Wartatrans.com, JAKARTA – Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) menyebutkan bahwa kendaraan listrik khususnya sepeda motor sangat pas menggunakan baterai yang berbahan baku Sodium Ion.
“Ini sangat pas dengan kontur Indonesia yang memiliki garis pantai kedua terpanjang di dunia, sehingga potensi produksi garam juga tinggi,” ungkap Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Aismoli Peter Kho dalam Diskusi Ketahanan Energi Nasional di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya Sodium ION juga minim risiko terbakar dan berbiaya rendah karena tidak membutuhkan Logam Tanah Jarang (LTJ) seperti Lithium dan Cobalt.
Bila dikaitkan dengan geopolitik, juga sangat minim risikonya karena tidak bergantung pada negara lain.
“Bahkan dengan keberadaannya yang melimpah, kita juga memiliki oportunity untuk melakukan ekspor Sodium Ion,” ucap dia.
Potensi itu akan terus berkembang mengingat jumlah produsen yang juga bertambah terus.
Saat ini sebanyak 60 produsen motor listrik telah bergabung menjadi anggota AISMOLI.
Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bahan Bakar Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin yang akrab disapa Puput menyatakan, hal itu memang peluang di tengah panasnya geopolitik di Timur Tengah yang telah berdampak pada harga minyak dunia.
“Namun kita tidak perlu membatasi, masyarakat ingin menggunakan kendaraan ICE atau EV, semuanya dilepas saja sesuai mekanisme di lapangan,” ujarnya.
Apalagi kata dia harga BBM yang bisa saja akan terus meroket, akan menjadi pertimbangan masyarakat, apakah akan terus menggunakan kendaraan konvensional atau berbasis listrik.
Saat ini saja, ditambahkan dia, harga BBM di Tanah Air sudah cukup tinggi dibandingkan negara tetangga, ini menjadi tantangan tersendiri di masa mendatang. (omy)





























