasis listrik.

Saat ini saja, ditambahkan dia, harga BBM di Tanah Air sudah cukup tinggi dibandingkan negara tetangga, ini menjadi tantangan tersendiri di masa mendatang. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sambut HUT Ke-13, IPC TPK Bukukan Peningkatan Kinerja Arus Peti Kemas 7 Persen

17 Juli 2026 - 21:24 WIB

Dari Kolong Tol untuk Ketahanan Pangan, PT Pelindo Sinergi Lokaseva Panen Perdana TJSL Ikan Nila

17 Juli 2026 - 21:11 WIB

ASDP Percepat Sterilisasi 6 Pelabuhan demi Layanan Modern Berstandar Keselamatan Tinggi

17 Juli 2026 - 18:14 WIB

Sekjen IABI: Kompensasi Delay Bentuk Tanggung Jawab Maskapai

17 Juli 2026 - 15:24 WIB

Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PTPN I Kembangkan Bioetanol

17 Juli 2026 - 10:25 WIB

KKP Segera Bangun Tahap 2 K-SIGN di Rote Ndao, Dapat Dukungan Masyarakat

16 Juli 2026 - 21:15 WIB

Pelindo Regional 2 Catat Pertumbuhan Positif di Seluruh Lini Layanan Kepelabuhanan

16 Juli 2026 - 20:38 WIB

KEK Arun dan Blok Andaman: Episentrum Baru Ekonomi Hijau Indonesia

16 Juli 2026 - 17:54 WIB

Pemerintah Percepat Penanganan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan

16 Juli 2026 - 15:51 WIB

Skema Tarif 1 Tiket untuk 3 Moda, Mampukah Jakarta Kurangi Kemacetan ?

16 Juli 2026 - 15:37 WIB

Trending di JALUR