Menu ✖

Mode Gelap
Suasana Panas Terjadi Saat Pembacaan Vonis Bupati Pati Non Aktif Sudewo Setelah Vakum Sejak 2010, Dewan Kesenian Aceh Tengah Diupayakan Aktif Kembali Wujudkan Pelabuhan Bersih dan Bebas Pungli, IPC TPK Bersama Mitra Operasional Deklarasikan Komitmen Bersama Kemenhub dan TNI AD Kerja Sama Pemanfaatan Aset Negara di Bandara Kalimarau Hari Santri Nasional 2026, H. Fikri Hudi Oktiarwan Ajak Santri Teguhkan Khittah Kebangsaan dan Perkuat Persatuan HUT ke-6 Meruorah Komodo Labuan Bajo, Ada Semangat Kebersamaan dan Kolaborasi

JALUR

AISMOLI Sebut Sodium Ion Pas untuk Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

badge-check


 Diskusi KPBB Perbesar

Diskusi KPBB

Wartatrans.com, JAKARTA – Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) menyebutkan bahwa kendaraan listrik khususnya sepeda motor sangat pas menggunakan baterai yang berbahan baku Sodium Ion.

“Ini sangat pas dengan kontur Indonesia yang memiliki garis pantai kedua terpanjang di dunia, sehingga potensi produksi garam juga tinggi,” ungkap Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Aismoli Peter Kho dalam Diskusi Ketahanan Energi Nasional di Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Menurutnya Sodium ION juga minim risiko terbakar dan berbiaya rendah karena tidak membutuhkan Logam Tanah Jarang (LTJ) seperti Lithium dan Cobalt.

Bila dikaitkan dengan geopolitik, juga sangat minim risikonya karena tidak bergantung pada negara lain.

“Bahkan dengan keberadaannya yang melimpah, kita juga memiliki oportunity untuk melakukan ekspor Sodium Ion,” ucap dia.

Potensi itu akan terus berkembang mengingat jumlah produsen yang juga bertambah terus.

Saat ini sebanyak 60 produsen motor listrik telah bergabung menjadi anggota AISMOLI.

Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bahan Bakar Bertimbal (KPBB) Ahmad Safrudin yang akrab disapa Puput menyatakan, hal itu memang peluang di tengah panasnya geopolitik di Timur Tengah yang telah berdampak pada harga minyak dunia.

“Namun kita tidak perlu membatasi, masyarakat ingin menggunakan kendaraan ICE atau EV, semuanya dilepas saja sesuai mekanisme di lapangan,” ujarnya.

Apalagi kata dia harga BBM yang bisa saja akan terus meroket, akan menjadi pertimbangan masyarakat, apakah akan terus menggunakan kendaraan konvensional atau berbasis listrik.

Saat ini saja, ditambahkan dia, harga BBM di Tanah Air sudah cukup tinggi dibandingkan negara tetangga, ini menjadi tantangan tersendiri di masa mendatang. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Wujudkan Pelabuhan Bersih dan Bebas Pungli, IPC TPK Bersama Mitra Operasional Deklarasikan Komitmen Bersama

21 Oktober 2026 - 18:30 WIB

HUT ke-6 Meruorah Komodo Labuan Bajo, Ada Semangat Kebersamaan dan Kolaborasi

21 Oktober 2026 - 16:40 WIB

Jasa Raharja Terbitkan Jaminan Biaya Perawatan 11 Penumpang Korban Kebakaran KMP Batumandi

21 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Pelindo Dukung Pemulihan Ekosistem Mangrove di Wilayah Pantura Demak

21 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Sebaran Angkutan Barang KAI di Jawa dan Sumatra Tembus 9,15 Juta Ton

21 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, KNMP Terbukti Jadi Penggerak Ekonomi Pesisir

21 Oktober 2026 - 11:08 WIB

Prabowo Terima Rekomendasi DEN, Bahas Strategi Penguatan Ekonomi Nasional

21 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Trafik Kargo IPCC Melonjak 19,57% hingga Kuartal III 2026

20 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

20 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Pengembangan Terminal Purabaya dan Betan Subing Ditawarkan Kemenhub Melalui KPBU

20 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Trending di EKOBIS