Menu

Mode Gelap
Tenggat Pemenuhan Kewajiban Pelindungan Sisa Kuota Selular 28 September Percepat Urai Kepadatan, ASDP Maksimalkan Operasional Kapal di Pelabuhan Ketapang Pertamina Perluas Layanan SAF di 5 Lokasi LCT Legenda Nusantara 699 Terbakar di Perairan Kabaena, 13 Awak Kapal Berhasil Dievakuasi Volume Pengguna KRL di Sudirman Baru Naik 281 Persen, KAI Commuter Perkuat Fasilitas Kemenhub Perkuat Personel Penegakan Hukum di Laut

JALUR

AISMOLI Sebut Sodium Ion Pas untuk Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

badge-check


 Diskusi KPBB Perbesar

Diskusi KPBB

Wartatrans.com, JAKARTA – Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) menyebutkan bahwa kendaraan listrik khususnya sepeda motor sangat pas menggunakan baterai yang berbahan baku Sodium Ion.

“Ini sangat pas dengan kontur Indonesia yang memiliki garis pantai kedua terpanjang di dunia, sehingga potensi produksi garam juga tinggi,” ungkap Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Aismoli Peter Kho dalam Diskusi Ketahanan Energi Nasional di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya Sodium ION juga minim risiko terbakar dan berbiaya rendah karena tidak membutuhkan Logam Tanah Jarang (LTJ) seperti Lithium dan Cobalt.

Bila dikaitkan dengan geopolitik, juga sangat minim risikonya karena tidak bergantung pada negara lain.

“Bahkan dengan keberadaannya yang melimpah, kita juga memiliki oportunity untuk melakukan ekspor Sodium Ion,” ucap dia.

Potensi itu akan terus berkembang mengingat jumlah produsen yang juga bertambah terus.

Saat ini sebanyak 60 produsen motor listrik telah bergabung menjadi anggota AISMOLI.

Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bahan Bakar Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin yang akrab disapa Puput menyatakan, hal itu memang peluang di tengah panasnya geopolitik di Timur Tengah yang telah berdampak pada harga minyak dunia.

“Namun kita tidak perlu membatasi, masyarakat ingin menggunakan kendaraan ICE atau EV, semuanya dilepas saja sesuai mekanisme di lapangan,” ujarnya.

Apalagi kata dia harga BBM yang bisa saja akan terus meroket, akan menjadi pertimbangan masyarakat, apakah akan terus menggunakan kendaraan konvensional atau berbasis listrik.

Saat ini saja, ditambahkan dia, harga BBM di Tanah Air sudah cukup tinggi dibandingkan negara tetangga, ini menjadi tantangan tersendiri di masa mendatang. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Tenggat Pemenuhan Kewajiban Pelindungan Sisa Kuota Selular 28 September

2 September 2026 - 17:21 WIB

Pertamina Perluas Layanan SAF di 5 Lokasi

2 September 2026 - 17:06 WIB

Pelindo–Australia Jajaki Kerja Sama Maritim

2 September 2026 - 11:50 WIB

Garuda Indonesia dan Citilink Perkuat Sinergi Pengembangan Bisnis Logistik

2 September 2026 - 10:49 WIB

Bahas Ekosistem Perumahan, 18 Juta Rumah Tangga Menanti

2 September 2026 - 05:43 WIB

TPIA Buka Terminal Cilegon, Aset Pelabuhan Masuk Pasar Eksternal

2 September 2026 - 05:24 WIB

Perubahan Pagu Anggaran Kemenhub 2026 dan 2027 Disetujui DPR

1 September 2026 - 19:27 WIB

Fasilitasi Logistik Oversized Cargo, Pelabuhan Ciwandan Jadi Pintu Gerbang Ekspor Wind Mill Tower ke Pasar Global

1 September 2026 - 14:52 WIB

Pelaku Usaha Makin Selektif Pilih Mal

1 September 2026 - 05:51 WIB

TPK Koja Pastikan Kelancaran Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Terjaga

31 Agustus 2026 - 21:27 WIB

Trending di ANJUNGAN